Pelajar: "Mati Lampu, Jadi Susah Belajar"

KALTIMTODAY -- Rofiah Munawwaroh (17 tahun), seorang pelajar yang tinggal di bilangan Kelurahan Teritip, Kota Balikpapan, Kaltim, mengaku sangat terganggu dengan seringnya pedaman listrik di kotanya. Kalau mati lampu malam, akunya, ia jadi kesusahan untuk belajar.

"Gelap, sakit mata kalau dipaksakan dengan penerangan yang tidak merata," katanya kepada www.kaltimtoday.com, Ahad malam (31/03/2013).

Pemadaman listrik dilakukan tiba-tiba yang seringkali tanpa ada sosialisasi sebelumnya, tak jarang membuat warga di wilayah pinggiran Balikpapan tersebut kesal. Warga pun mengalami kondisi nihilnya penerangan.

Senada dengan itu, Fathi Budisetia, pelajar SMA kelas III yang ditemui www.kaltimtoday.com di kediamannya malam ini dengan ditemani penerangan emergency lamp miliknya, menyatakan kondisi ini menurutnya sangat tidak normal. Sebab ada kesenjangan yang telah lama berlangsung.

"Kaltim ini surga tambang dan migas, tapi kenapa selalu krisis listrik dan bahan bakar minyak, ini tidak normal kan. Irasional sekali. Lupakan dulu masalah pembagian kuota," katanya dengan nada serius.

Seperti diketahui, April mendatang siswa tingkat SD, SMP, dan SMA, akan menghadapi Ujian Nasional (UN) yang digelar secara serentak di nusantara sesuai jadwal tingkatan sekolah masing-masing. Mati lampu yang kerap terjadi di Balikpapan dinilai cukup mengganggu aktifitas belajar malam pelajar.

Sebagaimana pantauan www.kaltimtoday.com, selama bulan Maret ini pemadaman listrik kerap terjadi di Balikpapan, khususnya di wilayah Batakan, Teritip, hingga di Handil.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel