News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Ada yang [Tetap] “Panas” di Musim Dingin

Ada yang [Tetap] “Panas” di Musim Dingin

KALTIMTODAY -- Musim boleh dingin, tapi laga harus tetap panas. Barangkali kalimat itulah yang tepat untuk menggambarkan kondisi di bulan kedua masehi ini. 

Cuaca kian ekstrem yang dirasakan sebagian penduduk bumi di berbagai belahan dunia akhir-akhir ini tak menggoyahkan niat para seniman lapangan hijau, khususnya di Benua Biru, untuk berhenti berkarya. Memberikan suguhan berkelas di atas sebidang tanah dengan olah bola yang khas dalam sebuah nama populer bernama sepakbola.

Setelah melewati hiruk pikuk perkembangan bursa transfer pemain bulan Januari lalu, yang merupakan bulannya para agen pemain dan pihak manajemen klub untuk saling bertukar opsi terkait pemain incaran. Maka kini saatnya kita bertukar opsi dengan pikiran kita sendiri untuk menentukan channel TV mana yang akan kita pilih untuk menemani suasana dilema laga bulan ini. 

Dilema? Ya. Pasalnya, hamparan laga spektakuler dan sederet laga Big Match akan tersaji di bulan ini. Tak pelak, situasi tersebut memungkingkan terjadi adu rating antar stasiun TV dalam setiap penyiaran pertandingan, baik liga domestik maupun championship. 

Bulan El Classico
Membicarakan El Classico berarti kita membicarakan dua klub yang berbeda latar belakang yang sarat dengan nilai historis dan rivalitas yang ketat. 

Sebuah pertarungan yang akan melibatkan banyak pihak dan sangat berpengaruh pada perkembangan dua kota besar di Spanyol, yakni kota Madrid, sebagai sentral ibu kota dan kota Catalan yang kaya akan nilai budaya. 

Bukan hanya itu, pertarungan ini juga akan mempertemukan dua unsur yang sedang nge-trend di era sepakbola modern saat ini, yakni unsur finansial dan akademis.

Apa lagi kalau bukan duel klasik antara Real Madrid vs Barcelona. Laga yang disebut-sebut sebagai laga paling sensasional abad ini yang selalu berhasil menyita perhatian jutaan pasang mata di seluruh dunia. Senantiasa sukses menyedot rating penyiaran tertinggi dari laga lainnya dalam level klub, selain final Liga Champion yang selalu ditayangkan setahun sekali.

Selain itu, pertemuan para mega bintang Lionel Messi dan Christiano Ronaldo akan turut menghiasi panasnya duel ini, yang dalam statistik menyebutkan kedua pemain ini tak pernah absen mencetak gol dalam beberapa pertemuan terakhir El Classico. 

Walaupun kedua tim ini beradu dalam tajuk yang berbeda dalam satu bulan, yakni dalam pentas Semifinal Copa Del Rey dan La Liga Spanyol. Ketatnya persaingan dan panasnya laga akan selalu menjadi jaminan kedua tim kapanpun dan di manapun mereka bertemu. Jadi, tak ada alasan untuk kita memandang sebelah mata sebuah kompetisi untuk menilai duel yang satu ini.

Genderang “Perang” Ditabuh
Selain El Classico, ada juga yang menarik di bulan ini. Yakni kembali digelarnya ajang Champions League yang telah memasuki babak 16 besar. Tersingkirnya juara bertahan musim lalu, Chelsea FC, dalam perburuan gelar Liga Champions musim ini telah menimbulkan tanda tanya besar di benak para pecinta sepakbola. 

Pasalnya, klub sebesar Chelsea yang notabene adalah klub mapan dengan segudang pemain bintang, harus gugur di fase grup dan harus rela menyeberang ke pentas Europa League yang juga berbeda satu kasta di bawah Champions League. 

Sungguh tragis memang, namun jika kita kembali menyibak memori masa lalu, betapa sulitnya perjuangan para juara bertahan, mempertahankan tropi yang telah diraih agar tak jatuh kegenggaman lawan di musim berikutnya. 

Mitos pun tercipta. Dan, segera secara tidak sadar hal tersebut telah dipercayai selama bertahun-tahun telah menjadikan gelaran Champions League sebagai ajang yang sarat akan misteri. Betapa tidak, setiap jawara Champions League musim lalu seakan akan telah ditakdirkan untuk menjadi looser dimusim berikutnya. 

Anehnya, tradisi itu memang telah terbukti sejak dulu. Semenjak turnamen ini berganti format menjadi Champions League, praktis hanya AC Milan yang dapat menjadi juara berturut-turut selama 2 kali  dalam ajang ini. Dan momen itu diprediksi akan sulit terulang di masa depan.

Tapi itu hanyalah sebuah mitos. Kita tak boleh mempercayai sepenuhnya, karena hanya Tuhan-lah yang mengetahui kejadian di masa depan. Jadi segala sesuatu apapun masih dapat terjadi. Ini seperti adagium yang menjadi slogan perusahaan Adidas: “Impossible is Nothing”, yang artinya tak ada yang tak mungkin, termasuk dalam sepakbola.

Seperti halnya yang akan terjadi sesaat lagi. Akan ada banyak “pertempuran” sengit terjadi, termasuk duel-duel yang melibatkan klub mapan Eropa yang kerap berlangsung terlalu cepat atau yang sering kita sebut final prematur. Seperti kisah bertemunya Barcelona dan AC Milan, nostalgia CR7 bersama setan merah Manchester United, dan Meriam London Arsenal yang akan berhadapan Runner Up tahun lalu, FC Bayern Munich. 

Hal ini memang telah diprediksi sejak awal, karena setiap tim unggulan yang terpilih dalam pot pengundian telah memposisikan dirinya di masing-masing pot. Sehingga hal ini akan sulit terelakan lagi. Namun bukan hanya partai itu saja yang menjadi sorotan, masih banyak laga lain yang patut kita simak, seperti munculnya raksasa baru Paris Saint Germany dalam perburuan gelar musim ini, dan meroketnya performa impresif dua tim kuda hitam tahun ini, Borrusia Dortmund dan Malaga. 

Kedua tim yang disebut terakhir di atas disinyalir akan menambah ketatnya persaingan di babak ini yang akan kembali ditabuh pertengahan Februari ini. Patut ditunggu kisah selanjutnya. Apakah kisah David vs Goliath akan kembali terjadi, atau dominasi tim unggulan yang akan terus melaju kebabak selanjutnya. Kenapa tidak ?

By Achmad Iskandarsyah | www.kaltimtoday.com | Foto Ilustrasi by AP via CBCSport


Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.