News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Kunci Sukses dan Bahagia: "Do it, Forget It"

Kunci Sukses dan Bahagia: "Do it, Forget It"

TIDAK ada orang yang lebih bahagia hidupnya kecuali manusia yang tidak terpenjara dengan perasaan, lingkungan, situasi, dan orang-orang di sekitarnya.

Realitas terpenjara adalah kondisi di mana seseorang tak pernah merasa bisa, tak pernah merasa mampu, tidak pula mau berusaha untuk menjadi lebih baik. Alasannya klasik; saya tidak suka orang itu, lingkungan saya tidak mendukung, sepertinya waktu saya tidak cukup, atau saya tidak mau orang-orang itu mengejek saya.

Apabila fikiran fikiran semacam itu yang menguasai kepala dan benak kita, maka selamanya kita tidak akan pernah menemukan cara yang bagus untuk segera berbuat, untuk segera melakukan perubahan. Orang-orang gagal adalah mereka yang kalah dan gagal dalam mengelola syak wasangka tersebut. Sebenarnya munculnya perasaan inferior, itu manusiawi saja, tapi jangan sampai ia melingkup menjadi sebuah penghalang.

Merasa lemah, merasa tidak mampu, merasa tidak punya apa-apa, boleh-boleh saja. Justru itu perlu sekali ketika kita berhadapan dengan realitas faktual bahwa manusia lemah dan menemukan bahwa hanya Tuhan yang Adikuasa. Konteks "ketidakberdayaan" harus sepenarian dengan koridornya. Sifat sifat tersebut hanya layak kita perhadapkan di hadapan Tuhan. Bukan di hadapan manusia. Sebab pada dasarnya manusia itu semua sama kecuali kadar imannya yang membedakan.

Salah satu sifat manusia yang rentan bermasalah adalah cepat puas. Atau dalam istilahnya yang lebih kasar, manusia suka sekali dengan pujian. Sedikit saja tidak dipuja dan dipuji atas kebaikannya, manusia kadang marah dan menarik lagi apa yang sudah diberikannya, tentu saja lebih banyak dengan cara-cara yang tidak eksplisit.

Perasaan ingin terus dipuji, diakui, dan ditinggikan jelas berbahaya. Orang seperti ini tidak pernah benar-benar tulus meski setiap hari dari mulutnya terucap kata-kata yang selalu mengesankan. Tak hanya orang muda, banyak juga orangtua yang terjangkit virus "mematikan" ini.

Intinya, jalanilah hidup ini dengan penuh kebersahajaan. Tidak perlu banyak mengeluh. Tidak usah mengingat-ingat kebaikan yang sudah dilakukan. Kita mungkin menganggap apa yang sudah kita lakukan adalah kebaikan, tapi boleh jadi di mata Tuhan kita sedang berbuat buruk dengan "mencelakai" diri sendiri.

Do it forget itu. Kerjakan lupakan. Itulah kata kuncinya. Kerjakan saja sebanyak-banyaknya kebaikan dan jangan lagi pernah mengingatnya. Dengan begini hidup akan lebih hidup sebab fikiran kita tak lagi diisi dengan persangkaan yang sama sekali tidak penting. Fikiran kita hanya dipenuhi energi positif dengan ide dan gagasan gagasan yang positif.

Jadi, tinggalkan gaya lama. Beralihlah ke gaya hidup yang sangat menentramkan ini. Manusia yang memegang prinsip tersebut adalah mereka yang berfikir dan berbuat hanya untuk banyak orang. Karya dan ide-idenya diproyeksikan bukan hanya untuk orang seorang saja. Inilah orang hebat sesungguhnya!.


By Stevy Makkapese | www.kaltimtoday.com |


Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.