Inilah Destinasi Liburan Terbaik, Mau?

KALTIMTODAY -- Liburan. Siapa yang tidak senang dengan liburan? Setiap orang pasti suka liburan. Tidak hanya anak-anak, orang dewasa, bahkan orang yang telah berumur, pun suka liburan. 

Liburan tidak pula terkhusus bagi mereka yang berkantong tebal, mereka yang berstatus sosial kelas “bawah”, juga tidak ketinggalan. Singkat kata, seluruh lapisan masyarakat mendambakan liburan.  

Pada dasarnya melakukan liburan itu sah-sah saja. Bahkan kegiatan ini akan menjadi wahana perbaikan mutu/mood aktifitas di hari-hari berikutnya. Kok bisa?? Ya, sudah dimaklumi bahwa salah satu sifat dasar manusia adalah bosan. Bosan dengan rutinitas. Efeknya, kualitas dari suatu pekerjaan pun mengalami penurunan.

Dalam kondisi inilah, kita butuh suasana yang berbeda, yang mampu memalingkan perhatian kita dari rutinitas yang menjemukan itu, ke hal-hal yang menarik, yang akan mampu mengendorkan syaraf-syaraf yang tegang, menjadi lebih normal, otot-otot yang kaku menjadi lebih kendor lagi, dan otak yang ruwet menjadi lebih fresh. Dan, liburan menjadi pilihannya. 

Dengan demikian, menjadi penting buat kita untuk memaknai liburan. Sehingga ketika kita hendak berlibur, kita tidak salah dalam menentukan destinasi tempat liburan. Dan realitasnya, kondisi inilah yang tengah mewabah di masyarakat; salah dalam memaknai liburan. 

Sebagian orang memaknai liburan sebagai ajang untuk bersenang-senang semata. Karena demikian, pemilihan tempat pariwisatanya pun serampangan, tidak dipilah dengan seleski yang matang. Tidak cukup itu, bahkan, tak jarang harus menyedot anggaran selangit. 

Sudah begitu, manfaat yang diperoleh pun “nihil”, alias tidak memiliki dampak positif sedikitpun, dari sebelum dan sesudah liburan. Yang ada justru sebaliknya, justru kerugian; waktu yang digunakan, tenaga yang terkuras, hingga dana yang terbilang tidak kecil. 
Asas Manfaat  
Salah satu penyebab kelirunya kita memilih tempat liburan, karena kita menghilangkan dimensi positif dalam liburan tersebut. Kita hanya fokus kepada unsur kesenang-senangan semata, dan mengabaikan unsur kemanfaatannya. 

Padahal, telah nyata bahwa kesenang-senangan itu belum tentu akan membuahkan kemanfaatan. Sebaliknya, hal yang bermanfaat pastilah akan membuahkan kebaikan. 

Orang cerdas adalah orang yang mampu menimbang manfaat dari setiap kegiatannya, termasuk dalam berlibur. Ketika ia mengetahui bahwa manfaat yang dihasilkan dari apa yang ia lakukan tidak sesuai dengan modal yang ia persiapkan, maka ia akan lebih memilih meninggalkannya, dan menggantinya dengan alternatif yang lebih bermanfaat. 

Dalam konteks ini, Nabi pernah menjelaskan tentang ciri orang (muslim) terbaik. Mereka ialah yang memiliki kemampuan untuk memilih dan memilah perkara yang bermanfaat dan tidak bermanfaat bagi diri mereka. Kemudian, mereka mengutamakan untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat dan menjauhi perkara yang kurang produktif. 

“Di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah). 

Wisata Terbaik!
Saat ini, khususnya bagi anak-anak sekolah, adalah masa liburan. Mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA/Sederajat), semua memasuki masa libur. Tidak ada proses belajar-mengajar secara formal. Semua tengah off

Untuk mengisinya, tidak sedikit orang yang dibingungkan memilih tempat pariwisata yang akan mereka tuju. Padahal, kalau saja mereka cukup jeli dan teliti, maka rumah, tetangga, serta kerabat bisa kita jadikan tempat periwisata yang mengasyikkan. 

Mungkin akan timbul pertanyaan, Apa menariknya berlibur di rumah? Eiiit..! nanti dulu, tahan dulu berfikir negatifnya. Perhatikan hal berikut. 

Bukankah selama ini kita sekeluarga atau dengan tetangga selalu “dijauhkan” kedekatan atau kemesraan kita dengan seabrek rutinitas masing-masing?. Apalagi bagi kita yang tinggal di pusat-pusat kota, wilayah di mana kita berdomisli. Di masa liburan inilah, kita lepas rindu dengan saling menjaga kebersamaan. 

Agar lebih menarik, maka perlu dirancang sedemikian rupa kegiatan demi kegiatan, sehingga nuansa liburan keluarganya pun akan kian terasa. Misal, dengan bersepeda atau jogging bersama. Setelah itu, diisi dengan kegiatan masak-masak atau acara bakar-bakar misalnya bakar jagung atau ikan. 

Semua itu dilakukan bersama-sama pula dengan riang gembira. Pilihlah tempat yang strategis di depan rumah, di taman-taman belakang rumah, atau bisa dibicarakan lagi dengan tetangga atau kerabat untuk menentukan tempat yang bagus. Tentu hal ini akan lebih bermanfaat, ketimbang harus berpariwisata ke tempat yang harus memakan waktu, tenaga, dan dana yang tidak sedikit. 

Manfaat dari kegiatan ini jelas, yaitu terjalinnya keharmonisan keluarga; suami dengan istri dan orang tua dengan anak secara bersamaan. Apabila kegiatan ini dilakukan bersama dengan tetangga kita, ini akan lebih mengakrabkan kekerabatan kita.

Ketika suasana ini mampu kita kondisikan dan kita rasakan, maka tidak ada lagi kebahagiaan yang mampu mengalahkannya di dunia ini. Akan terbangun apa yang disebut ‘Rumahku adalah Surgaku’. Adakah kebagiaan dan kesenangan yang melebihi hal ini?? 

Selanjutnya, ber-silaturrahim ke sanak keluarga menjadi alternatif selanjutnya. Dengan ber-silaturrahim akan mempererat tali persaudaraan yang sempat renggang, karena jarangnya terjalin silaturrahim. Dengan demikian, jalinan kasih antar sesama, khususnya famili, pun akan terus terjaga, meski jarak yang memisahkan itu cukup jauh. 

Nilai plus yang lain, jenis kedua pariwisata ini telah mendapat “rekomendasi” langsung dari Rasulullah untuk dilakukan, dan telah dijamin akan mendapatkan ganjaran dari Allah bagi mereka yang melakukannya. Dengan catatan ia tulus ikhlas karena Allah dalam mengerjakannya.  

Jadi, banyak hal manfaat yang bisa kita rengkuh ketika kita habiskan waktu libur bersama keluarga di rumah, atau di rumah kerabat-kerabat yang lain.  Kesimpulannya, dalam menghabiskan masa liburan, isilah dengan hal-hal yang penuh dengan manfaat, bukan sekedar mengejar kesenangan. 

Selanjutnya, berusaha menjalin keharmonisan satu keluarga, khususnya di masa liburan, itu akan lebih berguna dari pada harus dibingungkan dengan memilih tempat-tempat pariwisata yang ada. Akhirnya saya ucapkan, “Selamat Berlibur, Semoga bermanfaat!”

[Robinsah, artikel ini ditulis untuk www.kaltimtoday.com. Penulis adalah kontributor di sejumlah kanal transmisi untuk isu-isu sosial dan kegamaan. Ia juga aktif di Asosiasi Penulis Islam –API-. Sumber gambar ilustrasi: MI9]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel