Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Mewaspadai Manusia Irasional

Jumat, 16 November 2012 | 06:27 WIB Last Updated 2012-11-16T01:04:16Z
KALTIMTODAY -- Banyak manusia hari ini yang irasional, tidak menggunakan akal sehat, sehingga apa yang diperbuat dan diputuskan selalu tidak masuk akal.

Tak hanya hari ini, di masa lalu, manusia irasional pun telah ada. Namun sayangnya tak banyak manusia yang mau mengmbil pelajaran darinya.

Contoh manusia-manusia irasional, lihat saja Raja Louis yang tragis karena bertindak irasional yang dikenal perkataannya adalah hukuman. Ada Namrudz yang kalah debat dengan Nabi Ibrahim, lalu kalang kabutlah dia.

Ada pula Firauan, yang meksi dia seorang raja yang seharusnya mengayomi, mengapresiasi, dan mencintai rakyatnya, justru dia mengabaikan pekerjaan utamanya itu karena lebih fokus menghabisi orang yang dianggap musuh.

Manusia irasional tentu berbahaya. Karena orang semacam ini doyan bertindak arogan, picik, dan merusak mental kelompok. Lebih berbahaya lagi apalagi manusia irasional ini adalah orang yang memegang tampuk kepemimpinan dalam sebuah komunitas besar. Tak hanya akan merugikan dirinya sendiri, tapi lebih dari itu, ia mencelakakan manusia yang lain.

Dan jangan heran, karena disergap dengan perilaku hidup materialistik dan dikungkung pragmatisme, manusia irasional tak jarang menjadi orang yang sangat jahat, kejam, bengis, dan dalam waktu yang sama selalu menghamba kepada manusia untuk dipuja, dihargai, dihormati, dan merasa selalu memiliki wibawa.

Maka dari itu, kita harus rasional, terukur dan tahu masalah. Manusia irasional adalah orang yang tak tahu masalah, tak bisa memetakan masalah, dan selalu merasa telah melakukan yang terbaik atas segala keputusan-keputusannya.

Waspadalah, janganlah menjadi manusia irasional!


[Ongkong Puji, penulis adalah penikmat berita-berita sandiwara politik]
×