News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Manfaatkan Internet Bangkitkan Kreatifitas

Manfaatkan Internet Bangkitkan Kreatifitas


KALTIMTODAY – SEJAUH ini saya melihat, internet, terlepas dari unsur kemanfaatannya yang luar biasa, bisa dikata juga telah cukup banyak menjalarkan efek yang kurang bagus. Khususnya bagi kalangan usia labil. Setidaknya untuk kalangan remaja yang sepantaran dengan usia saya yang baru belasan tahun. 

Internet bagaimana pun tak bisa lepas dari sisi buruknya. Hari ini ia menjadi bahan omongan hangat bagi remaja secara khusus. Tetapi bukan berarti dengan mengatakan begini saya menyatakan bahwa berinternet bagi remaja adalah aktifitas buruk. Tidaklah demikian. Hanya saja, sekali lagi, di sisi yang lain internet juga bisa berdampak negatif. 

Ada fenomena yang menampakkan bahwa kesalingterhubung dengan orang lewat web jejaring internet, umumnya bagi remaja menjadi hal yang sangat asyik ketimbang belajar, segera mengerjakan kewajiban lainnya, atau membantu orangtua. Ini yang saya maksud kesenjangan yang buruk itu. Dan, ini biasa kita jumpai, bahkan mungkin dalam diri kita sendiri. Saya atas nama remaja, mengakui adanya kesenjangan tersebut. 

Sebagai seorang remaja, kita seharusnya banyak bergelut pada pendalaman keilmuan, minimal mengasah kreativitas yang kita punya. Dengan begitu karakter kita akan terbentuk. Sehingga kita bisa lihat permisalannya, banyak tokoh terkemuka berprinsip kokoh. Banyak tokoh disegani berprinsip pada kenyataan di lapangan. Mereka menanamkan prinsip bagaimana berkarakter. Mereka benar atas dasar keseimbangan hak dan kewajiban. 

Legalitas dan kenyataan saat di lapangan sudah mereka alami sedemikian rupa, kemudian mereka kemukakan dengan maksud agar dapat diserap bagi pendengarnya, rakyatnya, umatnya, pengikutnya, generasinya, keturunannya dan sebagainya. Beginilah ceritanya kemudian apabila kemampaun dan kreatifitas terus diasah dan dikembangkan.

Mereka tahu orang di sekelilingnya, mereka sampaikan kelebihan mereka atas dasar kejujuran. Bisa kita lihat saat mereka berbicara, tak ada sedikitpun kecanggungan, tak ada sedikitpun ketidaksesuaian, dalam artian akal sehat. Itu karena mereka menyampaikan kejujuran bukan omong kosong, bukan sekedar teori yang menyesatkan. 

Ilmu jangan ditanya, pengalaman mereka ialah ilmu, nilai kejujuran mereka adalah ilmu, legalitas mereka adalah ilmu. Kreatifitas, apalagi! Mereka sudah banyak melakukan observasi, eksperimentasi, atau praktek di lapangan langsung. Lalu mengapa kita tidak seperti mereka? Mereka bersusah payah, mereka banting tulang, dan mereka berusaha. 

Bagaimana hari ini? Meminjam sebuah ungkapan Betawi, maaf-maaf kate nih ye, nampaknya remaja seperti kita minta ampun malasnya kalau urusan baca buku, belajar otodidak, pokoknya hal-hal berbau kemandirian. Adapun bermain-main, dinomorsatukan. Apalagi zaman sekarang, sedang nge-tren-nge-tren-nya internet. 

Pada hakikatnya, internet sesungguhnya adalah sebuah kebaikan bagi tiap kita, khususnya remaja sebagai bibit-bibit bangsa. Internet melalui berbagai fasilitas transmisi di dalamnya sebenarnya dapat menambah ilmu pengetahuan, mengayakan informasi kita, juga menambah keakraban sesamanya. Apalagi saling berbagi, saling asah-asih-asuh, memperbaiki, memberitahu sekaligus bertukar informasi bermanfaat. 

Namun, di waktu yang sama, perkembangan zaman tak dapat dielakkan juga telah banyak memobilisasi penanaman nilai gaya hidup irasional. Tapi kita tetap tak boleh lupa bahwa seharusnya perkembangan zaman dengan transformasi teknologinya yang luar biasa saat ini bisa kita manfaatkan untuk sesuatu yang bertimbal baik. 

Saya rasa kita sebagai remaja, sudah bisa memahami dan mafhum dengan banyaknya problem kebangsaan di negeri kita tercinta ini. Lalu, mengapa kita harus berlama-lama berpikir. Tunggu apa lagi, negeri kita sedang menghadapi beban moral dan finansial bertubi-tubi. Kita sebaiknya ikut meriung menyelesaikan masalah itu, demi menyongsong masa depan yang lebih baik. 

Bendera kebajikan harus segera dikibarkan. Lewat fasilitas internet, saya rasa akan sangat berguna sekali. Mengingat banyaknya konsumen, banyaknya pecandu di dalamnya. Berkecimpung dalam media internet dengan tujuan kemaslahatan, membuat blog sosial berisi artikel penyemangat, minimal menelusuri pembaharuan bidang keilmuan yang kita minati untuk dipelajari atau meng-update status yang mencerahkan. 

Namun sayangnya, sekali lagi tanpa bermaksud menggeneralisir, saya belum menemukan hal-hal demikian di atas, sampai saat ini. Saya pernah mencoba ngecek. Meskipun ada tapi sangat minimal. Atau mungkin karena saya saja yang memang masih kurang jangkauan pergaulan di dunia tanpa maya tanpa batas ini. Entahlah. Hehehe...

Sekarang ada banyak jejaring sosial lainnya seperti Netlog, Thumblr, MySpace, Bebo, Kaskus, SalamWorld, LinkedIn, GooglePlus, Koprol, Twoo, Twitter, UnWall, Yahoo Messenger, dan lain sebagainya. Bukan main membludak! Tinggal kita pakai untuk hal bermanfaat, seperti memotivasi diri dan sahabat untuk terus berkarya. Itu baru satu cara menyebar virus kebaikan lewat internet. Ada banyak cara lain, seperti membuat artikel yang terindeks dan bisa ditemukan orang lain di Google dan mesin terlusur lainnya. 

Buat saya, aktifitas-aktifitas itu semua adalah hal yang mengasyikkan, jika kita mau sedikit berpikir untuk merangkul sahabat-sahabat kita lainnya yang masih “tersesat” dengan aktifitas bias di dunia maya. Yah, mencoba dulu tak mengapa meski sedikit-sedikit. Berusaha dulu, itu lebih baik daripada berdiam diri sama sekali. ** 

Sumber foto Ilustrasi: Flickr/Derek Gavey



[Aba Idris Shalatan, penulis adalah alumni Pondok Pesantren Hidayatullah. Kini  mahasiswa di IDIA Prenduan Sumenep, Madura. Aktif di kajian ilmiah KOPI (Kajian Orang-orang Pinggiran), Gejora, dan Kajian Maktabah. Kini menjadi Pimpinan Buletin Regional Mingguan “Dakwah”]

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.