Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pengusaha Swedia Minati Maloy

Kamis, 11 Oktober 2012 | 04:00 WIB Last Updated 2012-10-10T21:00:04Z
KALTIMTODAY -- Duta Besar Swedia Ewa Polano, tertarik dengan pengembangan Maloy Trans Kalimantan Economic Zone (MTKEZ) di Kabupaten Kutai Timur. Menurut dia, pengembangan kawasan industri yang terintegrasi tersebut sangat sesuai dengan karakteristik daerah Kalimantan Timur yang masuk dalam Koridor Ekonomi Kalimantan.

Setelah mendengar penjelasan Pemprov Kaltim mengenai MTKEZ, Ewa semakin antusias karena program pengembangan MTKEZ masuk dalam program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan bisnis bersama delegasi Swedia ke Pemprov Kaltim, beberapa pekan lalu.

"Saya akan ajak perusahaan-perusahaan Swedia untuk berinvestasi di kawasan industri MTKEZ. Dari pertemuan ini, akan ada pertemuan-pertemuan selanjutnya yang membahas khusus tentang itu," kata Ewa Polano di hadapan jajaran Pemprov dan delegasi bisnis Swedia.

Hal itu sesuai dengan keinginan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak, yang siap untuk memberikan jaminan dalam bentuk stabilitas keamanan, law enforcement dan pelayanan prima untuk perijinan bagi investor asing maupun lokal yang ingin berinvestasi di Kaltim, termasuk di MTKEZ.

MTKEZ adalah integrasi antara Kawasan Industri Olechemical dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Maloy, Kawasan Industri Mineral Trans Kalimantan Economic Zone (TKEZ) dan Kawasan Industri Kimia Batuta Coal Industrial Port (BCIP). Lokasi yang dipilih adalah di Kecamatan Sangkulirang, Kaliorang dan Bengalon (Lubuk Tutung) di Kabupaten Kutai Timur.

MTKEZ merupakan salah satu lokus pembangunan di Koridor Ekonomi Kalimantan yang akan menjadi bagian dari postur konektivitas nasional guna memaksimalkan pertumbuhan ekonomi.

"Selain itu, pengembangan MTKEZ juga untuk memacu perkembangan perekonomian di wilayah timur dan utara Kaltim, sehingga terjadi pemerataan pembangunan yang mengarah pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitarnya," ucap Awang. (her/hmsprov).

Foto : Wakil Gubernur Kaltim H Farid Wadjdy menerima kunjungan Dubes Swedia untuk Indonesia Ewa Polano. (syaiful/humasprov kaltim)
×