Lawan Irak, Ini Kejutan Timnas Nanti Malam?


KALTIMTODAY -- Setelah dicukur Yordania 5-0 pada laga persahabatan beberapa waktu lalu, nanti malam, Indonesia akan melakoni laga kandang kontra Irak dalam ajang kualifikasi Piala Asia.

Banyak pihak menilai bahwa Timnas akan kembali menuai hasil buruk. Suatu penilaian yang empiris menurut saya, terutama jika melihat situasi persepakbolaan dalam negeri yang selalu riuh dengan kisruh. 

Tak banyak memang yang bisa diharapkan dari pertandingan malam ini. Tetapi juga bukan langkah rasional jika kita sebagai bangsa Indonesia membiarkan persepakbolaan Indonesia selalu menjadi bulan-bulanan negara lain. Hadir hanya sebagai pelengkap, yang dalam setiap pertandingan sudah pasti kalah.

Tetapi, bagaimanapun, ajang malam nanti adalah ajang penting bagi persepakbolaan Indonesia. Meskipun ada pihak yang mengatakan pertandingan malam nanti ibarat gajah lawan kambing, tak ada salahnya kita berharap positif dari laga tersebut.

Di sini, mental pemain Timnas harus sama dengan QPR ketika menghadapi City yang berakhir imbang tanpa gol. Atau seperti Granada yang tak menjebol jala lawan, tetapi meninggalkan stadion Santiago BernabĂ©u dengan poin positif. 

Prediksi boleh bermacam-macam, tetapi mental Timnas harus sama bahkan akan sangat bagus jika lebih baik dari pemain QPR dan Granada yang tak takluk dihantam serangan pasukan Gajah Manchester maupun Gajah Madrid.

Sebagai anak bangsa yang juga berharap Timnas mampu menyudahi pertandingan malam ini dengan kemenangan, harapan itu sangat besar terlintas di benak seluruh generasi muda Indonesia. Rakyat Indonesia pasti akan mendukungmu.

Namun demikian, kepada Pak Roy Suryo selaku Menpora baru, hendaknya tidak terlalu banyak tampil di televisi tetapi masalah tidak teratasi. Kami ingin sepakbola tanah air menjadi lebih baik. Tidak seperti sekarang yang situasinya sangat menyayat hati.

Lepas dari segala kemungkinan, fakta dan data tentang ketidakberhasilan Timnas dalam setiap laga internasional, sebagai negara yang memang dalam situasi sulit, hasil buruk itu adalah pil pahit yang harus kita telan. Dengan pil pahit itu kita jadi mengerti bahwa sepakbola Indonesia masih terpuruk.

Oleh karena itu, jangan pernah berhenti mengasah ketajaman skuad Garuda Indonesia. Sekalipun malam nanti menjadi daftar tambahan ketidakberhasilan Timnas, maka sejatinya itu adalah pil pahit seluruh bangsa Indoneisa untuk berani berintropeksi diri, melakukan perubahan dan mewujudkan harapan.

Malu rasanya jika malam nanti Timnas kalah (tapi semoga saja tidak) kemudian para petinggi di negeri ini saling tuduh bahwa itu adalah kesalahan si A, si B, dan si C. Padahal yang menuduh belum tentu lebih baik dari yang dituduh.

Daripada menghabiskan waktu untuk berseteru dan media bersorak ria dengan perseteruan itu, lebih baik duduk bersama untuk melakukan perbaikan, perubahan dan penyempurnaan. Saya rasa itu bukanlah hal yang buruk justru penting sekali untuk dilakukan. Bukankah Timnas itu milik bangsa Indonesia yang kita semua adalah warga Indonesia?

Sebab, selain butuh jam terbang untuk mengasah kemampuan Timnas, perlu juga sistem regulasi yang jelas, sehingga penajaman Timnas tidak saja pada fisik, taktik di lapangan, tetapi juga dibalik meja, yang seringkali menentukan mental dan semangat pasukan garuda. 

Berpikirlah secara jernih dan mari bersama kita selamatkan sepakbola Indonesia!.


By Bangun Bumigiri |www.kaltimtoday.com | Foto: Fernando Randy/Vivanews

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel