News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Naik Angkot itu Asyik, Baca Tipsnya di Sini!

Naik Angkot itu Asyik, Baca Tipsnya di Sini!

KALTIMTODAY -- Pernakah kamu membayangkan menjadi sopir angkot? Kalau pernah itu bagus, berarti kamu setidak-tidaknya bisa merasakan bagaimana suka dukanya jadi sopir angkot. Angkot adalah kependekan dari angkutan kota. Biasa juga disebut transportasi publik.

Jujur saja, saya membayangkan sopir angkot sebagai pekerjaan yang lumayan berat. Saya pernah menyinggahi sejumlah kota di Indonesia seperti Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Bogor, Semarang, dan tak terkecuali kota-kota dalam provinsi di Kaltim sendiri sebangsa Balikpapan, Samarinda, atau Tarakan. 

Banyak hal yang menggoda dari kota-kota tersebut. Tapi yang paling menarik dari kota-kota di Indonesia, bagi saya, adalah angkutan kotanya. Saya adalah pengguna jasa transporasti publik ini sejak dulu. Sebab mobil sendiri saya belum punya. Dan saya pun yakin, tak dari sedikit dari kamu adalah pengguna angkutan umum juga, iya, kan?

Saya ingin menyampaikan bahwa pekerjaan sopir angkot itu berat dan penuh persaingan. Makanya kenapa sopir angkot itu suka panas penuh emosional. Apalagi di kota-kota besar yang “panas membara” seperti Jakarta, sering sekali kita temui sopir angkot harus adu mulut lalu jotos hanya karena memperebutkan penumpang.

Sehingga saya merasa, kita sebagai pengguna angkutan umum, khususnya angkutan kota dalam kota di mana kita berdomisili, harus bisa peka menjaga perasaan pekerja-pekerja yang rajinn ini. Memang sih, yang namanya transportasi umum biasanya pelayananya sangat semrawut dan acapkali tak terlalu perduli kenyamanan pengguna jasanya. 

Tapi lupakan saja itu. Kita tetap harus menghargai mereka karena sudah siap mengantar kita ke mana saja kita mau dengan bayaran beberapa rupiah saja ketimbang harus naik taksi yang tarifnya meleketehe

Nah, pada kesempatan ini saya ingin berbagi tips bagaimana bersopan santun tehadap layanan angkutan umum (juga kepada sopirnya, tentu saja). Inilah beberapa tipsnya yang juga merupakan pengalaman pribadi:

1. Jika mobil angkot berhenti di depan sebuah gang di mana kamu kebetulan berada dalam gang itu, segera berikan tanda kepada sang sopir agar dia mendapatkan kepastian apakah kamu memang  mau menumpang atau tidak. Bisa dengan melambaikan tangan tanda ogah atau berlari tanda pengen ikut. 

2. Jangan sekali-kali tak memberikan kode. Jika tak memberi kode kamu akan membuat si sopir menunggu. Apalagi jika kamu masih terlihat jauh dari angkutan berada. Ini tentu akan membuat penumpang lain di dalam angkot kesal karena sedang memburu waktu. Ini sering sekali saya alami di mana seseorang tak memberi kode sedikit pun bahkan hingga dia berdiri di depan angkot tanpa dosa lalu naik angkot lain.

3. Meskipun rata-rata mobil angkot itu berusia senja dan terkesan rengsek, tak semua harus dihampas keras ketika ditutup. Terutama pintu bagian depan samping sopir. Jika kamu kebetulan duduk di samping sopir, jangan ragu bertanya ke si sopirnya, “Dihampas ya, bang?”. Jika ia mengiyakan barulah kamu boleh membantingnya dengan penuh suka cita.

4. Jika kamu laki-laki, duduklah di dekat pintu keluar. Sangat tidak elok, menurut saya, kalau ada penumpang laki-laki duduk di pojok angkot dalam sebuah mobil angkot. Apalagi sambil merem-merem dengar musik. Kecuali  terpaksa sekali. Kenapa harus duduk di bangku pintu keluar? Pertama, ini memudahkan kamu untuk keluar jika ada apa-apa. Kedua, kamu bisa membantu penumpang lain menaikkan barang-barangnya atau membantu membongkar muat. Artinya, duduk dekat pintu keluar adalah "Jiwa Laki". Kalau kamu berjiwa penolong, tentu saja duduk dekat pintu keluar merupakan kenikmatan tersendiri.

5. Pakailah sedikit wewangian. Kamu tahu, betapa sebalnya orang di samping kamu yang mencium aroma busuk dari sisimu berada. Bisa jadi ia tak akan lupa dengan dirimu dan menandai wajah kamu agar di kemudian waktu dia bisa lebih mengantisipasi duduk di samping kamu yang busuk.

6. Bawa air minum. Kalau dari KM 6 menuju ke Berbas wilayah Bontang membawa air minum jelas tak terlalu penting. Tapi kalau kamu kebetulan sedang berada di luar kota, Jakarta atau Surabaya misalnya, air minum sangatlah penting. Kondisi Jakarta yang gerah memang acap kali membuat dahaga ini leher.

7. Jangan berdandan di angkot. Ini tidak bagus dan tidak sehat. Ingat, kamu sedang berada di tengah-tengah orang ramai dengan jarak hanya sekedip mata. Saya pernah melihat penumpang wanita di sebuah angkot sempat-sempatnya mengeluarkan eye shadow-nya lalu kemudian menjepit-jepit bibir kayak kena stroke saking sibuknya dandanin wajah. Boleh-boleh saja tapi harus proporsional, jangan abnormal!. 

8. Yakin ada duit. Sebelum naik angkutan kota, periksa lagi kantong kamu, jangan-jangan belum bawa duit atau lupa. Ingatlah wajah sopir angkot yang mati-matian mencari nafkah untuk keluarganya hari itu, malah kini kamu yang menari-nari di atas penderitannya karena tak bawa duit. Padahal si sopir sudah bela-belain ngantar kamu sampai ke tujuan.

Nah, sahabat, itu dulu catatan saya. Ini adalah catatan pertama saya di www.kaltimtoday.com. Semoga ke depan saya bisa menulis kembali dengan tema-tema yang lain yang pastinya, Insya Allah, lebih menarik walaupun mungkin di mata kamu terkesan sedikit ngaco’. Hehehe. Tetap semangat!



[Choy Singodimedjo, penulis adalah seorang blogger dan penikmat dunia humor. Menyukai aktifitas membaca dan menulis di luar kesibukannya sebagai seorang pengamat politik amatiran]


Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.