Meragukan Vilanova dan Sebuah Konsistensi

KALTIMTODAY -- Hasil imbang bentrok El-Clasico dini hari tadi menguak banyak fakta. Satu di antaranya adalah kehandalan manajer Barca, Tito Vilanova, yang patut untuk diragukan. 

Banyaknya peluang yang diciptakan Fabregas cs, ternyata tak mampu mengungguli tim Tim Putih. Padahal, di atas kertas, Barca berada di atas angin. Pasalnya tidak kurang dari tiga pemain pilar Los Merengues, absen dalam pertandingan terakbar di Spanyol ini. 

Di sisi lain, media juga santer mengabarkan bahwa di internal Madrid telah terjadi masalah komunikasi antara pemain dengan sang pelatih, Mourinho.

Jadi, secara teknis dan publikasi sebenarnya anak anak Los Merengues berada pada posisi yang kurang menguntungkan. Tetapi lagi-lagi, fakta menunjukkan bahwa Blaugrana -sebutan Barcalona- tak mampu memanfaatkan situasi yang sangat menguntungkannya.

Dalam konteks ini, kita bisa melihat bahwa sumber ketidakberhasilan klub Catalan itu tiada lain karena strategi Vilanova yang mungkin sudah lazim diketahui oleh Mourinho. Hal itu bisa kita lihat dari sepinya gol pada paruh pertama. 

Dan, pada paruh kedua pun Blaugrana yang biasanya tampil garang tak mampu menembus pertahanan Madrid kecuali hanya satu gol saja yang terjadi pada menit ke-50 oleh mantan pemain Arsenal, Fabregas.

Mungkin Vilanova sempat berharap gol Fabregas itu menjadi satu-satunya gol dalam leg pertama Copa Del-Rey di Bernabeu malam tadi. Faktanya memang tidak mudah merobek gawang Madrid, meskipun peluang tercipta berulang kali. 

Alih-alih terjadi, apa yang diharapkan Vilanova ternyata tinggal harapan. Spirit anak asuh Mourinho tak mau menyudahi pertandingan dengan kekalahan. Tampil gemilang di barisan belakang Los Merengues, Raphael Verane menyempurnakan penampilannya dengan membuat gol pada menit ke-83. Pupuslah harapan Vilanova, meskipun hasil imbang ini cukup memberi keuntungan bagi Blaugrana pada leg kedua bulan depan.

Pertandingan malam tadi menyisakan satu fakta menarik bahwa Vilanova layak diragukan. Selain karena ketidakutuhan skuad utama, media lebih memfavoritkan tim lawannya sebagai pemenang. Pada saat yang sama Madrid menjadi bulan-bulanan media bahwa klub ibu kota Spanyol itu sedang menghadapi konflik internal. Isu kepindahan Mourinho ke Inter Milan pun sangat santer.

Tetapi, Vilanova harus melihat timnya bermain imbang. Berarti, Vilanova tidak berhasil memanfaatkan situasi yang sangat menguntungkan anak asuhnya. Pada saat yang sama cara bermain Pinto cs tak menunjukkan performa terbaiknya. 

Dan, seperti pernah terjadi di Bernabeu tahun lalu, Madrid yang nyaris kalah dari Manchester City justru tampil mengagetkan di menit-menit akhir pertandingan. Dua gol cepat tercipta justru di masa injury time

So, sahabat soccer lovers, tak ada salahnya kita mencontek spirit anak asuh Mourinho yang tak  pernah terpengaruh oleh situasi buruk apapun yang menimpa mereka, termasuk oleh kicauan media yang menyudutkan mereka. Mereka tetap kompak, solid dan tertib. Di lapangan Madrid mampu menghadang laju Blaugrana

Benzema dan kolega pasti akan lebih bersemangat pada leg kedua bulan depan karena juara Copa Del-Rey adalah satu-satunya harapan di depan mata untuk mendapat perolehan trofi domestik di Spanyol, mengingat selisih poin yang terpaut cukup jauh dengan pemuncak klasemen Barcelona.


By Bangun Bumigiri | www.kaltimtoday.com | Ilustrasi by David Ramos/Getty Images via BleacherReport

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel