Yuk, Saatnya Packing Setiap Waktu!

KALTIMTODAY -- “Saatnya Packing!”. Itulah status yang banyak berseliweran di jejaring sosial Facebook. Status seperti itu sering kita temukan di saat menjelang masa liburan seperti sekarang ini. 

Ya, liburan tahun baru sebentar lagi. Selain hari-hari besar lainnya, momen seperti ini memang sering dimanfaatkan banyak orang untuk mudik dan merayakan tahun baru bersama keluarga besar di kampung halaman.

Ada satu hal yang selalu terfikirkan saat menjelang mudik. Yaitu persiapan yang matang, agar mudik kita nantinya sesuai dengan apa yang direncanakan. Mulai dari mempersiapkan kendaraan, sampai pada pakaian yang akan dibawa. Karena mudik yang tanpa persiapan bukan tidak mungkin mengakibatkan mudik berantakan yang berakhir pada kejengkelan.

Maka, sampai di sini, kita bisa menarik kesimpulan bahwa, berhasil tidaknya saat mudik, ditentukan bekal yang kita bawa.

Jadi, dalam hidup ini kita sebenarnya sedang packing, mempersiapkan segala sesuatunya. Begitu pula dengan masa depan kita. Sukses tidaknya kita, ditentukan oleh banyak tidaknya bekal yang kita persiapkan. Nah, pertanyaannya, apa saja bekal yang sudah di persiapkan untuk masa depan kita ?

Masih segar diingatan kita tragedi yang baru-baru ini terjadi di Kota Depok, kasus Ronal Setiawan, pelajar kelas 3 SMK Kusuma Bangsa yang “menghadiahi” kematian tragis dirinya untuk orangtua tercinta. Padahal, pada Peringatan dan perayaan Hari Ibu sepeti ini biasanya dilakukan dengan ucapan selamat, membebastugaskan ibu dari tugas sehari-hari seperti, memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya. 

Tapi, Ronal lain. Ia bunuh diri saat momentum Hari Ibu. Keruan saja orangtuanya bersedih. Di tangan Ronal Setiawan ditemukan sepucuk surat wasiat yang ditulis tangan olehnya, disitu tertulis penyesalan dan permohonan maafnya karena sudah banyak menyusahkan ibunya.

Kasus Ronal ini bisa menjadi pelajaran bagi kita, bahwa sebagai anak, sepantasnyalah kita memberikan hadiah berupa kesuksesan dan prestasi. Bukan malah memberikan kepedihan yang mendalam untuk kedua orangtua. Dan tentu saja, untuk keluar dari masalah, melakukan aksi bunuh diri adalah langkah yang sangat bodoh. Kita pun turut berduka atas apa yang menimpa rekan muda kita tersebut.

Ingat, sob. Masa muda kita hanya sekali, dan jangan disia-siakan atau kita akan menyesal di hari tua nanti. Maka dengan demikian, mari memanfaatkan momen tahun baru ini, mari kita memulai perencanaan masa depan kita. 

Rencanakan dan tulislah hal-hal apa yang perlu kita persiapkan, jalinlah hubungan dengan sesama manusia, karena mustahil kita bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Masa depan kita tergantung apa yang kita lakukan hari ini. 

Seperti kata orang bijak, kitalah yang menentukan apakah kita sukses di masa depan, atau justru berakhir tragis sebagaimana yang dialami orang-orang yang lekas berputus asa. [Didit Aditya/kaltimtoday.com/Ilustrasi: EuropeTravelr]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel