News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Messi Bersinar, Tapi yang Ini Lebih Superstar!

Messi Bersinar, Tapi yang Ini Lebih Superstar!


KALTIMTODAY -- No Messi, No Party. Begitulah tulisan spanduk para pendukung Los Cules dalam setiap laga Barcalona di Camp Nou. Tak ada Lionel Messi, maka tak ada pesta!.

Mungkin hal tersebut ada benarnya jika kita melihat prestasi dan sejumlah aksi pemecahan rekor yang telah ia lakukan bersama Barcelona beberapa tahun terakhir ini. 

Pria berpaspor Argentina ini kerap disinggung oleh media berkat penampilannya yang impresif dan kepiawaiannya dalam menjebol gawang lawan. Tak jarang media akhir-akhir ini menjulukinya “Sang Alien dari Planet Lain”, karena kemampuannya yang dinilai melebihi rata-rata pesepakbola pada umumnya.

Rivalitas Bintang
Persaingan antara Messi bersama CR7 selalu menjadi trending topic di kalangan para pecinta bola dunia. Hal ini tak lain karena keterlibatan media dalam melempar sensasi di tengah hingar bingar kompetisi La Liga dan persaingan kedua klub masing-masing dalam duel  Elclassico.  

Memang, kedatangan Cristiano Ronaldo ke Real Madrid tiga tahun yang lalu telah, oleh media, disebut-sebut telah membuat Messi sedikit “terusik” sekaligus mendapat penantang berat dalam perburuan gelar El Pichichi dan Ballon D’or

Namun, seperti yang kita ikuti, keduanya sepakat membantah telah terjadi persaingan sengit di antara mereka berdua. Mereka juga mengakui selama ini secara personal masih berteman baik. Ya, itu hanyalah bagian dari cerita sepakbola yang bisa saja terjadi disetiap masa. Dan, kebetulan saat ini mereka berdualah pelakunya. 

Tetapi tak berlebihan juga sebenarnya jika kita menyebut Messi sebagai sang superstar. Betapa tidak, empat koleksi Ballon D’or yang ia miliki saat ini, ia raih dalam kurun waktu empat tahun secara berturut-turut yakni tahun 2009, 2010, 2011 dan terakhir pada tahun 2012 kemarin. 

Dengan prestasi itu, La Pulga Atómica, telah berhasil mensejajarkan namanya dengan melampaui catatan fantastis milik para maestro lapangan hijau dimasanya seperti, Michel Platini, Marco van Basten dan Johan Cruyff yang masing-masing telah mengumpulkan tiga Ballon D’or di sepanjang karirnya. 

Tentu saja rekor tersebut masih dapat berlanjut, jika melihat Messi kini yang masih terbilang sangat produktif di usianya yang baru 25 tahun. Mungkin ia masih dapat menambah koleksinya dua atau tiga lagi di tahun berikutnya.

Rekor Gerd Muller Terlampaui
Terakhir, di penghujung tahun 2012, pemuda asal negeri Tango ini berhasil menutup tahun dengan indah sekaligus dapat memecahkan torehan fantastis milik Gerd Muller, legenda Jerman yang dulu berseragam Bayern Munich yang pernah mengoleksi 86 gol dalam setahun baik untuk klub dan negaranya. 

Kini Messi patut jumawa. Pasalnya, ia telah mampu mencetak 5 gol lebih banyak dari Gerd Muller yakni dengan koleksi 91 gol dalam setahun bersama Barcelona dan Timnas Argentina, sungguh pencapaian yang luar biasa!. 

Namun Messi tetaplah manusia biasa. Di samping gemerlap kehidupan sang mega bintang ini pasti terselip kekurangan dalam hidupnya. Ya, hanya satu kekurangan Messi saat ini, membawa Argentina menjuarai Piala Dunia yang terakhir pernah diraih oleh legenda hidup tim tango, Diego Armando Maradona, yang  terkenal dengan aksi Tangan Tuhan-nya.

Namun pastinya perjuangan Messi untuk mencapai hal tersebut belumlah berakhir. Karena La Pulga masih memiliki kesempatan setidaknya mengikuti dua atau tiga turnamen akbar empat tahunan itu. Well, segala sesuatunya masih dapat terjadi selama performa Messi masih stabil dan tidak mengalami cedera yang cukup berat.   

Membicarakan kehebatan pemain mungil berjuluk La Pulga ini memang tak ada habisnya. Kita mungkin akan selalu menemukan kata, “WOWW!.. -nggak perlu juga kok sambil guling-guling, normal saja :) - di tengah pembicaraan kita bila menyebut torehan fantastis yang pernah diraihnya.

Namun, tahukah Anda?! Bila seorang seperti Messi hanyalah seorang pekerja yang hanya bertugas menggiring bola, menciptakan peluang, dan mencetak gol. Pekerjaan itu dapat dilakukan oleh semua orang, namun tak banyak orang yang melakukan tugasnya dengan baik seperti dia. Disinilah letak perbedaan Messi dengan pemain sepakbola lainnya. 

Jika dibandingkan dengan olahraga lain, kita dapat menemukan banyak pemain yang setara dengan Messi di bidangnya masing-masing, yang hanya melakukan tugasnya dengan baik sehingga ia mendapat banyak gelar di sepanjang karirnya. 

Sebut saja misalnya Valentino Rossi yang hanya bertugas mengendarai motor lebih cepat dari yang lain hingga garis finish dalam ajang Moto GP. Dalam dunia Boxing kita dapat menemukan sosok Muhammad Ali yang “bertugas” memukul lawan hingga jatuh sebelum lonceng ronde akhir berbunyi. 

Dalam dunia Basket kita dapat menemukan seorang Adam Jordan yang hanya bertugas memasukan bola ke dalam ring yang telah disediakan. Dan, lagi, dalam dunia badminton kita dapat menemukan sosok seperti Lin Dan yang hanya bertugas memegang raket dan memantulkan shuttlecock agar jatuh tepat di area lawan.

Semua tugas tersebut mereka lakukan dengan baik tanpa melihat sejauh mana impian mereka telah tercapai. Dan, ketika mereka tidak merasa bahwa mereka dalam keadaan yang baik dalam karirnya, maka dalam posisi itulah impian itu tak terasa telah tercapai tanpa mereka sadari. Tentu saja hal tersebut sangatlah menggembirakan jika terjadi dalam kehidupan kita. Namun apakah kita bisa seperti mereka, jawabannya tentu saja, BISA!. 

Mereka semua terlahir sama seperti kita. Kita terlahir memiliki harapan dan mimpi, terlahir memiliki kekurangan dan kelebihan, dan mereka juga memiliki tugas tersendiri dalam karirnya, sama seperti kita yang sedang menggeluti bermacam profesi dari manajer hingga pelajar. 

Tetapi, yang membedakan kita dengan mereka adalah MAMPUKAH KITA MELAKUKAN PEKERJAAN KITA DENGAN BAIK ? Hanya itu saja. Dan, masalah raihan prestasi hanyalah persoalan waktu. Pastinya prestasi yang kita raih tak sama seperti Messi yang memiliki banyak koleksi Ballon D’or dalam lemarinya, namun setidaknya kita mampu menjadi superstar untuk kehidupan kita sendiri.

Jadi kesimpulannya, lihatlah sepakbola dengan perspektif yang lebih terbuka. Sepakbola itu indah jika kita dapat melihatnya dari berbagai sisi. Ikuti terus catatan “Spirit Soccer” saya selanjutnya di sini. Terakhir, teruslah berkarya!


[Achmad Iskandarsyah, adalah penulis www.kaltimtoday.com untuk kanal "Spirit Soccer". Gagasan-gagasan anak muda analis sepakbola yang biasa juga memakai identitas aizhazard17 ini dapat pula diikuti melalui note-nya di wall akun resmi Facebook miliknya. Photo by Getty Images via DailyMail]

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.