Kaltim Berusaha Buka Kesempatan Kerja


KALTIMTODAY -- Pemprov Kaltim terus berupaya mendorong pertumbuhan sektoral/sektor usaha guna terciptanya lapangan kerja baru serta perluasan kesempatan kerja melalui pemberdayaan potensi ekonomi, termasuk pengembangan potensi sumber daya alam yang mempunyai prospek pasar yang jelas dan nilai ekonomi tinggi.

Hal itu dikatakan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak dalam sambutan tertulis yang disampaikan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setprov Kaltim, HM Sa'bani, pada pembukaan Rakor antara Dinas Tenaga Kerja provinsi dan kabupaten/kota dengan Instansi Pembina Sektor Usaha (IPSU) provinsi dan kabupaten/kota se-Kaltim, di ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, beberapa waktu lalu.

"Kondisi awal 2008 angka pengangguran di Kaltim 11,11 persen atau setara dengan jumlah 157.634 orang, pada 2013 ditargetkan turun menjadi 7,42 persen atau 131.934 orang. Namun dalam perjalanannya, menurut data statistik 2011 realisasi angka pengangguran masih cukup tinggi yaitu 173.693 orang," ungkap Sa'bani.

Guna menurunkan angka pengangguran di Kaltim, Pemprov melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim melaksanakan sejumlah kegiatan seperti pameran bursa kerja (job market fair), melakukan pendataan kebutuhan tenaga kerja oleh perusahaan pengguna tenaga kerja melalui petugas pengantar kerja.
Kemudian, melakukan pelatihan/pemagangan dalam dan luar negeri berbasis pengguna dan kompetensi.

"Pada dasarnya Pemprov terus berupaya menciptakan lapangan kerja dan perluasan kesempatan kerja, sejalan dengan berkembangnya penanaman investasi, baik melalui investasi pemerintah maupun swasta pada kegiatan pembangunan infrastruktur seperti sarana jalan, jembatan, irigasi, telekomukasi, sarana air bersih, perhubungan darat, laut, udara, pengelolaan sumber daya alam non industri dan lain sebagainya," urainya

Sa'bani menjelaskan penurunan angka pengangguran menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah seperti yang tertuang dalam RPJMD 2009-2013 Kaltim.

Namun, tantangan ke depan tidak hanya upaya untuk menurunkan jumlah angka pengangguran, lebih dari itu bagaimana upaya kita mempersiapkan para pencari kerja lokal agar siap memasuki persaingan era pasar global lingkup negara anggota Asean tahun 2015.

"Hal tersebut, suka tidak suka, mau tidak mau harus kita hadapi. Apa yang kita lakukan hari ini sangat menentukan keberhasilan di hari esok," tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Disnakertrans Kaltim, H Ichwansyah, mengungkapkan Rakor ini merupakan sarana komunikasi untuk mengetahui seberapa jauh perkembangan daya serap tenaga kerja pada seluruh sektor usaha di kabupaten/kota dalam upaya untuk menurunkan jumlah angka pengangguran yang perkembangannya terus berfluktuatif.

"Melalui Rakor ini kita berusaha melakukan koordinasi dan sinkronisasi dalam kebijaksanaan pembangunan di bidang ketenagakerjaan dengan instansi pembina sektor usaha baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota," ungkapnya.

Rakor kali ini mengangkat tema "Kebijaksanaan Pembangunan Ketenagakerjaan di Kaltim dalam Memasuki Persaingan Pasar Bebas di bidang Ketenagakerjaan 2015". Peserta Rakor sebanyak 85 orang dari Pemprov Kaltim dan Pemkab/Pemkot se-Kaltim, serta dari instansi vertikal. (her/hmsprov)

Foto: Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak meninjau kegiatan pameran bursa kerja (job market fair) 2012, sebagai upaya mengurangi angka pengangguran di Kaltim. (dok humasprov kaltim)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel