News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Segitiga Fundamen Kebangkitan Bangsa

Segitiga Fundamen Kebangkitan Bangsa

RASANYA tidak ada habisnya berbicara tentang sisi ironi neger ini. Celakanya, sepertinya itu terjadi di hampir seluruh aspek kehidupan juga  lapisan penghuni negeri.

Lantas mengapa keadaannya sampai sedemikian mengkhawatirkan? Jika kita mencoba tuk mencari grand problem dari masalah ini, rasanya akan sulit sekali.

Ketidaksinkronan terjadi dimana-mana, bahkan tak jarang  ada yang bernada sedikit lebih tinggi dengan mengatakan bahwa carut-marutnya kondisi negeri kita ini karena memang sistemnya sudah rusak. Mungkin statement tersebut ada benarnya juga.

Bayangkan saja, banyak orang-orang yang sebenarmya masih lurus di negeri ini, tetapi setelah masuk ke dalan lingkaran sebuah sistem yang hancur, akhirnya menjadi rusak juga. Berbaur atau terkontaminasi, entahlah yang jelas faktanya memang demikian.

Tengok saja latar belakang mereka dahulu sebelum terjerat kasus-kasus yang menimpa mereka sekarang. Bukankah dahulu mereka yang menyerukan kebenaran dan keadilan dengan lantangnya. Yang lebih membuat kita mengelus dada, kebobrokan ini rupanya telah mengakar bahkan sampai masyrakat kita.

Indikasinya mudah saja, kita hanya perlu menyalakan televisi dan lihatlah program-program berita. Khususnya pada genre kriminal, tak ada habisnya kabar tentang kejahatan berbagai tindak kriminal yang dilakukan oleh sebagian dari masyarakat kita.

Segitiga Fundamen
Menurut pandangan saya, ada tiga faktor penting dan mendasar yang harus dibangun demi mengatasi atau merehabilir laku kebobrokan negeri ini.

Tiga faktor itu adalah Kesadaran Individu, Kontrol Masyarakat dan Peran Pemerintah. Karena bagaimanapun kerusakan yang terjadi karena memang penghuninya yang tidak mampu menjaga stabilitas lingkungannya.

Sebagai contoh kecil, kita kutip saja pemberitaan masalah banjir di negeri ini yang tak kunjung memperlihatkan tanda akan usai. Dari banyak faktor penyebab banjir, dominan penyebab utama di antaranya adalah sampah dan sanitasi air yang buruk.

Permasalahannya, sampah yang ada harusnya terkelola dengan baik. Artinya setiap individu harus mempunyai self awareness yang tinggi untuk tidak membuang sampah sembarangan. Masyarakatnya yang juga harus memiliki public control yang terbangun sehingga mampu melahirkan budaya "menegur" atas apapun dan kepada siapapun yang melanggar kondusifitas sistem di lingkungan masyarakat.

Demikian halnya pemerintah sebagai penaung dan penyelenggara sistem yang mempunyai kuasa dan wewenang yang seharusnya mampu untuk mencover itu semua. Pemerintah, misalnya, harus membangun siklus pembuangan sampah yang baik. Juga melakukan perbaikan-perbaikan lain seperti sarana sanitasi dan lain sebagainya.

Rasa tanggungjawablah inilah yang telah luntur di negeri Indonesia tercinta ini. Kita bisa lihat betapa rendahnya kesadaran individu untuk membuang sampah pada tempatnya, sehingga pemandangan sampah di mana-mana sudah menjadi pemandangan sehari-hari. Kita bisa lihat betapa belum terbangunnya kontrol masyarakat, sehingga jarang kita jumpai budaya "menegur" atas apapun dan kepada siapapun yang melakukan pelanggaran di masyarakat.

Terlebih para penyelenggara negara, entah apa yang dilakukan para elit politik negeri ini –sebagaimana yang tercermin di pemberitaan media setiap harinya-baik yang di Senayan ataupun yang di daerah, semuanya carut marut.

Sehingga inilah yang harus dirubah, diperbaiki, dan dibangun oleh seluruh elemen bangsa, segitiga fundamen yang menentukan akan bagaimana keadaan suatu bangsa.

Semoga kesadaran, kemauan dan usaha riil dari seluruh elemen bangsa untuk melakukan perbaikan sesuai dengan kapasitas dan kapabilitasnya masing-masing dapat tumbuh. Dan harapan akan Indonesia yang lebih baik kedepannya dapat terwujud. Semoga.


By Yahya Ghulam Nashrullah - www.kaltimtoday.com


















Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.