News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Sepakbola, Sebuah Industri Bisnis Raksasa

Sepakbola, Sebuah Industri Bisnis Raksasa


KALTIMTODAY -- Gelontoran dana tak terhingga yang kini dirasakan oleh klub papan atas Eropa macam Real Madrid, Manchester City, Chelsea dan dua pendatang baru Paris Saint Germain dan Anzhi Machacikala disinyalir akan menggangu siklus persepakbolaan dunia. 

Arsene Wenger, pelatih Arsenal itu, menyebut kondisi ini dengan istilahnya "football damage" atau bencana dalam sepakbola yang di mana uang telah mengalahkan fitrah dari sepakbola itu sendiri. Hal tersebut tentu saja berimbas pada ketidakadilan pada klub-klub medioker dan klub lainnya yang memiliki dana terbatas untuk membangun sebuah tim. Mereka harus berfikir dua kali untuk melakukan perombakan skuad. 

Selain dana yang terbatas, dengan adanya siklus tak sehat tersebut, jelas klub-klub “kecil” di Benua Biru ini selalu dirugikan dengan kebijakan transfer pemain, yang di mana agen dapat menaikan harga pemain segila-gilanya hingga pada akhirnya tim yang memiliki kekuatan finansial lebih akan memenangkan persaingan itu. 

Di latarbelakangi hal tersebut, UEFA -Asosiasi Sepakbola Eropa- dalam waktu dekat akan mengeluarkan kebijakan financial fairplay yang mana hal ini akan merugikan tim-tim kaya raya yang mengandalkan faktor financial dalam membangun armada terbaiknya. Sehingga, dari sektor inilah yang menjadi celah bagi tim-tim medioker untuk kembali ke papan atas membuktikan kelasnya. 

Namun, disisi lain patut, kita ketahui bahwa antara bisnis dan sepakbola tak bisa terpisahkan begitu saja, keduanya seperti sisi mata uang yang satu sama lainnya saling membutuhkan.

Seperti contoh revolusi sepakbola Eropa saat ini yang telah menjadikan Barclays Premier League Inggris menjadi liga nomor satu seantero jagad dan disusul lagi dengan superioritas Spanyol di kancah dunia yang telah menjadikan negara ini didapuk menjadi kiblat persepakbolaan dunia. 

Tentu saja hal ini bukan semata-mata terkadi karena faktor alamiah, akan tetapi melainkan ada sesuatu di balik kesuksesan itu semua. Di sisi lain, negara maju di Eropa sangat men-support perkembangan sepakbola di negara masing-masing dengan menjadikan sepakbola sebagai lahan industri yang suatu saat dapat digarap oleh perusahaan swasta yang unggul dalam segi keuangan dan brand produk. 

Bagaimana dengan Indonesia?
Jelas butuh waktu yang lama untuk membangun semua itu di negeri ini. Dan, tentu saja antara pemerintah selaku pemegang kebijakan harus turut mendukung dan mensukseskan persepakbolaan dalam negeri dalam beberapa aspek yang kini dinilai lamban dan cenderung amburadul dalam sisi manajemen.

Nah, disinilah para footbalovers harus ketahui, bahwa ternyata sepakbola bukan hanya semata-mata hasil di dalam lapangan tetapi sebagian orang dapat memainkannya di luar lapangan tanpa harus memikirkan jumlah kartu kuning yang ia dapat. 

Akan tetapi, yang terpenting buat mereka, adalah trophy dan nama baik tim sehingga nama mereka dan perusahaan mereka dapat memiliki rating yang tinggi di hadapan masyarakat global. So, apakah bisnis dan sepakbola ada kaitannya, jawabannya YA YA dan YA.


(Achmad Iskandarsyah, adalah penulis di www.kaltimtoday.com, pengamat serta penikmat sepakbola dan salah satu pendukung klub Chelsea FC)


Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.