Awalnya Dia Disebut Anak Paling Bodoh!

KALTIMTODAY -- SUKSES milik siapapun, begitu motivator banyak berkata. Sukses berawal dari cita-cita yang kita pasang sebelum memulai langkah untuk mengejar dan berusaha mencapainya. Kalau yang kedua ini kata saya, hehehe.

Tapi memamg bener, kok. Saya sedang tidak main-main. Bahkan untuk mencapai kesuksesan, kita harus berusaha dengan sekuat kemampuan untuk dapat tampil menerobos semua halangan. Tentu saja tetap dengan cara-cara yang santun dan elegan.

Fakta menunjukkan bahwa orang yang sukses tidak pernah melewati hari harinya dengan sia-sia, semua telah disusun, terencana, sebaik-baiknya. Baik itu bagaimana ia harus memulai sebuah pekerjaan. Termasuk di dalamnya ia punya kecerdasan menyikapi pergunjingan negatif yang mencoba melemahkan.

Dan, yang terpenting orang sukses memiliki imunitas diri agar tetap konsisten atau istiqomah dalam menjalani proses dalam hidupnya. Semua telah tersusun dan direncanakan dengan serapi mungkin.

Keniscayaan Proses
Dalam mencapai tujuan atau cita-cita, pasti kita akan berhadapan dengan berbagai cobaan dan rintangan yang tidak ringan.

Dengan berhasil melalui berbagai proses demi proses, inilah yang kemudian nanti yang akan menghantarkan kita untuk dapat mencapai pintu kesuksesan. Sayangnya, tidak sedikit yang kemudian berhenti atau menyerah karena dihadapkan pada proses yang begitu panjang juga melelahkan sehingga tidak kuat dan kehilangan kemampuan berimprovisasi.

Padahal, ketika kemudian memutuskan lari dari masalah yang ada di depan mata lalu mencari jalan lain, maka sebenarnya dalam waktu yang sama kita baru memulai kembali menghadapi masalah baru yang bisa jadi tak kalah berat. Artinya, proses penempaan diri melalui siklus hidup itu sudah suratan Ilahi, hadapi saja, tak perlu takut. Dalam bahasa agamanya itulah Sunnatullah.

Memang proses itu kadang kadang sungguh tidak mengenakkan, menjemukan, bahkan bisa memutus asa kita. Namun saya begitu yakin bahwa rasa sakit, perih, berat, apapun yang tergabung dalam proses dalam siklus hidup kita akan mampu dikalahkan dengan cita-cita dan keyakinan kita untuk mencapai kesuksesan.

Hal inilah yang kemudian memotivasi dan mengerakkan seorang Thomas Alfa Edison yang dikeluarkan dari sekolah karena dianggap anak paling bodoh. Namun si Thomas yang "paling bodoh" itu mampu membuktikan dirinya bahwa ia bisa setelah bereksperimen ribuan kali untuk menemukan lampu pijar yang sampai sekarang tentu kita semua dapat menikmatinya.

Begitu juga dengan Harland Sanders yang telah berkeliling dari restoran ke restoran menawarkan resep Kentucky Fried Chicken-nya. Namun, apa lacur bro, dari sekian pintu restoran yang ditawari oleh Harland, sama dengan penolakan yang diterimanya.

Hingga seribu sembilan kali Harland mengetuk pintu, baru kemudian ia diterima untuk bekerja sama. Dan, hasilnya siapa yang tidak kenal dengan KFC, makanan cepat saji yang hampir ada diseluruh penjuru dunia.

Sebagaimana pepatah mengatakan, sukses adalah kegiatan yang dilakukan terus menerus hingga kita menjadi lebih baik. Lalu, bagaimana dengan kita?

Maka mulai dari sekarang tentukan tujuan dan cita-cita kita kemudian cacat dalam buku impian agar langkah kita tidak membelok. Karena terkadang muncul dalam diri untuk cenderung melihat orang lain berbuat dan berusaha sama seperti mereka. Padahal diri masing-masing kita telah memiliki keunikan yang dan sukses yang tidak sama dengan orang lain.

So, jalani dan nikmati setiap proses yang akan dilewati. Tantangan dan rintangan apapun semua itu akan membentuk pribadi kita menjadi lebih kuat, semakin berat cobaan yang dihadapkan kepada kita maka kita akan semakin hebat.

Apapun yang dapat divisualisasikan dan diyakini oleh pikiran, pasti akan dapat diwujudkan oleh karena itu mulai dan lakukan dari sekarang.

Kata Andri Wongso, kesuksesan bukan milik orang-orang tertentu. Kesuksesan adalah milik Anda, milik saya, dan milik siapa saja yang benar-benar menyadari, menginginkan dan memperjuangkannya sepenuh hati.

By Muhammad Adianto | www.kaltimtoday.com | Foto Ilustrasi by Wordpress

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel