Buku Puisi Mahasiswi Farmasi


KALTIMTODAY – Kini telah terbit buku berjudul “Kamu; Terimakasih karena pernah mengizinkanku mencintaimu” yang diterbitkan secara indie (self publishing). Buku ini telah launching beberapa waktu lalu.

Buku ini adalah sebuah rangkaian kumpulan puisi karya seorang gadis Kalimantan Timur, Chici Elsa, begitu dia sering dipanggil yang juga menjadi nama penanya. Dia seorang mahasiswa Farmasi yang mencintai dunia sastra dan aktifitas tulis menulis. Perempuan berusia 19 tahun ini lahir di kota Tepian Samarinda.

Buku ini bercerita tentang cinta, tentang rasa dalam diam, dan tentang “Kamu”. Perihal “Kamu” di sini adalah ihwal samar dan tak mudah untuk dijelajah. Sosok “Kamu” dalam buku ini merupakan figur kabur yang tak bisa teridentifikasi hanya dengan abstraksi intelektual. Ia membutuhkan rasa. 

Lembar pertama dalam buku KAMU, menjelaskan arti cinta menurut si penulis dan jika cinta menggoreskan luka, apakah dapat memaafkannya.

Lembar kedua bercerita segala rasa yang bernama kamu. Tumbuh dan berkembang dalam diam. Sesekali mengobrol, sesekali hanya melempar senyum, Namun itu telah cukup membahagiakan.

Lembar ketiga bercerita tentang kisah yang diukir bersama senja. Tak sengaja menikmati senja bersama dan semakin mengaguminya.

Lembar keempat mengisahkan kepingan-kepingan rindu yang disusun sendiri bersama sepi ketika “tersiksa karena merindukanmu”.

Dan, lembar kelima mengisahkan tentang kesedihan ketika harus melepasmu pergi. Karena sekuat apapun ingin mempertahankan, kamu akan tetap selalu pergi.

Lembar istimewa berisi bingkisan “Kata Untukmu”. Segala kata luapan perasaan yang ditulis dari awal mengenalmu. Dan kisah kita masih terlihat abu-abu, tak jelas akhirnya seperti apa. Kepada takdir kita pasrahkan kisah kita. Berikut ini salah satu bunyi puisinya:

Salam Cinta
Kau pernah bertanya padaku -tentang cinta
Kala itu aku tak bisa menjawab tanyamu
Karena aku benar-benar tak tau
Tak tau harus menjawab apa
Tapi kini, aku akan mencoba menjawabnya
“Cinta adalah kerelaan untuk berbagi tawa lalu duka, dan jika tergores luka didalamnya maka selalu ada kata maaf untuk cinta”
Dan… ketika aku merasa terluka karena cinta, aku bertanya
“Dapatkah aku memaafkan cinta?”
Entah…


Puisi penutup untuk kisah tentang KAMU

Detik waktu membawaku jauh meninggalkanmu
Terkubur bersama kenangan masa lalu
Perih, namun sangat melekat
Pernah menyesal dengan semuanya
Tapi hati berkata- jangan salahkan cinta
Lalu siapa? Takdirkah?
Luka membuatku jera
Hampir sangat membencinya
Tapi logika berkata “Selama kamu masih memiliki hati, maka cinta itu akan tetap ada. Entah masih tersisa untuknya ataukah kau simpan untuk cinta yang baru nantinya”.


[Barry K. Madidi, penulis adalah pecinta buku berdomisli di Bontang]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel