Layanan Kesehatan Kelas Dunia, Biaya Selangit?

KALTIMTODAY -- Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menegaskan Pemprov Kaltim dengan dukungan instansi terkait bidang kesehatan terus berupaya mewujudkan pelayanan kelas dunia.

"Kita terus berupaya melakukan perbaikan sistem dan manajemen bahkan melengkapi sarana dan prasarana termasuk fasilitas bidang kesehatan, sehingga target untuk menciptakan pelayanan kesehatan kelas dunia di Kaltim akan terwujud," ujar Awang Faroek..

Prioritas pelayanan kesehatan saat ini masih diarahkan untuk dua rumah sakit milik Pemprov Kaltim, yakni RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda dan RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan untuk masing-masing pelayanan spesialis jantung dan saraf.

Apalagi lanjutnya, pembangunan bidang kesehatan merupakan salah satu program prioritas pemerintah daerah dengan dukungan dana tidak kurang dari 13 persen APBD provinsi setiap tahunnya.

Bahkan ujar Awang, dirinya berkeinginan pada 2013 di setiap kecamatan seluruh wilayah kabupaten dan kota seKaltim sudah terbangun Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) 24 jam yang lengkap dengan ruang rawat inap dan UGD atau Puskesmas Plus.

"Dalam upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat melalui bidang kesehatan, saya berharap agar 2013 di seluruh kecamatan di Kaltim ini sudah 100 persen terbangun Puskesmas lengkap rawat inap dan UGD," ungkapnya.

Program pembangunan sumber daya manusia (SDM) Kaltim yang berkualitas melalui sektor pendidikan tidak akan terlaksana dengan baik tanpa didukung pelaksanaan program pembangunan di sektor kesehatan. Kesehatan akan sangat menentukan terciptanya SDM Kaltim yang lebih berkualitas.

"Tidak mungkin berkualitas kalau tidak sehat dan sehat tanpa pendidikan juga akan sia-sia. Karenanya, kedua sektor ini akan sangat mendukung," jelasnya.

Selain itu, Pemprov terus berupaya menenuhi kebutuhan dasar masyarakat selain pendidikan dan kesehatan, sandang, papan dan pangan, air bersih dan infrastruktur baik jalan, jembatan dan pelabuhan serta bandara termasuk kebutuhan energi listrik.

"Kami sangat berharap Universitas Mulawarman mampu menjawab kebutuhan daerah terkait tenaga kesehatan khususnya ketersediaan dokter untuk daerah perkotaan maupun pedesaan, daerah tertinggal dan pedalaman serta perbatasan. Kita perlu tenaga kesehatan yang profesional atau dokter-dokter yang siap mengabdikan dirinya di masyarakat," harap Awang Faroek. (yans/hmsprov)

Foto : Komplek RSUD AW Sjahranie.(dok/humasprov kaltim)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel