News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Pelajar dan Teknologi Internet Masa Kini

Pelajar dan Teknologi Internet Masa Kini


KALTIMTODAY – Teknologi internet merupakan salah satu simbol berlangsungnya pergiliran revolusioner bidang pengetahuan dan teknologi masa kini. Sebagian orang menyebutnya sebagai “Era Dunia Ketiga”. 

Keterangan ini secara umum bisa kita dapati di banyak lapisan masyarakat. Diantaranya, di kalangan anak usia dini sampai usia produktif, seringkali tak bisa berlepas diri dari kemapanan teknologi internet untuk memecahkan masalah. 

Internet ibarat raja tiada tandingan, kalau soal pengetahuan. Bahkan, jika boleh dinobatkan, saya menyebutnya sebagai benteng utama ilmu pengetahuan. Mungkin ini terkesan mengada-ada. Tapi fakta ketangguhan, kejelian, dan sisi proximity dari internet pun tak bisa kita elakkan lagi. Hanya kata luar biasa yang dapat terucap. 

Fenomena teknologi informasi dan internet hari ini memang jelas sesuatu yang luar dari yang biasa. Anda tahu Google, kan? Dia adalah mesin pencari paling santer kita dengar sebagai raksasa cyberspace. Selain paling populer karena kecanggihannya, Google juga mesin pencari paling diakui oleh khalayak, ketimbang mesin telusur lainnya. 

Raksasa Google, jika boleh disebut demikian, telah menjadi hulu ledak gempita internet yang kini hadir mempermudah urusan orang-orang. Perpustakaan digital atau Maktabah Samilah yang biasa kita dengar banyak dimanfaatkan oleh pondok-pondok pesantren, juga mengambil data dari internet melalui raksasa ini. 

Entah siapa yang pertama kali mencetuskan perpustakaan digital, yang jelas ia telah memberi sumbangsih sangat berharga bagi umat manusia. Dengannya peluang untuk menyelesaikan masalah jadi lebih mudah. 

Dengan adanya perpustakaan digital (digital library) ini telah membuat orang lebih cepat menikmati bacaannya tanpa harus bersusah payah mencari sumber-sumbernya terlebih dahulu. Apalagi jika misalnya harus ke perpustakaan besar sebangsa Harvard University di Amrerika sana, betapa repotnya.

Dengan internet pun, kita bisa memantau pembaharuan informasi seputar banyak hal dari berbagai penjuru dunia, diupdate setiap menit bahkan detik. Alhamdulillah, Tuhan telah menciptakan teknologi internet di era mutakhir ini, lewat perantara orang-orang jenius masa kini. Sehingga kita dapat menikmatinya sesuai keinginan. 

Gempuran Konten Asusila
Namun, inilah salah satu masalah yang disayangkan sebagai konsekwensi akses teknologi informasi yang tanpa batas saat ini. Sering tanpa kita sadari konten asusila baik grafis maupun visual seperti situs porno seringkali mencuat dalam ranah internet. 

Penelitian terakhir terkait masalah ini, mengungkapkan bahwa tingkat pergaulan remaja yang bebas saat ini, salah satu penyebabnya adalah situs porno di internet. Ditambah lagi oleh penetrasi portal jejaring sosial yang biasa kita akses saat online. Banyak pertemuan remaja tak wajar, berawal perkenalan sesama teman online. 

Memang tak ada salahnya dan semua berhak menggunakan internet, namun semestinya bisa dimanfaatkan dengan sewajarnya. Pengetahuan harus kita butuhkan. Namun sayangnya, umumnya remaja sekarang lebih memilih situs dating dan Facebook-an seharian dibanding menambah pengetahuannya dengan memanfaatkan fasilitas blogging dan searching

Saya ingin menyarankan, boleh saja FB-an, silahkan main game online! Tapi. Ada tapinya, nih, ya. Jangan sampai waktu kita terporsir, sehingga melupakan kewajiban kita, melupakan pekerjaan kita sebagai seorang pelajar, yaitu belajar. 

Kita dididik oleh orangtua, guru dan pendidik lainnya, tidak hanya sebatas teori, tetapi juga aplikasi (praktik). Dari mulai orangtua, guru, dan lainnya, mengajarkan kita untuk selalu menghargai tugasnya. Tugas kita sekarang adalah seorang pelajar, maka kita harus belajar, memperluas ilmu pengetahuan, memperluas wawasan, terobosan, dan kegiatan baru. Itu baru seorang pelajar berdedikasi. 

Tetapi kenyataannya banyak remaja yang belum menyadarinya. Tidak ada rasa kasihan kepada diri sendiri. Sehingga pandangannya jadi buram, tak terarah. Hanya sedikit yang sadar. Dan, malah berbuat hal negatif. Terkhusus pada pemakaian internet sebagai simbol revolusioner pengetahuan. 

Lumbung kemaksiatan yang selama ini menjadi biang kerok bahkan sering dinisbatkan terhadap internet, harus kita hapuskan. Internet harus menjadi sasaran bacaan remaja, bukan sasaran permainan atau sekedar hiburan remaja. Internet harus jadi rancangan pembangunan karakteristik remaja. 

Kesadaran Diri
Namun bagaimanapun pesan kebajikan itu tersampaikan, keputusan untuk memilih tetap kembali kepada setiap person. Apakah ingin memilih yang baik atau yang buruk, ini tergantung kepada pribadi kita masing-masing. Teknologi internet telah terbentang dengan berbagai keunggulannya, tinggal bagaimana sekarang kita memanfaatkannya. 

Yang jelas harapan kita, remaja bangsa ini jangan sampai terjerat lebih jauh ke dalam hal mudharat terutama dalam memanfaatkan internet. Kelabilan seorang remaja janganlah menjadi penghalang untuk berdedikasi dalam prestasi, kreasi, dan inovasi. Sebab sebenarnya remaja dapat mengatasinya, kalau mau berkecimpung, serius dalam mencapai hasil prestisius, kreatif dan inovatif.

Andai saja seperti itu, maka tak ayal masyarakat akan selalu berpikir bagaimana ia bermodal sekarang, pertanggungjawaban hari kemarin, dan rancangan hari esok. Remaja harus jadi penyokong perubahan yang lebih baik negara masa depan. Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani, dengan ketiganya, maka buatlah Negara maju. 

Internet harus dijadikan tolok ukur keberhasilan. Mencari pengalaman lewat internet, mencari informasi keilmuan lewat internet. Bahkan jadikan mesin pencari uang cepat, singkat, dan padat. Tentu ini bukan dalam hal perjudian, semata-mata instan, ataupun dengan bermain game tanpa aturan dan seenaknya. 

Tetapi, kita memanfaatkan internet dengan misalnya mengirimkan naskah untuk ikut lomba karya ilmiah, kirim artikel ke portal-portal berita premium, menulis makalah, bisnis dengan berdagang online yang halal dan lain sebagainya.

Internet sepantasnya menjadi simbol revolusioner ilmu pengetahuan. Oleh karenanya agar pernyataan ini sesuai dengan keterangan beberapa tahun terakhir ini, maka penulis mengharapkan perubahan kita sebagai remaja ke arah stabilitas pribadi yang positif. 

Nah, sahabat sekalian, ilmu pengetahuan harus kita lebih diutamakan ketimbang berseliweran di jejaring liar yang tak menentu akan adanya hasil serta manfaatnya. Wa allahu ‘alam.*



[Aba Idris Shalatan, penulis adalah mahasiswa IDIA Prenduan. Aktif di perkumpulan Kajian Orang-orang Pinggiran (KOPI), Kajian Maktabah, Generasi Jurnalistik Al-Amien Prenduan (GEJORA). Karya-karyanya pernah dimuat di Malang Post, Radar Madura (Jawa Pos Group), Majalah Khazanah, Padang dalam Puisi] 






Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.