News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Alamak…Hari Gini Tak Punya Target Hidup?!

Alamak…Hari Gini Tak Punya Target Hidup?!

KALTIMTODAY -- Suatu hari, di saat tengah duduk di beranda kampus, saya  didatangi seorang adik kelas semester III. Tak tahu saya kenapa wajahnya terlihat begitu lesu. Tersirat ia tengah memikul suatu beban berat. 

Setelah duduk, ia pun meminta waktu sebentar untuk berdiskusi, mengenai permasalahan yang tengah melandanya. Bertepatan saat itu saya juga tidak ada kesibukan yang berarti. 

Dari penuturannya, terungkaplah bahwa ia tengah kebingungan sendiri dengan rutinitas-rutinitasnya sebagai mahasiswa, yang sehari-harinya berlalu tanpa ada makna. Ia gelisah dengan keadaan tersebut. Namun, bingung harus berbuat apa. 

Setelah mengerti duduk permasalahan yang dihadapinya, saya pun hanya mengajukan pertanyaan sederhana, “Coba jawab dengan jujur, apa target kamu belajar di sini?”. 

Dengan raut wajah masih tertekuk, ia pun menjawab, “Sejatinya, saya pun bingung dengan target saya belajar di sini. Saya belum menemukan target yang ingin kucapai dari proses yang saya lakukan sekarang”. 

Nah, inilah sejatinya dasar permasalahannya; Tidak mengetahui target yang ingin dicapai dari setiap kegiatan, termasuk dari kuliah yang ia lakukan. Banyak orang melakukan seabrek rutinitas, tapi tidak memasang target yang harus dicapai dari kegiatannya itu. Padahal, menentukan target pada awal berkiprah -bahkan akan lebih baik dari sebelum melakukannya, menjadi unsur yang sangat penting dalam menggapai kejayaan, juga kepuasan. 

Logikanya sederhana, bagaimana mungkin kita mampu mengejar target, kalau targetnya sendiri tidak ada. Sama halnya orang yang hendak membangun rumah, tapi tidak memiliki rancang bangun, pastilah akan bingung model apa dan kapan rumah itu harus jadi.

Begitu pula kaitannya dengan perjalanan hidup kita. Kita harus punya target yang jelas lalu kemudian berusaha untuk menggapainya. Lalu, apa pentingnya target bagi kita? 

Dengan target, kita akan lebih fokus dalam melakukan segala hal. Kita tidak akan menyia-menyiakan waktu. Kita selalu termotivasi untuk terus bergerak, pantang menyerah, karena khawatir target tidak akan tercapai. 

Coba perhatikan sejenak, bagaimana fokusnya para pembalap motor GP. Dengan target tujuan dan kurun waktu yang jelas -siapa tercepat ia akan menjadi pemenang-, mereka begitu fokus mengendarai motor mereka. Tidak ada di antara mereka yang santai-santai. Semua berkonsentrasi, bagaimana mencapai garis finish dalam waktu sesingkat-singkatnya, sehingga keluar menjadi pemenang. 

Itulah pentingnya menentukan sebuah target. Bagi seorang pelajar, harus memiliki target khusus untuk apa ia belajar. Bagi seorang guru, harus memiliki target yang jelas dalam mengajar murid-muridnya. Bagi seorang politikus, pemimpin bangsa, harus memiliki target yang jelas pula dalam mengemban amanah rakyat. 

Dengan target-target inilah, progresifitas kerja akan meningkat luar biasa. Terlebih, manakala senggang waktu yang telah ditetapkan tinggal sedikit, namun target masih jauh dari ideal, maka sekuat tenaga kita akan berusaha mengejar ketertinggalan, hingga tetes darah penghabisan. 

Selain itu, target yang jelas juga akan memudahkan kita dalam mengevaluasi strategi-strategi yang kita lakukan dalam mengejar target. Ketika telah berjalan dengan baik, mampu menggapai apa yang dicanangkan sesuai dengan rencana, maka harus dipertahankan, bahkan harus dikembangkan kedepannya, sehingga lebih baik lagi. Begitu pula, ketika strategi didapati kurang jitu, maka butuh perombakan, dicarikan solusi yang tepat, sehingga kedepannya tidak jatuh dalam lobang yang sama. 

Dengan demikian, kita bisa menarik benang merah, alangkah beruntungnya kalau kita telah memiliki target dalam hidup kita. Baik itu jaka pendek, menengah, ataupun jangka panjang. Hari-hari kita akan berlalu dengan produktivitas tinggi, karena kita selalu beraksi. 

Konsep hidup ala Nabi Muhammad yang bersandar pada “Hari ini harus lebih baik dari pada hari kemarin”, rasanya akan lebih mudah diterapkan, manakala kita memiliki target hidup yang jelas. Hasilnya, kesuksesan pun akan kita dapati di kemudian hari.

Sayangnya, selain teman, adik kelas tadi, masih terdapat ribuan masyarakat kita yang hidup tanpa memiliki target. Apa bukti?  Di antaranya, lihatlah data pengangguran bertitel sarjana di negeri ini? Padahal, logikanya, apabila mereka memiliki target-target yang jelas semasa mereka kuliah, maka mereka tidak akan dibingungkan untuk mencari lapangan kerja, seusai mereka mengetas perkuliahan.  

Malah yang ada justru mereka baru mulai bersiap memasang kuda-kuda untuk menindaklanjuti target yang telah mereka rencanakan sebelumnya. Bukan sebaliknya, justru mashghul karena tidak ada lapangan kerja yang sesuai dengan yang mereka inginkan.  

Selanjutnya, aksi anarkistis dan vandalistik yang sering dipertontonkan oleh para siswa dan mahasiswa, merupakan bukti lain untuk membeber betapa tidak sedikit masyarakat kita yang kurang memiliki target yang jelas dalam hidupnya. 

Bagi mereka yang memiliki target, waktu adalah perkara yang sangat mahal. Sehingga, mereka tidak disibukkan dengan aktivitas-aktivitas yang tidak penting, semacam tawuran. Selain itu, mereka pun sangat mempertimbangan keuntungan di akhir dari setiap aktivitas yang mereka kerjakan. 

Terhadap hal ini, saya jadi teringat tulisan Iman Supriono, dalam bukunya “Guru Goblok Ketemu Murid Goblok”. Dalam buku tersebut beliau mengutarakan alasannya kenapa belum siap meneruskan kuliahnya ke jenjang S 3 (Doktor). 

Beliau berujar, “Sampai saat ini saya belum menemukan jawaban terhadap pertanyaan sederhana; apa perbedaan nyata dan konkrit, tentu saja bagi saya, antara sebelum dan sesudah sekolah doktor”. 

Jadi, seharusnya, sebelum kita memulai suatu kegiatan, maka kita memasang terlebih dahulu, target apa yang ingin kita gapai. Sekiranya, adik kelas tadi, begitu pula teman-teman kita lainnya, telah memiliki target hidup yang jelas, maka pastilah kebingungan yang mereka alami tidak akan terjadi. 

Jadi, mari kita pasang target hidup kita, sebelum terlambat. Untuk itu, tulisan ini, saya tutup dengan pertanyaan sederhana, “Apa target hidup Anda di tahun 2013 ini, dan seterusnya?!”. Wallahu ‘alamu bish-shawab.



[Robinsah, artikel ini ditulis untuk www.kaltimtoday.com. Penulis tamu ini juga penulis di www.akbarnews.com juga menjadi kontributor aktif di sejumlah kanal transmisi untuk isu-isu sosial dan kegamaan. Ia juga aktif di Asosiasi Penulis Islam –API-. Foto ilustrtasi by WallpaperScraft]


Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.