Ketika Entrenador Pep Guardiola Memilah

KALTIMTODAY -- Ketika uang dan popularitas dikalahkan oleh cinta, maka hal itulah yang sebenarnya dialami oleh Pep Guardiola saat ini. 

Pria berkepala plontos ini telah mampu memikat hati para pemilik klub elit Eropa untuk berburu tanda tangannya. Tak lain dan tak bukan alasan yang paling logis ialah karena ia telah mampu menyulap Barcelona menjadi tim yang paling disegani di dunia. 

Dengan format tiki-taka-nya, ia mampu memperkenalkan gaya baru dalam sepakbola modern dan sekaligus mempersembahkan 13 titel bergengsi sepanjang karir kepelatihannya bersama Azzulgrana.

Pasca ia memilih untuk menepi satu tahun di New York setelah karir kepelatihannya bersama Barcelona, pria 42 tahun ini selalu menjadi sorotan media terkait isu ketertarikan tim-tim raksasa Eropa untuk merekrutnya. Sebut saja diantaranya AC Milan, Chelsea, Manchester City, United dan Bayern Munchen. Mereka inilah yang getol melakukan perburuan tanda tangan Pep. 

Namun, setelah isu itu lama menguap dan berbagai spekulasi telah mengemuka di media. Berita teranyar mencuat menyebutkan Pep resmi berlabuh ke Bayern Munchen dengan kontrak durasi 3 tahun. 

Praktis fakta tersebut membuat tim-tim besar lainnya patah hati. Sebut saja Abramovich, bos Chelsea, taipan minyak asal Rusia ini berani membayar gaji Pep 300 Poundsterling perpekan dengan kontrak durasi 3 tahun asalkan Pep mau berlabuh ke Stamford Bridge musim panas nanti. 

Tetapi kebiasaan Abramovich yang sering melakukan pemecatan pelatih di tengah kompetisi membuat Pep berpikir ulang untuk menukangi John Terry, dkk. Begitu pula dengan Manchester City, pihak Etihad dikabarkan siap membayar berapapun gaji yang di inginkan oleh Pep, asalkan ia mau berlabuh ke Etihad Stadium. 

Namun melihat track record City yang masih terbilang minim gelar dan pihak manajemen yang menginginkan prestasi instan membuat Pep kembali berpikir ulang untuk melatih The Citizen. Setelah duo miliarder ditolak, Pep pun menolak pinangan Setan Merah, Manchester United, untuk menggantikan posisi Sir Alex Ferguson yang tak lama lagi akan pensiun. 

Namun, Pep adalah tipe pelatih proporsional, setidaknya itu menurut saya. Setelah melihat sejarah MU yang begitu mengkilap di tangan Sir Alex, Pep pun menolak meneruskan tradisi Sir Alex yang begitu berpengaruh bagi perkembangan MU.

Begitu juga dengan AC Milan. Kondisi sepakbola Italia yang sedang dalam masa krisis membuat Pep berpindah haluan untuk memilih liga lain yang cocok dengan karakter dan gaya melatihnya. Akhirnya pilihan itu jatuh pada Die Roten, julukan Bayern Munich. 

Pep telah mencapai kesepakatan dengan pihak Bayern terkait klausul kontrak dan nominal gaji untuk menggantikan posisi kepelatihan Jupp Heyckess di akhir musim ini. Regenerasi pemain yang baik dan sistem pengelolaan finansial yang baik disinyalir telah membuat Pep kepincut untuk melatih Phillip Lahm, dkk. 

Menurut Pep banyak kesamaan antara Bayern dan Barca, yakni diantaranya pembinaan pemain muda yang teratur, konsep pengelolaan keuangan yang baik, nama besar, dan dominasi klub di kancah Eropa akan memudahkan Pep dalam mengemban misinya nanti. 

Apa yang dilakukan Pep Guardiola, dalam pandangan saya, telah membuktikan bahwasanya sepakbola tak melulu berhubungan dengan uang dan popularitas. Tapi juga ada cinta dan loyalitas di sana yang mampu mengantarkan setiap orang menuju masa kejayaannya. 

Dalam sepakbola modern seperti saat ini akan sedikit kita menemukan sosok seperti Pep. Kecintaannya pada sepakbola melebihi apapun, karena pada dasarnya sepakbola bukan merupakan alat untuk meraih popularitas semata namun melainkan alat untuk saling mengenal, saling menghargai, dan saling memahami satu sama lain. Karena  sebenarnya cinta dan loyalitaslah yang telah mempertahankan eksistensi sepakbola hingga saat ini. 

Patut ditunggu aksi jenius sang entrenador ini di kancah Bundesliga bersama Die Roten musim depan. Apakah ada gaya baru yang akan tercipta atau kompilasi tiki-taka ala Bundesliga yang akan ia terapkan musim depan ?! Kita simak saja kelanjutan kisahnya musim depan. Good Luck, Pep Guardi!.


[Achmad Iskandarsyah, penulis www.kaltimtoday.com untuk kanal "Spirit Soccer" ini biasa juga memakai identitas aizhazard17. Analis muda sepakbola ini adalah mahasiswa manajemen di sebuah PT di Jawa Barat]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel