News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Pemprov-Investor Bangun Infrastruktur Batu Bara

Pemprov-Investor Bangun Infrastruktur Batu Bara


KALTIMTODAY -- Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengatakan kebijakan pertambangan batu bara di Kaltim ke depan akan lebih memperhatikan multi player effect yang diberikan kepada masyarakat dan daerah.

Selama ini batu bara hanya menjadi revenue driver sedangkan manfaat lain bagi masyarakat belum banyak dirasakan. Untuk itu, perlu dilakukan kebijakan seperti gasification, liquifiqation, powerplant development dan coalinfrastructure.

Coal infrastructure adalah salah satu kebijakan yang sedang dilakukan di Kaltim melalui kerjasama dengan pihak swasta (investor).

Pembangunan coal infrastructure yang dimaksud adalah pembangunan rel kereta api Muara Wahau-Lubuk Tutung sepanjang 150 kilometer, kerjasama Pemprov dengan Ras-Al Khaima Minerals and Metals Invesment (RMII), Uni Emirat Arab (UEA) dengan total investasi sebesarUS$ 900 juta.

Selanjutnya, pembangunan rel kereta api Tabang-Lubuk Tutung sepanjang 185 kilometer yang dibangun oleh PT Gunung Bayan dengan total investasi sebesar US$ 1 milyar.

Kemudian, pembangunan perkeretaapian khusus yang dilakukan oleh MEC Infra (melalui PT Trans Kutai Kencana) sepanjang 130 kilometer dari wilayah pertambangan (Muara Wahau) ke terminal khusus batubara (Bengalon) dengan total nilai investasi US$ 1 milyar.

Selain pembangunan rel kereta api sebagai angkutan batu bara, juga dilakukan pembangunan terminal batu bara, pelabuhan dan dermaga serta airstrip yang dilakukan oleh MEC Infra (melalui PT Trans Kutai Bahari) di Kecamatan Bengalon, dengan total nilai investasi sebesar US$ 250 juta.

"MEC Infra melalui anak perusahaannya di Indonesia membangun suatu fasilitas yang sesuai dengan kapasitas untuk menangani 100 MTPA dan kapal-kapal besar untuk ekspor dan impor batu bara serta bahan baku lainnya di Kecamatan Bengalon. Selain itu di lokasi yang sama akan dibangun pelabuhan dan dermaga yang memiliki kemampuan untuk menambat kapal angkut batubara sebesar 34 juta ton/tahun. Ditambah dengan pembangunan airstrip sepanjang 900 meter," ungkap Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak.

Sementara itu, MEC Coal bersama dengan National Aluminium Company Limited (NALCO) India akan membangun pabrik peleburan aluminium dengan nilai investasi US$ 2,5 milyar dan pembangunan pembangkit listrik 1.400 megawatt (US$ 1,5 miyar) di kawasan Kutai Timur.

Kerjasama juga dilakukan dengan investor asal Rusia, JSC Russian Railways melalui Kalimantan Rail PTE Ltd dengan membangun lintasan rel kereta api Balikpapan Kabupaten Kukar-Kubar, hingga tembus Murung Raya, Kalimantan Tengah dengan nilai investasi US$ 2,4 miliar.

"Visi kerjasama ini dilakukan untuk membuka potensi tambang batu bara di daerah terpencil. Awalnya kereta api digunakan untuk mengangkut batu bara, ke depannya tidak hanya mengangkut komoditas lainnya selain batu bara pada lintasan yang dilewatinya, tetapi juga untuk angkutan penumpang," urai Awang Faroek. (her/hmsprov).


Foto:  INFRASTRUKTUR. Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menandatangani MoU pembangunan rel kereta api dengan investor Rusia.(dok/humasprov kaltim).

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.