News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Portal Wilayah untuk Menjaring Komunikasi

Portal Wilayah untuk Menjaring Komunikasi


TERUS terang, saya terkesima dengan capaian Detikcom sampai sejauh ini. Trans Corp, korporasi tambun yang melebarkan sayap bisnis ke berbagai bidang ini, telah mengakuisisi laman detikcom pertengahan tahun lalu senilai 435 Miliar. Nilai fantastis!

Ada trend yang menarik, memang. Sebelum detikcom, forum komunitas terbesar di Indonesia, Kaskus, telah diakuisisi oleh Djarum juga dengan banderol ratusan miliar rupiah. 

Tahun lalu nampaknya menjadi tahun di mana situs situs populer Indonesia selama ini menanjak naik dengan masuknya para invenstor menyuntikkan darah segar. 

Tapi untuk kesempatan ini, kita tak akan membahas situs perihal di atas, yang notabene sebagian besar situs populer yang ada itu adalah portal yang berbasis di wilayah metropolitan dan sama sekali belum sepenuhnya –kalau tidak mau disebut tidak- membidik wilayah. 

Siklus portal yang memberikan layanan jasa memang telah marak di Amerika Serikat sejak beberapa tahun lalu yang menjadi kiblat global netizen. 

Dari sanalah mencuat nama perusahaan besar seperti Google, Facebook, Paypal, Amazon, eBay, LinkedIn, Twitter, Youtube, dan lain-lain. Fenomena semacam ini yang mulai menggeliat di Indonesia. Di sana tampaknya portal berita belum menjadi arus utama.

Sejauh pantauan saya, sebenarnya popularitas situs berita di Amerika tak segempita dengan kelahiran situs layanan lainnya selain konten. 

Bahkan, di tahun tahun awal ledakan lalu lintas berita sebagian besar negara di Eropa dan Amerika, media online hadir tetap sebatas pada transmisi klasik yaitu teks dan grafis. Barulah belakangan ini mulai bergeser ke tradisi yang lebih futuristik; audio visual. 

Menjalin Komunikasi, Menjaring Wilayah 
Potensi pengembangan portal fokus wilayah sepertinya memang belum menjadi perhatian banyak pemain online. Start-up media online seperti detikcom, Kompas.com, Inilah.com, Vivanews.com, dan sebagainya, pun sejauh ini dapat dikatakan belum sepenuhnya merambah jauh ke daerah. 

Dalam amatan saya, hanya beberapa saja yang sudah mulai seperti detikcom yang sudah membuka kantor biro di Bandung (detikBandung) dan Surabaya (detikSurabaya). 

Sementara untuk Kompas.com, kita akui memang terus mengandalkan jejaring Tribun Kompas Gramedia mereka yang memang nyaris telah merambah ke semua wilayah. 

Sehingga, saya kira, potensi media ini untuk berkembang pesat di masa mendatang lebih besar ketimbang media online serupa yang masih concern di wilayah Jakarta dan kota-kota besar saja.

Begitupun dengan Vivanews dan Okezone yang masing-masing berada di bawah kendali korporasi Viva Grup dan MNC Group. 

Nah, yang menarik adalah apa yang dilakukan oleh Inilah.com milik Muchlis Hasyim yang pada awalnya berbasis di Surabaya, kini telah mengapit ibukota. Dan, kini di untuk kanal Surabaya mereka sudah punya BeritaJatim.com

Mengapa yang dilakukan Inilah.com saya anggap menarik? Mungkin ini adalah salah satu trik PT Indonesia News Center yang mengelola Inilah.com untuk tetap dapat bersaing dengan situs berita lainnya. Yaitu membangun jejaring media partner dengan media cetak di sejumlah wilayah di tanah air. 

Sejumlah media harian daerah telah bergabung menjadi media parnter mereka. Saya kira, ini adalah langkah yang cukup strategis yang dilakukan Inilah.com untuk tetap eksis. 

Terbukti kemudian, dalam amatan saya nyaris 30 persen konten berita daerah yang diposting berasal dari media partner mereka.  Dan, kini mereka sudah menerbitkan Inilah Koran yang terbit di Bandung.

Seorang kolega, seorang senior editor di Brunei Times, pernah berkata kepada saya dalam sebuah kesempatan bahwa media online pendatang baru, apalagi yang belum seumur jagung, tak bisa hanya mengandalkan kecepatan posting berita.

Sebab, katanya, jika gaya demikian yang coba diterapkan, maka telah banyak portal berita serupa sudah lebih dulu hadir dan punya kemapanan dalam gaya semacam itu. Sehingga tak ayal sang pendatang baru ini lambat laun pasti akan terjungkal.

Masyarakat Referensial
Saya merasa cukup optimistis –bahkan berani- mengatakan bahwa situs portal wilayah punya peluang dan kesempatan lebih besar untuk berkembang di masa mendatang. Apalagi jika mengingat statistik netizen negeri ini kian hari semakin menanjak naik. 

Peningkatan tersebut memang tak bisa prediksi, karena terus meningkat tanpa bisa dipaut secara pasti. Namun satu hal yang pasti, bahwa teknologi informasi dan tradisi dalam dunia internet selalu dinamis bahkan bisa sangat radikal dalam perkembangannya.

Yang harus kita pahami bahwasanya yang dapat disebut perusahaan media bukan saja mereka yang sudah mapan berada di bawah sebuah raksasa korporasi media. 

Namun ada kesan yang muncul seolah-olah yang boleh disebut media adalah mereka yang sudah dikenal luas, mapan secara materi dan sumber daya lainnya, serta berada dalam lingkaran besar. Persepsi yang selama ini timbul seolah-oleh media adalah domain mereka yang berduit.

Kita barangkali masih ingat salah satu media di zaman orde lama, Penjawab, yang dikenal oplahnya kecil tapi berani bersuara lantang. Inilah yang ingin saya katakan, bahwa media adalah meraka mau menyurakan hak-hak sipil, bukan menenggelamkannya. Begitu pula dengan media online. Artinya, bukan berarti yang pendatang baru tak perlu digubris.

Masyarakat kita baik di kota besar maupun di wilayah-wilayah sudah cerdas. Dalam setiap aktifitasnya mereka selalu butuh referensi, informasi, menganalisanya, lalu kemudian memutuskan sebuah masalah. 

Begitupun dalam lingkup bisnis. Masyarakat tak bisa lagi dijejali isu yang berasal hanya dari satu sumber. Tidak mungkin. Semakin banyak referensi maka semakin akurat pula keputusan yang diambil. 

Sehingga kehadiran portal informasi wilayah baik untuk memberikan layanan jasa dan lain sebagainya, sudah sepatutunya kita apresiasi. Dan dengan demikian ini justru akan memberikan nilai lebih bagi sebuah wilayah.

Saya melihat ada ada dinamisasi informasi dan pengelolaan isu yang berkesinambungan untuk kemudian dientaskan secara elegan oleh pengambil kebijakan. 

Sehingga kehadiran blog portal seperti kaltimtoday.com sebagai salah satu media compare, jika tak mau disebut primer, di wilayah Kaltim patut pula didorong untuk terus dikembangkan, baik dari sisi kualitas, komposisi, profesionalisme, dan kode etik pers dan media. 

Wilayah jelas tak boleh diabaikan. Jika kita coba belajar kepada penghulu dunia internet yaitu Amerika Serikat, gaya semacam ini justru sudah menjadi tren di sana sejak awal awal internet booming di sana. 

Kita tahu, AS adalah negara federal yang wilayahnya terbagi-bagi menjadi negara bagian. Seperti ada negara federal Kentucky, Kansas, Marlboro, Mustang, Arizona, Tennesse, Texas, dan lainnya. 

Di setiap negara wilayah itu tumbuhlah situs situs wilayah populer. Salah satu diantaranya ada Google yang bermarkas di Mountain View, Facebook yang berkantor utama di Tennese, Amazon di Phoenix. 

Jadi mereka tidak harus bermarkas di kota utama seperti Washington DC atau New York untuk menjadi besar. Malah mereka berkembang sesuai dengan kebutuhan di wilayah mereka masing-masing. Lihat misalnya sejarah berdiri Facebook, yang pada awalnya hadir untuk mempertemukan alumni sekolah di wilayah. Tapi akhirnya ia berkembang menjadi komunitas besar hingga mendunia.

Inilah yang menurut saya bagus diterapkan di Indonesia. Iya, jelas kita tak harus menghadirkan layanan layaknya Google atau yang sejenis. 

Kanal transmisi informasi dan opini massa seperti media ini pun sudah cukup memberi kontribusi terhadap keberlangsungan pembangunan sebuah wilayah. Sebab, selain sebagai alat kontrol sosial, media online dapat menjadi media komunitas yang mempertemukan banyak potensi.

Kita berharap para start-up di dunia internet dalam negeri mulai melirik pangsa ini, pangsa wilayah ini. 

Wilayah Kaltim yang luasnya bukan main membutuhkan publikasi untuk menjaring komunikasi setiap elemen warga. Apalagi di masa mendatang gaya baca masyarakat kita, pelan tapi pasti, akan beralih di dunia cyberspace ini. **
  

[Yacong B. Halike, penulis adalah wartawan dan analis social media]

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.