"Pelajar, Jangan Coba-coba Narkoba!"


KALTIMTODAY -- Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak berharap, semua pelajar di Kaltim jangan sampai terjebak rayuan atau mencoba-coba mengunakan Narkoba dan diharapkan mulai hari ini harus berjanji pada diri sendiri untuk tidak terpengaruh dalam hal penyalahgunaan Narkotika.

"Anak-anakku semua harus percaya, kalau kalian terlibat masalah Narkoba itu keluarganya kiamat. Karena orang tua dan keluarga kita akan sangat sedih, karena itu untuk menangkal bahaya narkotika tentunya perlu filter dengan melakukan kegiatan positif," ajak Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak di hadapan ribuan pelajar pada seminar Penyuluhan Hukum Narkotika dan Sanksi Pidana di aula SMA 10, belum lama ini.

Pihaknya sudah mengintruksikan melalui dinas pendidikan, semua sekolah harus berani memasang slogan pada pintu masuknya yakni sekolah bebas Narkoba, karena Kaltim sudah bertekad pada 2015 bebas Narkoba yang tentunya dimulai dari unsur pendidikan.

"Kepada para guru saya titip lakukan terus pengawasan, kita akan memberikan sanksi sangat berat baik murid maupun kepada orang tua apabila anaknya terlibat penyalahgunaan Narkoba," tegasnya.

Gubernur Awang merasa prihatin kondisi di Pembaga Pemasyarakatan (Lapas), karena rata-rata dua pertiga penghuninya adalah terlibat kasus Narkoba. Selain itu peringkat Kaltim secara nasional terkait temuan kasusu penyalahgunaan Narkoba yang sebelumnya peringkat lima sekarang menduduki peringkat tiga.

Dengan kondisi demikian pemerintah terus berusaha merubah rangking tersebut, dengan segala upaya salah satunya melalui seminar ini. Sedangkan bagi mereka yang terlanjur ketergantungan Narkoba, pemerintah juga sedang membangun pusat rehabilitasi di Narkoba.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kaltim Musyahrim mengatakan, kegiatan ini berkaitan peringatan hari pendidikan nasional dan baru pertama dilaksanakan yang melibatkan ribuan pelajar SMA, dengan tujuan agar para siswa dapat terhindar dari pengaruh Narkoba serta pergaulan yang tidak diharapkan.

Seminar Penyuluhan Hukum Narkotika dan Sanksi Pidana tersebut, merupakan kerjasama Dinas Pendidikan dan Kejaksaan Tinggi Kaltim, dengan menghadirkan nara sumber Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kaltim, Maridup Samosir Pakpahan dan Kasie Pinkum Kejati Kaltim Yudi Setiawan.

Pada kesempatan itu, gubernur juga melepas delapan siswa SMA 10 untuk belajar ke universitas Kyoto Jepang.(sar/hmsprov).

Foto: Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menyapa para pelajar yang menghadiri Seminar Penyuluhan Hukum Narkotika dan Sanksi Pidana (Sarjono/humasprov kaltim)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel