Kita Adalah Bayi-bayi Kehidupan!


KALTIMTODAY -- Satu kesempatan dan satu kehidupan. Itulah sekiranya kata yang sangat tepat untuk disandangkan kepada kita sebagai manusia. Tidak ada kata kembali walau sejengkal, sedetik, se-apa-pun!.

Definisi hidup sungguh beragam. Hanya jika kita mampu mengazamkan pesan dari Tuhan, tentu kita akan menemukan banyak pesan yang coba disampaikan oleh pencipta hidup ini. Dan, kehidupan itu ibarat menanti kelahiran bayi dalam rahim.

Jabang bayi di dalam rahim diberi kesempatan selama sembilan bulan untuk tumbuh sempurna. Setelah itu tibalah masa dia untuk lahir. Apabila selama di kandungan proses tumbuhnya terganggu - misalnya anggota tubuhnya tidak tumbuh normal - maka ketika dia lahir tak lagi ada kesempatan baginya untuk kembali ke dalam rahim ibunya guna memperbaiki pertumbuhan yang tak sempurna itu.

Begitu pula dengan hidup. Ya, hidup kita. Waktu yang singkat ini apabila tidak dipergunakan sebaik-baiknya untuk menyempurnakan segala potensi kebaikan untuk bahan bekal, maka bila telah tiba kematian takkan ada lagi kesempatan untuk kembali memperbaikinya. Apabila cacat amalannya, maka cacatlah sepanjang kehidupan akhiratnya.

Lalu, bagaimana dengan kepercayaan yang meyakini reinkarnasi? Yakni sebuah persepsi tentang akan kelahiran kembali. Saya pernah membaca petuah dari seorang Budha bahwa kesempatan untuk menjadi manusia itu datangnya mungkin setelah ribuan tahun proses reinkarnasi. Menjadi manusia adalah langkah terakhir sebelum mencapai kesempurnaan. 

Bila saat menjadi manusia itu tidak dimanfaatkan dengan baik, maka jiwa tersebut akan kembali mengulangi proses reinkarnasinya hingga ribuan tahun sebelum diberi kesempatan kembali menjadi manusia.

Mana yang Anda yakini sama saja. Bila kita sia-siakan kesempatan yang kali ini diberikan, maka bagi kita takkan ada lagi kesempatan berikutnya. Seperti halnya bayi yang telah lahir tak dapat kembali masuk ke dalam rahim ibunya.

Untuk itu, kita hidup saat ini adalah hasil dari saat yang lalu. Apapun proses yang kita lalui saat masih berada di rahim seperti inilah hasilnya. Akan tetapi, untuk kehidupan nanti kita masih berupa rahim yang sedang dalam kandungan. Maka untuk hasil seperti apa kita di akhirat nanti ditentukan oleh proses saat ini.

Untuk itu saya hanya bisa berkata, lakukanlah hal yang terbaik saat proses kini, saat ini. Terus kembangkan potensi kebaikan-kebaikan Anda, dan rehabilir segera potensi-potensi ankara yang mau muncul, agar kelak kelahiran kita nanti akan sempurna.



[Andrea Muzackye, penulis adalah online social networker dan calon penulis www.kaltimtoday.com. Pria lajang yang mengaku anti pacaran sebelum menikah asal Kaltim ini adalah mahasiswa ilmu komunikasi di sebuah perguruan tinggi di Surabaya. Sumber ilustrasi: KnowledgeOverFlow]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel