News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Tahun 2014, Siapa Bakal Pemimpin Ideal?

Tahun 2014, Siapa Bakal Pemimpin Ideal?

MASYARAKAT sudah cukup cerdas hari ini. Mereka sudah punya kemapanan diri secara intelejensi dan kesadaran politik yang bagus untuk segera menilai siapa sosok pemimpin yang ideal untuk jadi pemimpin 2014 mendatang.

Hal itu, pertama-tama karena tingkat melek informasi masyarakat sudah tinggi yang hampir tiap hari dijejali berita dari banyak saluran yang mudah diakses. Mulai dari penetrasi media cetak, elektronik, maupun online. Capres selalu nongol berkampanye di media, sementara dalam waktu yang sama masyarakat jelas tidak bisa menutup mata dari track record sang Capres yang menghitam.

Kita menyadari betul bahwa perubahan bangsa ke arah yang lebih baik itu harus dimulai dari kemauan dan kesadaran secara utuh rakyat Indonesia sendiri. Jangan justru bangsa kita disumpal dengan umbar janji manis para "wakil rakyat". Semakin liar dan imajinatif janji yang dilontarkan politisi atau birokrat itu, bahkan pemimpin partai, kita nampak semakin terang melihat praktik politik kanibalisme. Yang ada hanyalah kepentingan-kepentingan.

Bukan zamannya lagi masyarakat diiming-imingi mimpi mimpi surga dengan melakukan praktik money politic, ini justru tidak memberikan perilaku politik yang santun. Inilah yang kemudian saya istilahkan sebagai praktik politik kanibalisme yang teramat berbahaya. Hanya karena egoismenya, sosok "politisi kanibal" ini tega melakukan apa saja agar ambisinya tercapai tanpa ada lagi frame yang tegas dalam memandang antara halal dan haram..

Baiklah, jika memang ingin konsisten dalam memegang falsafah demokrasi sebagai acuan, maka bangsa ini sejatinya adalah milik rakyat. Bukan justru berada di bawah kendali status quo elit penguasa yang biasa bicara akan mensejahterakan rakyatnya tapi tak kunjung merealita. Justru, kenyataannya beberapa pejabat kita sering mempertontonkan kebinalan dan perilaku yang tidak beretika.

Kita sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral. Mesti melihat sosok pemimpin yang bisa mengurai problematika, lalu kemudian mengambil langkah-langkah penyelesaian yang cerdas.

Sehingga, ke depan kita bisa bangkit dari keterpurukan bangsa kita yang selama ini didera dengan berbagai persoalan multidimensional. Mulai dari korupsi para pejabat, etika anggota DPR yang tidak pro-rakyat, inkonsistensi dan unresponsibility penyelengara pemilu, hingga main hakim sendiri aparat keamanan.

Mulai saat ini, hari ini, masyarakat harus bisa menentukan siapa calon pemimpinnya kelak. Jangan asal pilih pemimpin. Pilihlah yang benar-benar manusia yang kelak akan memanusiakan kita sebagai manusia, juga selaku rakyatnya. Sebab, kita menyadari sekali, bahwa banyak sekali orang berwujud manusia tapi berprilaku setan. Maka pilihan kita akan berdampak pada kemajuan negara kita yang lagi stagnan.

Semestinya, seperti lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di bawah komando bung Abraham Samad, harus terus diperkuat. Bukan malah dicari-cari kesalahan untuk memperlemah kinerjanya.
Ini pula yang sempat membuat saya bertanya-tanya, kenapa menyoal Sprindik yang sebenarnya bukan substansi masalah malah terus dibesarkan-besarkan. Tampaknya memang ada upaya untuk "melumpuhkan" kegarangan lembaga anti-rasuah ini.

Seharusnya, pemerintah, perangkat dan funsgi-fungsi lembaga negara, dan masyarakat betul-betul mendukung untuk memberantas koruptor uang rakyat. Kalau korupsi lenyap, barulah tidur rakyat bisa sedikit nyenyak.

Makanya, bagi yang ingin mencalonkan diri sebagai Presiden pada Pemilu 2014 mendatang, perlu tegas dalam menentukan sikap dan punya etika dalam berpolitik. Sehingga masyarakat tidak merasa antipati terhadap pemimpinnya.

Calon pemimpin mendatang harus bisa membawa bangsa ini lebih sejahtera. Karena rakyat sudah lama mendesak perlu ada perubahan yang signifikan menuju arah perbaikan di berbagai sektor.



By R. Wijaya Dg. Mappasomba - www.kaltimtoday.com


Powered by Telkomsel BlackBerry®











Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.