News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

PDRB Kaltim Capai Rp108 Triliun

PDRB Kaltim Capai Rp108 Triliun

KALTIMTODAY -- Kondisi perekonomian Kaltim pada triwulan II tahun ini, berdasarkan besaran Product Domestik Regional Bruto (PDRB) dengan harga konstan mencapai Rp108,1 triliun dengan komponen Minyak dan Gas (Migas) atau Rp71 triliun tanpa komponen Migas.

Dengan kondisi tersebut berdampak pada pertumbuhan ekonomi Kaltim untuk periode pertama dibanding periode dua, yakni 0,14 persen.

Demikian dijelaskan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Johnny Anwar, terkait PDRB Kaltim triwulan II.

"Jika dilihat dari struktur ekonomi, hampir semua sektor ekonomi mengalami peningkatan dibanding triwulan sebelumnya, kecuali sektor pertanian dan sektor industri pengolahan yang terkoreksi masing-masing negatif 3,74 persen dan negatif 1,80 persen," ujarnya.

Sektor ekonomi yang mengalami pertumbuhan tertinggi pada triwulan II ini adalah sektor keuangan dengan tingkat pertumbuhan 6,02 persen. Sedangkan sektor pertambangan sebagai leading sektor ekonomi Kaltim, pada triwulan II mengalami pertumbuhan 0,32 persen atau melambat dibanding triwulan sebelumnya.

Sumbangan komponen Migas selama beberapa dekade ini menjadi primadona Kaltim, namun pada 2012 mulai tergeser oleh sektor pertambangan batu bara yang memberikan kontribusi besar bagi perekomonian Kaltim
Sektor migas, terus mengalami penurunan seiring dengan menurunnya produsksi minyak dan gas bumi Kaltim.

Namun kondisi ini berbanding terbalik dengan booming sektor batu bara yang nilainya melebihi dua kali lipat nilai migas.

"Pada triwulan dua ini, kontrubusi dari usaha minyak dan gas bumi Rp16,57 triliun sedangkan pertambangan batu bara tanpa migas mencapai Rp35,64 triliun," jelasnya.

Kaltim yang masih mengandalkan kinerja dari komoditas ekspor primer, pertumbuhan ekonomi Kaltim pada triwulan II 2012 sangat dipengaruhi oleh kinerja produksi Migas dan baru bara.

Pada situasi harga yang bergejolak di pasar internasional pada triwulan dua ini, perekonomian Kaltim masih surplus pada komponen net ekspor Rp72,7 triliun.

Komoditas barang untuk tujuan ekspor antara lain Liquid Natural Gas (LNG), minyak mentah, batubara, Crude Palm Oil (CPO), dan pupuk. Sedangkan yang merupakan impor antara lain minyak mentah, mesin, peralatan dan barang konsumsi serta barang modal.(yul/hmsprov).

Foto : Perairan Sungai Mahakam merupakan kawasan lalulintas angkutan batu bara. Komoditas ini menjadi salah satu penyumbang besarnya angka PDRB Kaltim.(dok/humasprov kaltim)

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.