Bergairah, "Pisang Jangan Dijual ke Pengepul"


KALTIMTODAY -- Para petani pisang diminta untuk dapat melindungi tanaman mereka dari serangan penyakit dan penularan penyakit dari daerah lain dengan cara tidak menjual langsung pisang kepada pengepul. Penjualan pisang dari petani sebaiknya dilakukan satu pintu melalui  Sentra Terminal Agrobisnis (STA) Pisang.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pertanian Kaltim, H Ibrahim usai menyerahkan hadiah kepada pemenang Lomba Kontes Pisang di Kecamatan Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur, belum lama ini.

Seperti diketahui, saat ini penanaman pisang oleh petani di Kaliorang Kutai Timur dan Kaltim secara umum telah bergairah kembali, setelah serangan hama layu bakteri dan layu fusarium awal tahun 1999 lalu.

“Kita harus keras menerapkan larangan ini kepada petani agar dapat melindungi tanamannya dari serangan penyakit. Kita tidak ingin pendapatan petani dari menjual pisang saat ini hilang akibat penyebaran penyakit dari luar wilayah lain,” kata Ibrahim dalam rilis Humas Pemrov Kaltim, Senin.

Menurutnya saat ini penanaman pisang oleh petani di Kaliorang Kutai Timur telah bergairah kembali, setelah serangan hama layu bakteri dan layu fusarium awal tahun 1999 lalu.

Pemerintah Provinsi Kaltim bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Timur, dalam beberapa tahun ini bekerja keras meyakinkan petani di sentra pisang Kecamatan Kaliorang untuk kembali menanam pisang dengan bibit bantuan pemerintah yang lebih tahan penyakit.

Kini, tanaman pisang di Kecamatan  Kaliorang telah mencapai 1.700 hektar dengan rata-rata produksi 18.000 sisir pisang per hari. Bahkan, pembeli datang langsung menggunakan mobil dari Kota Samarinda, Bontang dan dari Banjarmasin (Kalsel) dengan harga pembelian Rp3.800-4.000 per sisir.

Sementara itu Kepala Bidang Hortikultura Distan Kaltim, Uni Gamayati menjelaskan bahwa Kontes Pisang ini diadakan dalam rangka pengenalan Sentra  Terminal Agribisnis Pisang kepada petani.

Selain itu kontes pisang juga ingin mendapatkan bibit unggul Pisang Kepok lokal untuk diseleksi ke tingkat nasional agar dapar dirilis berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Pertanian.

“Setelah terserang penyakit kini petani di Kecamatan Kaliorang sudah bangkit kembali dan berharap komoditas pisang ini dapat menjadi unggulan daerah mereka,” ujarnya.

Pemenang Kontes Pisang seluruh pemenang yang berjumlah enam orang selain  mendapatkan alat semprot tangan, pupuk dan bibit buah pohon rambutan jenis binjai masing-masing 20 batang, untuk juara I, II dan III berhak mengikuti pelatihan ke Jawa Timur.**

Foto: Shutterstock/Anna Kucherova

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel