Ketika Siprus Berharap Kesaktian Uni Eropa

KETANGGUHAN dan kejayaan Eropa sepertinya menghadapi titik kulminasi. Krisis keuangan yang melanda Yunani, Portugal, Irlandia dan terparah Siprus (Cyprus) menjadikan kondisi finansial Uni Eropa sangat terpuruk.


Meskipun di Jerman, Inggris, dan Prancis belum begitu mendesak seperti yang dialami Cyprus belakangan ini. Tetapi dilaporkan bahwa angka penduduk miskin di Inggris sudah mencapai ratusan ribu jiwa.


Khusus Siprus, kini sedang dilanda kecemasan luar biasa. Kebijakan pemerintah yang menetapkan pajak sebesar 10% pada deposito tabungan para nasabah semakin menyulitkan penduduk. Kebijakan ini pun menuai banyak protes. Kecemasan dan ketakutan pun semakin meluas setiap harinya.


"Selama empat hari ini, orang-orang hidup dalam kecemasan dan ketakutan. Aku pun juga demikian, maka karena aku juga takut, aku putuskan untuk mengambil uang sebesar 1000 euro dari mesin ATM dan aku masih tetap khawatir. Karena itu aku mencoba untuk mengambil lebih banyak lagi. Tetapi ATM tidak bisa memberi lebih dari yang kubutuhkan," demikian ungkap Suleiman, seorang penduduk Siprus yang dilansir bbc.co.uk (20/3).


"Kami sangat khawatir dengan apa yang akan terjadi nantinya. Situasi ini tidak bisa dipercaya, sesuatu yang tidak terjadi di tempat lain. Kami menanti dengan rasa hormat (bantuan) dari teman-teman Eropa, tetapi kami tidak mendapatkannya".


Ini adalah situasi yang luar biasa mengkhawatirkan di Siprus. Di sisi lain kini Siprus terjebak dalam situasi yang tidak menguntungkan untuk masa depannya sendiri karena harus memilih antara tarikan Uni Eropa dan Rusia.


Jika Siprus sebagai anggota Uni Eropa tidak mampu bangkit dari krisis yang sudah mencekam penduduknya, maka besar kemungkinan kredibilitas Uni Eropa di mata dunia mulai diragukan dunia internasional. Di sisi lain, krisis akan semakin meluas dan keutuhan Uni Eropa bisa dipastikan akan menghadapi tantangan yang lebih besar.



Editorial Redaksi www.kaltimtoday.com
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel