News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Orang Besar, Berbuat untuk Kepentingan Besar

Orang Besar, Berbuat untuk Kepentingan Besar

MEMULAI tulisan ini, saya ingin langsung masuk ke kesimpulan saja agar saya tidak perlu menulis panjang-panjang: Berfikir besar akan menghasilkan hasil yang besar.

Itulah kesimpulannya. Seperti judul yang saya pakai di atas. Simpel, tentu saja. Saya ingin keluar dari tradisi di mana umumnya kita suka bertele-tele untuk hanya sekedar menyampaikan sebuah maksud. Atau dalam bahasa kita, gagasan.

Siapa pun kita bebas mengklaim kosakata tersebut: Orang besar. Yang jadi masalah, klaim saja tidak cukup. Sebuah klaim membutuhkan injeksi berupa pengajawantahan dari nilai yang telah diklaim. Sampai di sini, Anda pasti paham maksud saya.

Anda, saya, atau siapa saja, boleh saja mengklaim bahwa diri ini orang hebat. Orang besar. Tidak ada yang boleh melarang, toh kenyamanan siapa pula yang akan terganggu atas pengakuan kita tersebut, tidak ada, bukan? Jadi, ayo, klaimlah diri kita sebagai orang besar.

Seperti kata David J. Swartz dalam bukunya "The Magic of Thinking Big", bekerja dan berkaryalah seolah olah Anda ini adalah orang penting. Jadikan pekerjaan dan komunitas bisnis Anda sebagai sebuah komunitas yang penting. Bekerjalah seolah Anda adalah orang besar. Lupakan ejekan orang. Tak usah hiraukan gonggongan yang memang tidak perlu Anda masukkan ke dalam hati.

Saya pun sangat terinspirasi dengan pesan-pesan David dalam bukunya yang mengalir baik air terjun itu. Dan, dengan itu saya pun berani mengatakan bahwa saya, komunitas saya, adalah orang orang dan komunitas yang besar untuk mengerjakan proyek-proyek besar pula demi kepentingan umat dan bangsa.

Namun, satu hal yang mendasar, jangan pernah berniat Anda melakukan sebuah karya atau usaha karena untuk kepentingan kelompok Anda saja. Jangan pernah. Niatkan segala usaha dan kebaikan Anda karena Tuhan, demi untuk kepentingan banyak orang.

Sekali saja niat Anda meleset bekerja dan berbuat dominan karena egoisme Anda atau karena egoisme kelompok Anda, maka catat baik-baik pernyataan saya: Anda pasti gagal, kalaupun di kesempatan yang lain Anda tampak begitu bonafid, itu tidak akan bertahan lama.

Terlalu banyak contoh untuk menjelaskan bagaimana fenomena egoisme telah memporak porandakan sebuah bangunan sistem, baik dari sisi realitas politik, ekonomi, maupun struktur sosial. Bahkan konstruksi bisnis yang sudah dianggap sudah sangat mapan mengakar pun hancur berkeping-keping karena dominai individualisme.

Maka, saya harus kembali pada kesimpulan yang telah saya utarakan di awal. Bahwa kunci sukses adalah dengan melalui proses yang mungkin berliku liku dan bisa jadi memang panjang dan sangat melelahkan. Tapi jangan pernah menyerah.

Sebagai penutup, Anda barangkali hanya akan bisa menemukan inti dari tulisan saya ini setelah Anda membaca kisah figur figur sukses orang terdahulu. Juga figur orang-orang gagal yang dulu pernah ada. Maka, banyaklah membaca sejarah.


Mari kita terus belajar, jangan berhenti belajar. Saya pun terus belajar baik dengan membaca maupun menulis, sebagaimana tulisan ini saya tulis. Salam Super dahsyat!

By Stevy Makkapese | www.kaltimtoday.com |



Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.