Masyarakat Kaltim Harus Jaga Perdamaian


KALTIMTODAY -- Kondisi di Kecamatan Barong Tongkok, Kutai Barat, pasca kerusuhan Jumat (23/11) telah berangsur normal dan tenang. Masyarakat mulai kembali beraktifitas.

Menurut Wakil Gubernur Kaltim H Farid Wadjdy, terciptanya kondisi damai ini berkat peran tokoh-tokoh masyarakat setempat serta dukungan FKPD yang terdiri dari Kapolda, Danrem serta Gubernur Kaltim dan Pemkab Kubar yang mampu menenangkan warga.

Wagub Wajdy berharap kondisi ini dapat tetap dipelihara dan menghimbau masyarakat Kaltim hendaknya jangan mudah terpicu atau terpancing provokasi yang disebarkan melalui SMS (Short Message Service/pesan singkat telepon selular) dari pihak yang tidak bertanggungjawab hingga kemudian melakukan aksi-aksi anarkis.

Pemulihan kondisi ini sesuai kesepakatan yang dibuat pihak-pihak yang berselisih paham pada Sabtu (24/11) yang memuat 12 poin kesepakatan, diantaranya kewajiban salah satu pihak untuk melakukan upacara adat sebagai komitmen dan permintaan maaf atas permasalahan yang terjadi.

"Upacara adat dipimpin Bupati Kubar Ismail Thomas disaksikan aparat keamanan baik TNI maupun Polri. Momentum ini hendaknya dapat menjadi upaya bersama untuk meningkatkan pemulihan kondisi di sana agar lebih baik," kata Farid Wadjdy yang sebelumnya juga langsung meninjau lokasi kerusuhan untuk melihat kondisi di lapangan.

Diakuinya, keberadaan aparat keamanan tetap dipertahankan dan Kapolda Kaltim didukung Korem 091/ASN terus melakukan evaluasi terhadap perkembangan kondisi dan pemulihan keamanan.

Sementara itu, Pemprov Kaltim melalui Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memfasilitasi evakuasi bagi 898 kepala keluarga yang terdapat di Mapolres dan Makodim Kutai Barat serta Koramil Barong Tongkok berupa pendirian tenda dan dapur umum serta memberikan bantuan sembilan bahan pokok (Sembako).

Selain itu, aparat keamanan beserta instansi terkait secara intensif melakukan penjagaan terhadap pintu-pintu masuk ke Kubar agar tidak terjadi penyusupan orang-orang tidak bertanggungjawab yang dikhawatirkan dapat meperkeruh suasana yang mulai pulih.

"Peristiwa ini harus pelajaran berharga bagi kita semua, agar mampu berkomunikasi dan menjalin hubungan harmonis dalam kehidupan bermasyarakat. Hendaknya, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat Kaltim lebih pro aktif guna mendeteksi terjadinya konflik dalam masyarakat di Kaltim," harap Farid Wadjdy.

Sementara itu Gubernur Kaltim, Dr H Awang Faroek Ishak memberi apresiasi tinggi kepada semua pihak di Kutai Barat, terutama pihak-pihak yang bertikai untuk dapat segera meredam meluasnya konflik sehingga aktifitas masyarakat berangsur pulih.

"Saya minta kondisi ini tetap terjaga, seiring dengan kesadaran semua pihak untuk menjaga kedamaian di Kutai Barat," kata Awang.

Gubernur juga mengimbau agar aparat keamanan bertindak tegas terhadap oknum-oknum yang disinyalir melakukan upya-upaya provokasi untuk memancing kembali terjadinya kerusuhan.

Kepada Pemkab Kubar, Awang juga minta agar memfasilitasi para pengungsi untuk kembali ke kediaman masing-masing dengan rasa aman dan tentram.(yans/hmspprov).

Foto : Wakil Gubernur Kaltim H Farid Wadjdy (kanan) memberi penjelasan terkait penanganan dan situasi terakhir konflik di Kutai Barat nampak Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Dicky W Usman Gubernur Awang Faroek Ishak dan Kajati Kaltim M Salim menyimak penjelasan tersebut.(fajar/humasprov kaltim)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel