News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Inilah Laga Gengsi Lapis Kedua

Inilah Laga Gengsi Lapis Kedua


KONDISI skuad Madrid sekarang lagi "on fire". Hal itu nampak dari dua pertandingan terakhir yang dijalani dengan trengginas. Bak benteng Konstantin, barisan pertahanan Madrid belakangan ini tak mudah untuk ditaklukkan.

Bagi saya, satu nama bintang yang bisa dibilang telah sukses "mematikan" pergerakan striker liar Lionel Messi, adalah bek muda berusia 19 tahun asal Perancis, Raphael Varane.

Penampilan Raphael memukau para penikmat sepakbola terutama La Liga. Dua gol yang diciptakan melalui sundulan dan dari assist yang sama yaitu dari Messut Ozil, pemain Muslim asal Jerman berdarah Turki, dalam dua laga El clasico secara beruntun yaitu jilid 4 dan 5. Begitu juga dengan lini tengah dan depan, El clasico pada laga lalu menjadi bukti kesolidan para pemain Madrid.

Tetapi, jelas, kita tidak bisa memandang sebelah mata skuat Barcelona malam ini, mereka mempunyai pemain yang memiliki kemampuan rata-rata hampir sama. Mereka mampu berimprovisasi menempati pos-pos yang strategis dengan masih dengan tekhnik tiki-takanya. Kadang Xavi Hernandez mampu menjadi gelandang, kadang jadi bek, kandang maju menjadi striker.

Bagaimana Laga Malam Ini?
Saya menduga, kemungkinan Madrid dan Barca akan menurunkan pemain lapis (cadangan) pada laga yang tetap sarat gengsi, malam ini.

Pertandingan malam ini sebenarnya tidak begitu urgen bagi kedua tim, karena di kompetisi La Liga, Madrid sudah tertinggal jauh dari Barca. Meskipun nanti malam Madrid menang selisih poin Madrid dengan Barca masih 13 poin (9 poin di atas Atletico Madrid, jika Atletico Madrid mampu mengatasi Malaga pada tanggal 4 Maret), itu masih aman bagi Barcelona.

Bagi Madrid mempertahankan gelar La Liga sangat kecil peluangnya. Sehingga mengalihkan ambisi akhir musim mereka kepada meraih trofi ajang Copa Del Rey. Di level kompetisi ini Madrid sudah menapakkan kakinya di final dan bertemu dengan tim sekota Atletico Madrid dan UEFA Champions League.

Sehingga menurut analisa banyak orang termasuk saya, kedua tim kemungkinan akan memberi kesempatan kepada pemain lapisnya untuk unjuk kemampuan.

Mengapa demikian? Berikut saya coba menganalisa:

Pertama, besar kemungkinan Real Madrid lebih fokus mempersiapkan diri untuk menjalani laga Liga Champions ke kandang Manchester United tanggal 6 Maret. Mengingat pada pertemuan sebelumnya Madrid ditahan imbang MU di kandang sendiri 1-1.

Oleh karenanya, Madrid berambisi meraih kemenangan atau imbang minimal 2-2 di Old Traford untuk lolos. Hal ini memungkinkan Entrenador The Only One, Jose Mourinho mencadangkan pemain utamanya, atau kalau dimainkan tidak akan sampai full time.

Analisa kedua, kondisi ini tidak jauh beda dengan yang terjadi pada Barca. Pada leg 1 Liga Champions Barca tumbang di San Siro, kandang Milan 0-2. Barca butuh kemenangan minimal 3-0 atau dengan selisih 3 gol di kandangnya sendiri untuk mengandaskan Milan kalau ingin tetap lolos.

Meskipun memiliki waktu lebih lama dari Madrid untuk menjamu Milan di Camp Nou, kemungkinan assisten pelatih Jordi Roura akan mengistirahatkan pemain utamanya karena el clasico selalu menguras emosi yang tinggi.

Di samping itu, di kubu Barca memang kemungkinan tidak akan memainkan 2 pemain andalan mereka, Messi dan Xavi. Messi demam, Xavi cedera. Alasan lain karena jarak Barcelona dengan tim peringkat 2 dan 3 jauh.

Kalau memang kedua klub itu menurunkan para pemain lapisnya tentu akan menjadi keuntungan bagi Madrid. Di samping diuntungkan dengan tidak dimainkannya Messi dan Xavi, Madrid memiliki Ricardo Kaka yang ketika mengalahkan Deportivo La Coruna 2-1 pada Jornada ke 25 bermain gemilang dan beberapa pemain "bintang" yang sering dicadangkan.

Selain itu, Madrid juga diuntungkan dengan main di hadapan puluhan ribu Madridistas yang siap memenuhi Estadio Santiago Bernabeu, stadion Home Madrid. Di waktu yang sama, Barca kurang diuntungkan dengan tidak hadirnya sang entrenador mereka karena sedang melaksanakan proses penyembuhan penyakitnya di New York, AS. Tetapi Barca tetaplah Barca, mereka tetap bermain bagus, ada dan tidak ada pelatih mereka di sisi lapangan.

Tetapi itu hanyalah sekadar kemungkinan saja, kenyataan di lapangan lihat saja nanti. Meskipun tarung El Clasico malam ini bukanlah pertandingan yang menentukan akan tetapi kedua tim tentunya akan menjaga gengsi, dan masih akan menarik untuk ditonton.

By Pujianto Al Bandary | www.kaltimtoday.com | Ilustrasi: WordPress

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.