News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Apa Status Facebook Generasi Indonesia?

Apa Status Facebook Generasi Indonesia?

BEBERAPA hari lalu, saya membaca sebuah tulisan dalam bentuk gambar yang diunggah seorang teman Facebooker.

Kira-kira seperti ini bunyinya, "Orang normal yang lapar ia akan segera makan. Sementara orang gila yang lapar pasti akan segera update status. Orang normal yang haus akan segera minum. Sementara orang gila yang haus akan segera update status".

Itulah fakta terbaru tentang media sosial terpopuler di dunia yakni facebook. Pepatah bijak mengatakan, "Barang siapa yang sempit hatinya, pasti akan banyak bicaranya".

Berarti, gambar teman saya itu tidak salah. Sebab sekarang, di zaman dumay dan lebay orang bicara tak melulu harus ketemu.

Di facebook pun pembicaraan bisa berlangsung. Dengan kata lain, "Siapa yang sempit hatinya, pasti akan banyak update statusnya". 

Ada dua sebab mengapa banyak status berhamburan di facebook rata-rata terlampau sangat ringan (lebay).

Pertama, memang karena tidak ada yang dipikirkan, sebagaimana permintaan dari facebook sendiri ketika seorang user akan update status, "Apa yang Anda pikirkan?"

Kedua, memang status-status ringan itulah yang paling potensial mengundang like atau pun komentar dari rekan-rekan facebooknya. Dengan begitu, tidak banyak yang perlu pasang status serius-serius, ringan aja pasti banyak yang komen, kok!

Meskipun, dalam beberapa hal yang semestinya tidak jadi status justru sering diupdate. Misalnya, "Lagi sendiri di rumah," atau "Otw to Jakarta".

Jika itu diupdate anak lelaki, mungkin tidak seberapa beresiko. Tetapi jika itu remaja putri, ini harus benar-benar diwaspadai. Sebab, bukan tidak mungkin akan ada orang datang ketuk pintu atau malah sengaja menanti di jalan karena status yang dibuatnya sendiri.

Kondisi kita sedang sendiri di rumah, sedang dalam perjalanan ke sana atau kemari, hendaknya tidak menjadi pilihan utama untuk dijadikan status. Selain kita telah membuka informasi yang sebenarnya rahasia bagi diri sendiri, status semacam itu bisa mengundang hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain itu, status-status semacam itu hanya akan mengundang komentar-komentar yang tidak begitu penting dan bermanfaat. Dan, bagi para penipu di dunia maya, status semacam itu akan menarik minat mereka untuk berteman dengan kita kemudian berkenalan, chatting dan kemudian terjadilah kontak yang lebih intens.

Kita mesti ingat, sekarang sudah bukan rahasia lagi, banyak kejadian memilukan berawal dari interaksi lewat facebook. Mulai dari penipuan, pemerkosaan hingga pembunuhan.

Oleh karena itu, khusus bagi teman-teman remaja putri, berstatuslah yang penting, inspiratif, motivatif. Jangan berstatus asal-asalan yang mungkin tidak disadari akan berujung pada penyesalan.

Kalau memang tidak mampu merangkai kata, bacalah buku atau pernyataan para tokoh, mungkin guru di sekolah atau pun ucapan teman yang mencerahkan. Kalau pun tidak banyak yang like dan komen, no problem, sebab status itu bagaimanapun sebenarnya sangat bagus dan sangat dibutuhkan. Lebih dari itu, Malaikat mencatat status tersebut dengan satu kebaikan. Hmmm, lumayan, kan!

Inspiratif di Facebook

Seorang teman facebook saya yang lainnya update status seperti ini, "Buatlah status yang mampu mengingatkan kembali tujuan hidup dan kemana berakhirnya. Jika tidak mampu atau kurang PD, COPAS tulisan-tulisan mereka yang berkompeten. Mulailah terlibat dalam dakwah islamiyah, dalam bentuk apapun yang mungkin. Niatkan dengan ikhlas, semua ada balasannya," demikian bunyinya.

Status tersebut tidak saja penting tetapi sangat kita butuhkan. Kita butuhkan sebagai tambahan kebaikan kita. Emang, dari status facebook kita bisa dapat pahala?

Why not! Itu sangat mungkin, karena Tuhan tidak pernah melihat amalan itu berdasarkan besar kecil bentuk dan susah ringan pelaksanaannya semata. Tetapi kemauan yang gigih dan keikhlasannya.

Jadi, mulailah dari sekarang berstatus yang inspiratif yang mendorong diri sendiri dan pembaca status kita menjadi sadar akan hakikat hidup, kebenaran, dan perlunya senantiasa melakukan kebaikan-kebaikan.

Sebaliknya, jika kita membuat status yang tidak bermutu, apalagi cenderung menimbulkan ketidaknyamanan bagi yang lain, tentu status semacam itu juga akan mendatangkan dosa. Oleh karena itu, hindarilah berstatus yang negatif. Selain akan merugikan orang lain, sebenarnya lambat laun kerugian itu justru sangat dekat dengan kehidupan kita sendiri.

Kebaikan Lebih Terbuka

Facebook ibarat dua sisi pedang. Tergantung dari niat dan cara kita menggunakannya. Jika kita memiliki facebook dengan niat menyebarkan kebaikan, maka perlulah kita memiliki facebook. Jika tidak, sebaiknya tidak usah punya akun facebook.

Seandainya pun, kita tidak mampu membuat status, facebook juga menyediakan layanan koneksi langsung dengan seluruh macam web di internet. Mulai blog sampai situs berita.

Dari sini, sebenarnya kita bisa melatih diri untuk menjadi pembaca aktif di internet. Dan, setiap kali usai membaca artikel atau berita yang positif, segera kita share ke facebook, maka itu sungguh langkah yang sangat baik.

Siapa tahu, ada di antara teman facebooker lainnya yang tidak gemar membaca tetapi memerlukan artikel atau berita yang kita share di status kita sendiri. Nah, membantu meringankan urusan orang lain itu juga baik dan tentunya berpahala.

Dengan demikian, mari kita jadikan facebook yang kita miliki sebagai alat untuk menebar kebaikan demi kebaikan untuk kehidupan dunia dan akhirat kita. Berhentilah berstatus yang negatif, seperti mengeluh, mencaci orang, apalagi memfitnah orang di facebook.

Termasuk harus berhenti dari berstatus yang kurang manfaat, seperti; "lagi dingin banget nich", "temanin aku dong", "malam-malam belum bisa bobok," dan lain sebagainya. Percayalah status itu tidak penting.

Kalau pun benar-benar dingin, segera ambil jaket atau selimut kemudian dzikir yang banyak. Gak perlu update status. Kalau pun benar tidak bisa tidur di tengah malam, ambil sajadah, sholatlah dan baca Al-Qur'an. Gak perlu update status. Itu, jika kita masih merasa normal seperti status gambar teman saya di awal pembahasan.

IMAM NAWAWI

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.