News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Semakin tak Berdaya, Sudahlah Barca!

Semakin tak Berdaya, Sudahlah Barca!


SEKALIPUN hampir semua media mengunggulkan klub Catalan, pujian ternyata tak selalu berbanding lurus dengan kenyataan. Itulah yang dialami Barcelona dalam dua laga penting bulan ini.

Usai takluk 2-0 dari AC Milan pada laga Liga Champion, beberapa saat lalu, Barca kembali harus menundukkan kepala setelah dipermalukan Real Madrid dengan skor 3-1. Skor tersebut membawa Madrid unggul dengan agregat gol 4-2 atas Barcelona. Dengan demikian Real Madrid memastikan diri lolos ke final Copa del Rey.

Situasi memang berbeda dari biasanya. Menjamu Madrid pemain-pemain Barca seperti kehilangan kendali. Berkali-kali menekan, tetapi justru gawang sendiri yang kebobolan. Gol kedua Cristiano Ronaldo menjadi bukti paling nyata betapa Barca gagal mengantisipasi serangan balik para serdadu Madrid.

Dalam kondisi duel sprint dengan Angel Dimaria, Puyol tak mampu mengendalikan diri, ia terlalu panik, sehingga dengan sangat mudah, gelandang serang Argentina itu mengecoh Puyol dan melesakkan tendangan ke gawang yang berhasil diblok Pinto. Sayang blok yang dilakukan Pinto tidak sempurna, sehingga bola reborn ke Ronaldo yang dituntaskan dengan cara yang sangat memuaskan.

Logikanya, Barca harusnya mampu menahan laju permainan Madrid, dimana Messi dkk, cuma membutuhkan hasil imbang tanpa gol. Apalagi laga tersebut bertempat di Camp Nou, kandang yang sering menjadi hantu bagi seluruh klub yang bertandang.

Tetapi, fakta berkata tidak, tiga gol bersarang ke gawang Barcelona. Dengan begitu mudahnya Madrid merobek gawang Barca.

Nampaknya Barcelona sudah tidak punya jurus lagi, dan itulah yang dibaca oleh Mourinho. Melihat hasil negatif ketika Barca bertandang ke San Siro, pelatih asal Portugal itu pun mengerti bagaimana menekuk Barcelona.

Sekalipun gelar juara Liga Spanyol sudah di depan mata, kekalahan demi kekalahan yang diderita Barcelona dalam beberapa laga terakhir memberikan catatan buruk. Apalagi jika dalam menjamu Milan pada 12 Maret mendatang mereka kembali menelan kekalahan. Maka Barcelona tidak bisa lagi disebut sebagai tim terbaik dunia.

Dunia memang berputar, kadang menang kadang kalah. Maka wajar jika pepatah mengatakan belajar itu sampai mati. Mencermati perjalanan Barcelona yang kian sempoyongan di Liga Champion memberikan satu bukti konkrit, bahwa siapa yang tidak berinovasi pasti akan "mati".

Sepeninggal Pep Guardiola Barca kian menunjukkan tanda-tanda keredupan. Tito Vilanova pun belum saatnya disamakan dengan Pep yang sebentar lagi akan menangani Munchen di Jerman. Apalagi asisten pelatih Barcelona Jodi Roura, sepertinya dia memang belum cukup berpengalaman mengendalikan anak asuhnya. Sekalipun anak-anak itulah yang membawa Barca sulit ditaklukkan.

Kini Barcelona harus benar-benar bangkit. Milan harus ditundukkan dengan tiga gol tanpa balas, itu wajib jika ingin klub Catalan tetap bersinar di mata dunia. Tanpa itu, maka Barca hanya akan memenangi Liga Spanyol yang secara gengsi tak lebih unggul dibanding trofi Liga Champion. Jika tidak, maka Barca memang harus meramu kembali tiki-taka yang tak terbaca siapapun.


By Bangun Bumigiri | www.kaltimtoday.com | Ilustrasi: TheoffSide

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.