News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Belajar Filsafat Bikin Sesat, Kok Bisa?

Belajar Filsafat Bikin Sesat, Kok Bisa?


KALTIMTODAY -- Filsafat. Mendengarnya saja, sebagian dari kita mungkin langsung memicingkan mata. Bingung. Atau ada yang bertanya, apa sih guna filsafat dan mempelajarinya.

Bahkan, beberapa dari dari teman-teman kuliah saya ada yang sering mengeluhkan bahwa belajar filsafat membuat kepala kita semakin pusing. Padahal bisa jadi ia memang belum mempelajari atau setidaknya mencari tahu. 

Sehingga tak jarang, karena keluhan-keluhan semacam itu, banyak yang kemudian mengambil langkah balik kanan untuk meniggalkan mata kuliah yang sebenarnya sangat menarik ini. Yah, dengan berbagai alasan yang ada dalam pikiran mereka. 

Namun bagi seseorang yang cinta akan ilmu pengetahuan sudah seharusnya tidak menjauhi studi-studi yang mengedepankan nalar ini. Disinilah menariknya. Lalu, apa yang menarik dari filsafat?. Baca terus tulisan ini.

Orang yang belajar filsafat dengan benar, sebenar-benarnya, akan menjadikannya lebih kritis, analitis-logis, dan sistematis. Sehingga dalam menjalani kehidupan yang memang tak pernah lepas persoalan ini, dapat dilalui dengan penuh optimis, realistis, dan rasional.

Coba, siapa di antara kita yang tidak mau setiap persoalan yang dihadapi dapat diselesaikan dengan tuntas? Tentu semua mau, bukan?. Sehingga setiap dari kita ingin semua masalah-masalahnya dapat terselesaikan. Ketika filsafat sebagai ilmu benar-benar diterapkan, maka ia akan menjadi bekal kita untuk keluar dari keresahan-keresahan. 

Sudahkah kita perhatikan definisi dari filsafat. Kalau belum, wajar jika kemudian kita langsung antipati terhadap kajian-kian filsafat. Filsafat berasal dari kata “Philosophia” dari bahasa Yunani, yang berarti “mencintai kebijakan”. 

Dari definisi filsafat di atas saja sudah menarik. Tentu berdasakan uraian di atas dapat di pahami bahwa filsafat adalah sebagai cinta kebijaksanaan. Sehingga kalau mau menjadi orang yang bijak, ya belajar filsafat. Sampai di sini, masihkah Anda ragu untuk mempelajari filsafat?.

Okelah kawan-kawan pembaca, di sini saya akan menyadur beberapa simpulan tentang manfaat mempelajari filsafat. Menurut Susanto, M. Pd dalam bukunya, Filsafat Ilmu, ia membagi beberapa manfaat filsafat sebagai berikut: 

Pertama: filsafat mengajarkan kita agar terlatih untuk berpikir serius, berpikir secara mendalam terhadap sesuatu sampai ke akar-akarnya.

Kedua: filsafat mengajarkan tentang hakikat alam semesta. Yang pada dasarnya berpikir filsafat ialah berusaha menyusun suatu sistem pengetahuan yang rasional dalam rangka memahami segala sesuatu, termasuk diri manusia itu sendiri.

Ketiga: filsafat mengajarkan tentang hakikat Tuhan. Studi tentang filsafat seyogyianya dapat membantu manusia untuk membangun keyakinan keagamaan atas dasar matang secara intelektual.

Itu menurut Susanto. Sedangkan analisa Asmoro Achmadi lain lagi. Mempelajari filsafat, menurut Asmoro, adalah sangat penting, di mana dengan ilmu tersebut manusia akan dibekali suatu kebijaksanaan yang di dalamnya memuat nilai-nilai kehidupan yang sangat diperlukan manusia (Asmoro, 2005: 15).

So, tunggu apalagi, belajar filsafat tidak akan membuat kita rugi apalagi sampai menjadikan kita menihilkan nilai-nilai transendental yang memang tak bisa dijangkau.

Meskipun memang, ada juga di antara kita yang malah “tersesat” dalam mengejawantah nilai-nilai transenden dalam kajian filsafat. Padahal filsafat untuk mengokohkan keyakinan, bukan meleburkan. Maka, belajarlah filsafat dengan benar, sebenar-benarnya!.  
  
Walau pun mungkin pertemuan pertama kita dengan tema-tema filsafat akan membuat kita pusing, tapi lambat laun kita akan menikmatinya. Karena sudah tentu segala sesuatu memerlukan proses. Tak bisa sekejap.

Bayi lahir saja tidak langsung berkumis, kok. Ia pasti mengikuti rumus pertumbuhan dan fitrahnya sebagai mahluk. Begitu juga dengan petani yang menanam padi, yang harus menunggu hingga waktunya dipanen, barulah ia memanen. 

Semoga kita tidak mudah jenuh dan cepat menyerah hanya karena filsafat itu berat dan berbagai alasan yang menghalangi kita untuk terjun dalam mempelajarinya. Filsafat? Why not, bro!



[Muhammad Adianto, penulis adalah peminat buku dan kajian bidang filsafat, sosial-politik, wacana publik, dan agama. Kini menekuni pekerjaan sebagai Marketing Manager di Metrisplus Publishing]






Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.