News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Spesial Jum’at: Yuk, Bershalawat!

Spesial Jum’at: Yuk, Bershalawat!

KALTIMTODAY -- “Tak usah risau dengan pelecehan dan penghinaan terhadap agama Islam dan Nabi Muhammad SAW. Biarkan saja mereka yang membenci melakukannya. Toh, meskipun dilecehkan dan dihina, Islam tetap mulia. Predikat manusia terbaik juga selamanya tersemat pada diri Rasulullah. Tindakan biadab itu justru semakin meneguhkan keteladanan diri pribadinya”.

Demikianlah salah satu pernyataan seorang rekan yang tidak setuju dengan aksi penentangan terhadap film The Innocence of Muslim yang dilakukan kaum Muslimin di sebagian besar negara-negara Islam.

Pada kesempatan lain, dalam sebuah diskusi juga terlontar ungkapan senada. “Itu urusan mereka dengan Allah SWT sebagai Rabb. Serahkan saja urusan ini kepada Allah, sebagaimana kakek Rasulullah SAW, Abdul Muththalib, menyerahkan urusan Ka’bah kepada Rabbnya saat hendak diserang oleh tentara gajah.”

Itulah polemik yang muncul terkait dengan pemutaran film Innocence of Muslim yang menggambarkan diri Rasulullah SAW yang haus darah dan gila perempuan. Film kelas teri yang disutradarai oleh Sam Bachile ini memantik aksi kaum Muslimin di seluruh penjuru dunia. 

Aksi tersebut dilakukan, salah satunya adalah menuntut agar dijatuhkan hukuman setimpal kepada semua pihak yang terlibat dalam pembuatan film, khususnya sang sutradara.

Masalahnya, ada saja beberapa orang yang tidak setuju dengan aksi penentangan terhadap film penghinaan tersebut. Pernyataan dan komentar di atas sebagai bukti konkrit anggapan ini. 

Bahkan, dalam beberapa komentar di jejaring sosial ada yang menyebutkan aksi protes tersebut sebagai tindakan yang sia-sia dan merugikan umat Islam sendiri. Ironisnya, itu dilakukan oleh orang yang mengaku beragama Islam.

Satu hal yang layak direnungi bersama. Tak disangkal, tindakan pengecaman atas penghinaan Nabi SAW adalah salah satu bentuk ghirah (kecemburuan) dan kecintaan kepadanya. 

Sehingga, kalau bisa dikatakan, sikap itu terjadi refleks begitu saja karena kehormatan Islam diperlakukan dengan sangat tidak beradab. Itu adalah ghirah kepada diri Rasulullah SAW dan agama Islam. Dan itu wajar untuk dilakukan.

Lantas mengapa muncul logika berpikir yang menyangka itu semua sia-sia dan tidak memberi solusi. Apakah ini logis dilakukan kalau landasannya adalah ghirah kepada Nabi SAW. Di mana kecintaan kita kepada manusia yang dinyatakan langsung oleh Allah agar mencontoh kepadanya. Justru sebaliknya, inilah yang tidak wajar bagi seorang Muslim.

Kalau Barat menghina agamanya, itu wajar karena sejarah kelam keagamaan yang mereka alami pada zaman pertengahan. Segala yang berbau agama, seperti Tuhan, nabi, dan kitab suci semuanya hendak dihina. Inilah yang kerap dilakukan oleh segelintir orang di Barat yang membenci Islam. 

Seorang yang dihina istrinya saja pasti akan marah dan tidak terima. Dan tidak mungkin ia beranggapan, “Tidak mengapa istri saya dihina dan dilecehkan, ia tetap mulia dan terhormat bagi saya, serahkan saja urusan ini kepada Tuhan”.

Selama ia masih cinta kepada istrinya, maka tidak mungkin ia beranggapan seperti di atas. Ini bukan istri, tapi Rasulullah SAW, yang mesti dicintai melebihi orang-orang terdekat kita.

Kita jelas sepakat kalau tindakan anarkis dan pengerusakan yang terjadi dalam aksi tersebut tidak baik, bahkan ada yang sampai menyebabkan jatuhnya korban jiwa di kalangan orang Islam sendiri, seperti di Pakistan. 

Tetapi, kita juga tidak ridha dengan aparat pemerintah yang bersikap brutal terhadap pengunjuk rasa dalam aksi ini, seperti di Indonesia. Lebih tidak setuju lagi dengan orang Islam yang malah mencela-cela tindakan penentangan pelecehan nabi.

Sederhananya, kemungkaran yang hanya dibenarkan dalam hati saja sudah dianggap selemah-lemahnya iman, apalagi sampai pada taraf tidak berbuat apa-apa dengan kemungkaran tersebut. 

Semoga saja ghirah keimanan selalu melekat pada diri pribadi kita sebagai seorang Muslim. Mumpung hari Jum’at, yuk, kita bershalawat lagi atas Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam



[Azhari, penulis adalah blogger asal Kaltim, kandidat master Studi Pemikiran di Universitas Ibn Khaldun Bogor].








Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.