Polusi di China Menggila, Waspadalah Indonesia!

JIKA tidak ada antisipasi, mungkin kota-kota besar di Indonesia akan mengalami apa yang kini terjadi di China. Polusi udara yang tidak terkendali. Hal itu tidak lain karena dampak industrialisasi yang cenderung mengabaikan aspek lingkungan.

Ditemukan lebih dari 13 ribu ekor babi mengambang di sungai yang mengalirkan air minum ke Shanghai. Semua itu tidak lain karena tingkat polusi udara yang sangat buruk.

Perdana menteri China Li Keqiang mengatakan bahwa situasi (polusi udara) itu adalah satu hal yang membuatnya sangat geram terutama di awal-awal masa kepemimpinannya di China.

Namun demikian Li Keqiang yang menyandang gelar akademik paling bergengsi di bidang ekonomi di China itu bertekad akan menghadapi semua tantangan polusi udara itu.

"Kita harus melakukan upaya yang lebih kuat untuk bisa menyelesaikan masalah yang lebih besar ini dengan segera membersihkannya," kata Li seperti dikutip www.kaltimtoday.com dari laman New York Times beberapa waktu lalu.
 
Namun demikian, tekad itu harus menghadapi kendala terbesar di negerinya, yakni birokrasi yang dinilai perlu upaya serius untuk bisa dengan segera kebijakan menangani polusi ini ditanggapi secara cepat oleh birokrasi pemerintahan.

Sementara itu Wang Zhixuan selaku kepala dewan di China dalam sebuah editorial surat kabar di negara itu menulis bahwa, apa yang akan dilakukan pemerintah terhadap pengetatan aturan tentang lingkungan hanya akan menjadi kebijakan yang ditertawakan. Kecuali, pemerintah benar-benar mampu bertindak secara independen tanpa pengaruh para pemangku kepentingan bisnis.

Selain masalah tersebut, di jalan-jalan China sekarang sedikitnya terdapat 400 juta kendaraan bermotor yang setiap tahunnya juga cenderung mengalami peningkatan.

Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Presiden baru China Xi Jinping yang tidak lama paska pelantikannya bertekad akan membawa China menjadi negara termaju, terkuat, dan termakmur di dunia. Bersama partai komunisnya Xi Jinping optimis akan itu semua.

Tetapi mungkinkah itu terwujud, jika masalah dalam negeri nyata di depan mata? Dan, tidak kalah pentingnya, bagaimanakah birokrasi Indonesia belajar tentang kebijakan lingkungan?

Jika tidak sekarang diantisipasi, kita khawatir, negeri jamrud khatulistiwa ini juga akan mengalami kasus serupa. Tapi kita tetap berharap, semoga saja tidak demikian adanya.

Report by Bangun Bumigiri | www.kaltimtoday.com|


Powered by Telkomsel BlackBerry®











Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel