Di Kaltim, 404 Orang Meninggal karena AIDS

KALTIMTODAY -- Perkembangan kasus penyakit HIV dan AIDS akan terus berkepanjangan, karena masih terdapatnya faktor-faktor yang memudahkan penularan penyakit tersebut.

Dua cara penularan yang terbanyak pada infeksi HIV adalah dengan melalui hubungan seks yang tidak aman dan penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif lainnya (Napza) secara suntik.

"Dalam sepuluh tahun mendatang, penyakit ini mungkin belum dapat ditang-gulangi secara tuntas, sehingga masih merupakan masalah kesehatan masyarakat dan juga mempunyai implikasi sosial ekonomi yang luas. Penderitaan bukan saja akan dialami oleh orang yang tertular HIV dan AIDS, tetapi juga akan dirasakan oleh keluarga dan masyarakat," kata Staf Ahli Pemprov Kaltim Prof Dwi Nugroho Hidayanto pada "Pertemuan Fasilitasi Implementasi RAD untuk percepatan pencapaian target MDG's Bidang HIV dan AIDS di tingkat Provinsi Kalimantan Timur dan Pe-ngembangan Rencana Kerja Tahunan", belum lama ini.

Diungkapkan, menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan tahun 2009, di Indonesia terdapat sebanyak 7 sampai 10 juta laki-laki yang menjadi pelanggan seks komersial per tahun, sementara yang konsisten menggunakan kondom dalam hubungan seks berisiko kurang dari 10 persen.

Berdasarkan hasil estimasi, di Kaltim diperkirakan terdapat 100.437 orang yang beresiko kunci. Hasil penelitian Survey Terpadu Biologis dan Prilaku (STBP) di Kota Samarinda menunjukkan rata-rata pelangan yang selalu menggunakan kondom hanya 7,7 % dan tidak pernah sama sekali 66,7 %. Oleh sebab itu wajarlah apabila kasus penderita Infeksi Menular Seksual (IMS), khususnya HIV dan AIDS terus meningkat.

Data Epidemiologis menunjukkan bahwa penularan di Indonesia sejak pertama kalinya ditemukan tahun 1987, kasus pengidap HIV dan AIDS meningkat secara tajam atau bisa dikatakan semakin memprihatinkan.

Sampai saat ini di Indonesia secara kumulatif sudah terdapat 76.897 orang pengidap HIV tersebut, ternyata pengidapnya adalah laki laki sebanyak 56.842 orang (73,92%) dan wanita sebanyak 26,08%.

Apabila dilihat dari jenis pekerjaannya, maka yang terbanyak kedua adalah pada ibu Rumah Tangga (terbanyak pertama adalah pada Wiraswasta) sedang pada Wanita Pekerja Seks mterbanyak ketiga.

Sementara itu di Kaltim, sampai saat ini sudah ada 2.559 pengidap HIV, diantaranya 777 orang telah menjadi penderita AIDS dan 404 orang telah meninggal.

"Data ini menunjukkan bahwa Kaltim menjadi urutan ke 4 terbanyak di Indonesia setelah DKI, Papua dan Jawa Timur," ujar Prof Dwi. (ina/hmsprov)

Foto: Ilustrasi/Npr

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel