Kuota BBM Kaltim Dipastikan Bertambah

KALTIMTODAY -- Kuota bahan bakar minyak (BBM) Kaltim tahun ini dipastikan bertambah sesuai bertambahnya jumlah kendaraan yang diprediksi  tumbuh sekitar  12 hingga 20 persen.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kaltim, Amrulllah menyebutkan, kebutuhan BBM sepanjang 2013 untuk kategori kendaraan di darat (non marine) untuk jenis premium diperkirakan sebanyak 622.570 Kilo Liter (Kl), solar 283.540 KL dan minyak tanah sebanyak 25.218 KL.

Sementara itu, kebutuhan BBM untuk marine atau BBM untuk kapal-kapal di sungai dan laut, untuk jenis premium sekitar 12.730 Kl dan solar sebanyak 53.435 Kl.

“Kami masih menyusun besaran kuota BBM untuk Kaltim. Insyaallah  dalam waktu dekat akan kita kirim ke Kementerian ESDM. Yang pasti jumlah kuota diusulkan lebih banyak dari tahun 2012 lalu,” kata Amrullah.

Menurutnya, larangan penggunaan BBM bersubsidi untuk kendaraan-kendaraan dinas pemerintah di seluruh Indonesia, termasuk Kaltim sangat berpengaruh pada ketersedian BBM bersubsidi.

Untuk itu, pihaknya mendukung larangan menggunakan BBM bersubsidi bagi kendaraan dinas pemerintah dan mobil-mobil mewah tersebut sebagai salah satu upaya untuk mencukupi BBM bagi rakyat tidak mampu.

Amrullah juga menepis anggapan bahwa kelangkaan BBM bersubsidi di Kaltim karena kebocoran distribusi yang dinikmati oleh kendaraan-kendaraan operasional perusahaan perkebunan besar dan pertambangan batu bara.

Menurutnya, tidak mungkin satu perusahaan besar mengandalkan BBM bersubsidi yang ketersediaannya di SPBU sangat terbatas. Apalagi setiap perusahaan selalu memberikan laporan terhadap kebutuhan BBM mereka.

Dalam laporan, untuk pemegang  ijin PKP2B saja, mereka membutuhkan 5  juta liter BBM setiap tahunnya. Jadi tidak mungkin perusahaan perkebunan besar dan pertambangan  mengandalkan BBM bersubsidi di masyarakat.

“Mari kita menggunakan BBM secara bijak dan melakukan pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi ini. Dengan begitu kita akan terhindar dari kelangkaan BBM,” ujarnya. (yul/hmsprov/ilustrasi by Amirullah/Antara via Metrotvnews)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel