News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Barca Terpecundangi, Ini Analisis Kaltimtoday

Barca Terpecundangi, Ini Analisis Kaltimtoday


KALTIMTODAY -- Bertandang ke Milan, Barca hadir dengan semangat kemenangan. Pasalnya selama sembilan tahun Barca selalu mampu menaklukkan Milan.

Tetapi kali ini tidak, bersama Stephan El-Sharawy, Rossoneri berhasil menyudahi catatan buruk atas The Catalans yang selalu gagal menang sejak 2004. Beberapa jam lalu, Barca takluk di kandang Milan dengan skor 2-0.

Dengan demikian AC Milan membuka lebar jalan menuju delapan besar Liga Champions. Dan, pada leg kedua nanti, Milan tidak perlu begitu ngotot dalam permainannya. Namun demikian Muntari dan kawan-kawan pasti akan lebih siap untuk menjaga superioritas yang baru saja diraihnya kembali.

Selama ini seperti diketahui publik, Barca memang selalu menjadi favorit. Tak ada cacat pada klub Catalan itu, apalagi kala berbicara Messi. Mesin pencetak gol Barca itu selalu menjadi sorotan utama dalam tiap pertandingan. Tetapi tidak ketika berhadapan dengan Milan.

Messi bermain di bawah standar, terobosan yang dilakukannya selama permainan pada sisi kanan justru mempersempit ruang gerak rekannya sendiri Pedro yang bertugas di sisi kanan. Hal ini tentu berdampak pada kesulitan Barca dalam upayanya menembus jantung pertahanan Milan.

Di sisi lain, Milan tak mau mengulangi kesalahan. Dengan sangat apik Massimiliano Allegri meramu strategi permainan anak asuhnya sedemikian rupa, sehingga dominasi Barca selama pertandingan yang mencapai angka 65 % tidak berarti signifikan dalam perolehan gol.

Dominasi sebesar itu justru tak berguna ketika dua gol yang diciptakan oleh Prince Boateng dan Sulley Muntari justru bersarang di jala Barcelona.
Apa yang membuat Barca tak mampu menggedor jala Milan? Tidak lain dan tidak bukan lebih karena persiapan yang dilakukan Massimiliano Allegri dalam memasang satu persatu pemainnya.

Barcelona seperti kurang sadar ketika menghadapi Milan. Strategi tiki-taka yang diterapkannya ternyata terbaca begitu terang oleh Massimiliano Allegri. Maka dari itu, pemain-pemain Milan pun diintruksikan untuk mengikuti ritme permainan Barcelona.

Ketika Barcelona menekan pertahanan Milan, empat pemain belakang Milan tidak pernah bergeser pada posisi utamanya. Sementara itu lima pemain gelandang Milan juga turun serentak membantu pertahanan, sehingga laju permainan Barcelona boleh dikatakan beku.

Pada saat yang sama, gelandang-gelandang yang dimiliki Milan memiliki energi yang cukup kuat untuk melakukan pergerakan menyerang dan memanfaatkan serangan balik. Sementara Barca, sepanjang permainannya tak pernah melakukan inovasi penyerangan.

Terbukti, Barca hanya mampu melepaskan enam tembakan saja, dan hanya dua yang mengarah ke gawang. Sementara Milan mampu melakukan delapan kali tembakan dengan enam di antaranya mengarah ke sasaran, meskipun secara statistik Milan berada di bawah tekanan Barca.

Dengan kesudahan 2-0 itu maka perjuangan Barca semakin berat. Tetapi masih beruntung, Leg kedua akan dimainkan di Camp Nou pada 12 Maret mendatang.

Jika Barca memang hebat, tentu klub Catalan itu akan membalikkan keadaan. Meski untuk lolos ke perempatfinal, Barca membutuhkan tiga gol tanpa balas. Dan, langkah itu semakin sulit, karena secara taktik, strategi Barca telah terbaca. Ironisnya, selama 90 menit jalannya pertandingan, secara tim, Barca tak mampu menyadarinya.

Tetapi, apapun ungkapan atas pertandingan itu, untuk kali ini Milan lebih tangguh dari Barca. Dan, Barca bermain buruk lebih karena terpedaya.


By Bangun Bumigiri | www.kaltimtoday.com | Ilustrasi: David Ramos/Getty Images via BleacherReport

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.