Pemerintah Pusat, Akuratlah Hitung Kuota BBM!


KALTIMTODAY -- Dalam Rapat Kerja (Rakor) empat Gubernur se-Kalimantan di Balikpapan, Senin (26/11) selain menuntut kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang sesuai dengan kesepakatan di Banjarmasin, pertemuan itu juga meminta Pemerintah Pusat lebih cermat menghitung kuota BBM bersubsidi 2013, sehingga tidak mengalami kekurangan.

Selama ini perhitungan kuota BBM didasarkan hanya pada jumlah penduduk, pertumbuhan kendaraan dan pertumbuhan ekonomi saja. Tetapi mempertimbangkan panjang jalan, panjang sungai dan kebutuhan generator listrik baik milik pemerintah maupun milik swasta.

Gubernur Kaltim, Dr. H. Awang Faroek Ishak menjelaskan jika penambahan kuota berdasarkan jumlah penduduk, kuota Kalimantan, khususnya Kaltim selalu tertinggal dengan Pulau Jawa.

"Jumlah penduduk Kaltim saat ini 3,6 juta dengan pertumbuhan ekonomi yang sangat cepat. Begitupun dengan pertumbuhan kendaraan yang meningkat pesat setiap tahun," ujarnya.

Pada 2011, pertumbuhan kendaraan roda empat di Kalimantan tertinggi berada di Kaltim dengan jumlah 208.924 unit. Sementara pertumbuhan kendaraan roda dua tertinggi di Kalimantan Selatan dengan jumlah 1.278.509 unit.

Secara keseluruhan jumlah kendaraan di Kalimantan mencapai 3.963.257 unit yang terbagi kendaraan roda dua 3.493.154 unit dan roda empat sebanyak 470.103 unit. Jumlah ini dipastikan meningkat pada 2012 dan 2013 serta membutuhkan BBM yang lebih banyak setiap tahun.

"Jaringan di jalan provinsi khusus di Kalimantan Timur saja saat ini mencapai 8.189,78 kilometer. Sedangkan rasio panjang jalan terhadap luas wilayah adalah sebesar 52,53 kilometer per 1.000 kilometer persegi," ujar Gubernur.

Selain itu sungai-sungai di Kalimantan juga membutuhkan kapal-kapal angkutan yang juga berbahan bakar premium ataupun solar. Pada daerah pesisir, transportasi laut juga sangat bergantung dari BBM untuk operasional sehari-harinya.

"Ini yang tidak dihitung Pemerintah Pusat. Untuk itu, empat Gubernur se Kalimantan meminta penghitungan yang lebih cermat dan akurat pada kondisi-kondisi tersebut," ujar Awang Faroek.(yul/hmsprov).

Foto : Gubenur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak memimpin Rapat Koordinasi bersama Wakil Gubernur Kalbar, Christiandy Sanjaya, Wagub Kalteng H Achmad Diran, Staff Ahli Gubernur Kalsel H Hadi Susilo dan Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Dicky W Usman, membahas tentang Kuota BBM bersubsidi di Kalimantan.(fajar/humasprov kaltim)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel