News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Kenali Dirimu, Lejitkan Potensimu!

Kenali Dirimu, Lejitkan Potensimu!

KALTIMTODAY -- Suatu hari terdapat seekor singa betina yang tengah berjuang melahirkan di balik semak-semak. Setelah berusaha sekuat tenaga, lahirlah seekor anak singa jantan yang lucu lagi enerjik.  

Tidak lama berselang, si singa yang baru melahirkan itupun menyadari bahwa ia tidak memiliki apapun untuk dikonsumsi. Padahal perutnya sudah terasa keroncongan karena belum menikmati sepotong makananpun. 

Sebab itu, ia pun memutuskan untuk mencari mangsa. Anaknya yang masih nampak lemah ia tinggalkan di semak-semak tersebut sehewan diri. 

Di saat sang-singa betina tengah asyik berburu mangsa, di lain tempat terdapat segerombolan domba yang mendapati sang singa kecil. Mereka merasa iba mendapati bayi singa meronta-ronta sehewan diri. 

Karena merasa kasihan, merekapun membawanya ke rumah mereka. Singkat cerita sang singa itupun dididik oleh segerombolan domba dan diperlakukan seperti hal yang lainnya. Bulan berganti bulan. Tahun berganti tahun, tumbuhlah sang singa menjadi singa remaja. 

Suatu hari gerombolan domba itu beserta sang singa tengah menikmati perjalanan di tengah-tengah padang rumput. Tak dinyana mereka tengah diintai oleh seekor singa betina yang tidak lain adalah ibu dari singa remaja tersebut. 

Sejurus kemudian sang singa betinapun menghadang gerombolan domba tersebut. Aungannya menggelegar segala penjuru hingga membuat ngeri siapapun yang mendengarnya. 

Mengetahui bahaya di depan mata, pimpinan rombongan domba meminta sang singa remaja untuk mengeluarkan juga aungannya. Namun apa daya, sang singa remaja tidak mampu. “Mmmbbeeekkkk!!!”. Justru suara embikan yang keluar dari mulutnya ketika hendak mengaung. 

Sang singa betina pun menoleh ke arah asal suara. Dilihatnya seekor singa remaja seumuran anaknya yang telah hilang. Setelah diamati sedikit mendalam, sang singa pun meyakini bahwa itu adalah anaknya yang hilang setahun lalu saat ia tinggalkan sebatangkara di rerimbunan semak belukar. 

Tanpa menunggu lama, sang singa tancap gas hendak menghampiri anaknya untuk diajak pulang. Para domba yang diliputi ketakutan akan keselamatannya masing-masing, pun langsung ambil langkah seribu menyelamatkan diri, mengira sang singa betina hendak menerkam mereka. 

Sang singa remaja yang kaget melihat keadaan kacau-balau, pun ikut-ikutan lari. Sehingga terjadilah kejar-mengejar antar kedua singa tersebut. Karena larinya tidak begitu kencang, mudah bagi singa betina untuk menangkap anaknya. 

Di saat itu sang singa betinapun mengenalkan diri bahwa ia adalah ibunya. Tapi sang singa remaja masih saja meronta-ronta, meminta untuk dilepaskan dan diizinkan kembali pada segerembolan domba.

Karena tidak juga menyadari siapa sesungguhnya dirinya, sang indukpun membawa anaknya ke tepi sungai. Di sana, sang induk meminta anaknya untuk bercermin ke air, bahwa ia adalah seekor singa, sama seperti binatang buas yang memiliki aungan dahsyat yang tengah berada di hadapannya. 

Menyaksikan bayangan dirinya dari dalam air, kemudian membandingkannya dengan sosok binatang yang ada di depannya, barulah sang singa remaja itu menyadari siapa sesungguhnya dirinya. 

Sejak itu ia belajar untuk mengaung. Dan, akhirnya tumbuhlah singa remaja itu menjadi singa yang gagah lagi memiliki aungan yang sangat ditakuti oleh penghuni hutan. 

Kenali Dirimu! 
Mengenali potensi diri sangatlah penting dalam mengembangkan diri. Dengan demikian kita akan mudah dalam membidik target masa depan kita. Dengan bidikan yang terarah demikian akan berakibat terfokusnya kegiatan-kegiatan ataupun rencana-rencana yang tengah  ataupun yang akan kita lakukan. 

Sebaliknya dengan ketidaktahuan kita akan potensi diri, menjadikan kita tidak fokus dalam membidik sasaran. Dampaknya aktivitas-aktivitas kita pun terkadang berlawanan dengan potensi yang kita miliki. wal hasil, ‘emas permata’ yang ada pada diri kita, kita kubur dengan sendirinya. 

Apa yang terjadi pada cerita singa remaja di atas adalah gambarannya. Karena tidak mengenal akan hakekat dirinya, kedudukan mulianya sebagai si-raja hutan pun tidak mampu ia tunjukkan. Dan, hal itu mampu ia rengkuh setelah menyadari akan siapa dirinya sebenarnya, dan potensi apa yang ada pada dirinya. 

Demikian pula dengan kita. kita harus sering-sering bertafakkur, memikirkan, potensi apa sebenarnya yang kita miliki, yang saat ini sudah ataupun belum kita munculkan di permukaan. Setelah kita menangkap sinyal itu, baru kita asah sedemikian rupa, sehingga benar-benar menjadi ‘pusaka’ utama kita dalam meniti tangga kesuksesan. 

Sekiranya kita mampu melakukan hal demikian, kemudian beristiqomah dalam mengarahkannya sehingga kita menjadi ahli dalam bidang yang telah kita tentukan, maka sungguh, Insya Allah, masa depan cemerlang tengah menanti kita di masa mendatang.

Cukuplah kiranya apa yang menjadi pesan pribahasa Arab berikut ini, menjadi acuan kita untuk mengenali potensi diri kita masing-masing lebih dalam lagi, sehingga langkah hidup kita lebih terarah dan bermakna, “Halakam ruu’un man lam ya’rif qadrahu”, Celakalah seseorang yang tidak mengetahui kemampuan jati dirinya!.



[Robinsah, artikel ini ditulis untuk www.kaltimtoday.com. Penulis adalah kontributor di sejumlah kanal transmisi untuk isu-isu sosial dan kegamaan. Ia juga aktif di Asosiasi Penulis Islam –API-. Sumber gambar ilustrasi: DiariesOfAnExistentialist]

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.