News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Mereka pun Menyepelekan Pele!

Mereka pun Menyepelekan Pele!

KALTIMTODAY -- GENERASI muda terkadang masih dipandang sebelah mata. Padahal, jiwa mereka sangat berpotensi untuk menjadi pengukir sejarah. Bangsa yang maju adalah bangsa yang anak mudanya diberdayakan secara maksimal.

Banyak bukti akan potensi dan peranan anak muda yang sangat luar biasa. Setidaknya rentetan sejarah panjang peradaban manusia telah menjadi dokumen  abadi, bahwa anak muda memang luar biasa. Dan, jangan pernah sekali-kali meremehkan kemampuan anak muda.

Kisah menarik adalah apa yang dialami oleh legendaris lapangan hijau dari negeri Samba, Brazil, Pele. Pemain yang telah meraih gelar juara piala dunia sebanyak tiga kali itu awalnya diragukan untuk bisa menjadi pemain handal bagi tim Samba.

Dr Joao Carvalhaes adalah orang pertama yang terus-menerus meragukan kemampuan pemain bernama lengkap Edson Arantes do Nascimento itu.

Dalam sebuah laporan tertulis tahun 1958, Carvalhaes menulis, “Pele jelas-jelas masih kekanak-kanakan. Dia tidak punya semangat bertanding. Dia juga terlalu muda untuk menyerang tim lawan secara agresif dan bereaksi secara memadai terhadap kondisi yang muncul di lapangan”.

Pelatih Brasil, Vincent Feola pun bertubi-tubi mendapat kritik pedas atas keputusannya memasukkan Pele dalam skuad Samba yang akan berlaga pada Piala Dunia 1958 di Swedia.

Tetapi Vincent Feola tetap pada keputusannya. Ia melihat bakat dan kemampuan Pele jauh lebih jelas daripada orang lain termasuk Carvalhaes. Feola melihat Pele sebagaimana jelasnya de Brito, mantan pemain internasional Brasil melihat pemain kelahiran Oktober 1940 itu.

Pele yang masih berusia 17 tahun kala itu pun langsung turun sebagai starter pada Piala Dunia 1958, melawan Uni Soviet.

Ketika memasuki partai semi final, Pele benar-benar mengagumkan. Ia mencetak hatrick ke gawang Perancis. Itu pun masih dianggapnya kurang. Di laga final melawan Swedia, Pele berhasil menceploskan gol sebanyak dua kali ke jala lawan.

Di tahun itulah Brasil berhasil memboyong untuk kali pertama trofi Piala Dunia dengan kelahiran bintang baru sepak bola dunia, Pele.

Pele pun mendapatkan banyak penghargaan. Satu di antaranya adalah penghargaan yang dikalungkan oleh mantan bintang Manchester United dan Real Madrid, David Beckham. Mantan kapten Tim Nasional Inggris itu mendapat kehormatan untuk menyerahkan penghargaan atas prestasi seumur hidup kepada Pele. Penghargaan itu diterima Pele di Gotham Hall, Manhattan, New York, Amerika Serikat.

Jika kita analogikan ke Indonesia, maka bangsa ini selamanya tidak akan pernah bisa melahirkan generasi muda tangguh dan handal, jika generasi tua, tak pernah mau meliht bakat-bakat luar biasa generasi muda. 

Apalagi kalau kemudian sampai melihat generasi muda sebagai ancaman atas posisi generasi tua. Ini jelas adalah pandangan sempit yang menunjukkan kekerdilan dalam berpikir. Apabila ini masih berlanjut, maka selamanya tidak akan pernah ada sejarah baru yang mengagumkan.

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.