Bandara Sepinggan Ganti Nama, Menurut Anda?


KALTIMTODAY -- Nama Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan disebut-sebut akan diganti menjadi Bandara Internasional Sri Sultan Adji Mohammad Sulaiman.

Usulan pengubahan nama tersebut diajukan oleh Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura dan Gubernur Kaltim berupa surat permintaan ke dewan tentang permintaan persetujuan Dewan terhadap penggantian nama itu.

Tak butuh waktu lama, usulan pergantian nama Bandara Sepinggan yang terletak di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) langsung direspon oleh DPRD Kaltim.

Saya kutip dari Sindo News hari ini, soal pergantian nama bandara internasional tersebut mulai dibahas dalam rapat pimpinan guna membahas usulan penggantian nama Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan, menjadi Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman.

“Rapat pimpinan Insya Allah digelar hari ini (kemarin, red). Hasilnya kemudian dibawa ke rapat paripurna untuk mendapatkan persetujuan dari seluruh anggota DPRD Kaltim.  Pada prinsipnya Dewan melihat nilai manfaat dari usulan penggantian nama tersebut,” kata Wakil Ketua DPRD Kaltim Aji Sofyan Alex, Senin.

Segendang sepenarian dengan DPRD Kaltim yang langsung menyikapi soal tersebut, mantan Sekda Kutai Kartanegara (Kukar) Haryanto Bachroel kepada laman Pemprov Kaltim, memandang usulan perubahan tersebut lebih kepada aspek historikal Benua Etam yang menurutnya penting untuk tetap dijaga.

Haryanto Bachroel mengatakan usulan yang disampaikan melalui Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek tersebut adalah bentuk agar masyarakat Kaltim tidak melupakan sejarah, sehingga harus mengetahui sejarah dari kesultanan Kutai di daerah ini.

Dijelaskan Bachroel, Adji Mohammad Sulaiman Al Adil Chalifatul Mukmin adalah Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke XVIII yang memerintah sejak 1850-1899. Di mana pada 1889 menandatangani kontrak penambangan minyak bumi dengan pengusaha Belanda yang dikerjakan oleh BPM saat itu di daerah Balikpapan, Samboja dan Sanga Sanga. Sejak itu, Balikpapan mulai berkembang pembangunannya.

Sejalan dengan perkembangan kota dan perusahaan diperlukan lapangan terbang, baik untuk bisnis maupun pertahanan, sehingga dibangunlah lapangan terbang di Dusun Sepinggan yang saat ini telah berkembang menjadi Bandar Udara Internasional Sepinggan.

Sudah tentu pembangunan lapangan terbang itu dibangun setelah mendapat persetujuan dan ijin Sultan Kutai, karena Balikpapan masuk dalam wilayah Kesultanan Kutai atau Kerajaan yang ada sejak berabad-abad yang lalu sampai dengan 1960 masih merupakan kesultanan dalam bentuk Daerah Istimewa Kutai. Setelah itu, baru keraton tidak lagi sebagai pusat pemerintahan.

Namun, usulan mengubah nama Bandara Sepinggan Balikpapan menjadi Bandara Aji Muhammad (AM) Sulaiman tak sejalan dengan pandangan tokoh Paser yang bersepakat menolak usulan perubahan nama Bandara Sepinggan. Alasannya, sebab kata Sepinggan berasal dari Bahasa Paser yang memiliki makna khusus.

"Kata Sepinggan itu artinya satu piring. Artinya kesatuan dan persatuan. Sepinggan itu bahasa Paser. Jadi kami tegaskan, nama bandara tetap Sepinggan," tegas Hartoyo Sengok, tokoh Paser, Senin (11/2).

Bandara Sepinggan sudah cukup populer saat ini, di saat yang sama generasi muda dan generasi berikutnya jangan sampai melupakan sejarah. Lalu, bagaimana menurut Anda?

By Swadeshi Figura | www.kaltimtoday.com | Ilustrasi: Galih Satria/Flickriver

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel