Camkan Ini, Menulis itu Sukses!

MENULIS adalah kebutuhan orang sukses. Ini adalah kenyataan, yang tidak boleh dihilangkan sama sekali keberadaannya. Para orang sukses, banyak yang kegemarannya adalah menulis.

Di saat waktu senggang, mereka menyempatkan diri untuk menulis, berupa apa saja dengan menumpahkan segala keluhan, ide gagasan, catatan penting, dan hal lain dalam bentuk tulisan.

Hal ini tentulah bermanfaat bagi dirinya dan orang yang membacanya, sehingga banyak sekali orang sukses yang menuangkan ide, tips, pengalaman, solusi, tata cara, pola kehidupannya lewat tulisan menjadi buku yang bermanfaat.

Mereka menulis dengan maksud berbagi ilmu kepada orang banyak, agar orang termotivasi, agar orang lebih mudah dalam menghadapi situasi dan kondisi kesulitan, agar orang mempunyai solusi untuk keluar dari problem dan dilema. Ya, intinya keluar dari segala permasalahan.

Semua orang bahkan tau kalau menulis adalah kebutuhannya. Namun diantaranya ada yang justru memalingkannya, padahal ia tau kalau menulis adalah sebuah kebutuhan mendasar, selain makan, minum, tidur, mandi dan lain sebagainya. Anda masih belum percaya dengan saya?

Mari kita perhitungankan. Nilai karakteristik seorang dapat dilihat dari apa yang ditulisnya.

Mario Teguh misalnya, dia adalah seorang spesialis motivator, maka lihat tulisannya. Dia adalah penulis yang mengutamakan seni menyemangati orang lain, dan punya karakteristik yang bernilai spirit atau penyemangat.

Tere Liye, dia adalah seorang novelis sosialis, ia banyak mengangkat tema tentang seputar keberadaan manusia saat ini alias kontemporer, namun juga dikaitkan dengan masa lalu. Maka, ia punya karakteristik yang bernilai sosial umum.

Andrea Hirata, ia adalah seorang novelis ternama yang terbiasa mengangkat tema hubungan sains dan irasional (mustahil). Kita bisa melihat isi dan karakteristik tulisannya, maka ia adalah seorang penulis yang berkarakteristik tentang realistis-irasional.

Itu semua tidak lepas dari pengalaman yang mereka alami, serta kemampuannya.

Bayangkan sudah berapa banyak karya tulis yang mereka hasilkan. Ada banyak orang yang membaca karya-karya mereka, dan itu menguntungkan bersama, tidak ada saling merugi.

Taukah juga bahwa karakteristik dapat membuat intelejensi seseorang berpengaruh signifikan dalam peningkatannya. Intelektualitas juga akan bertambah tidak berkisar pada pengetahuaannya saja, tetapi juga pada kemampuannya.

Inilah yang kemudian menjadi lepasnya sisi dan aspek dari seorang penulis pada tulisannya dengan melandasi pengetahuan dan kemampuannya.

Karena begitu ada sedikit celah pengetahuan, maka mereka akan mengungkapkannya dalam tulisan, dengan disertai kemampuan dalam merangkai dan membumbui kata.

Maka, jangan pernah meremehkan tulis-menulis, merasa kalau catatan hanya akan dipakai saat ujian saja, saat sekedar mencatat pelajaran di sekolah, saat menulis kebutuhan penting menyangkut perbelanjaan, hitungan dan lain sebagainya.

Menulis adalah kebutuhan penting untuk menjadi orang penting. Ya, bukan mementingkan diri, karena menulis tidak untuk mementingkan diri, agar diperhatikan orang banyak.

Ada satu lagi yang bisa diunggulkan dari menulis, yakni nilai inspirasi dan nilai kreatifitas. Para penulis yang bukan dari kalangan orang sukses, setidaknya sudah mempunyai keunggulan, walaupun belum sampai pada tahap sukses.

Karena mereka sedikit banyaknya sudah menginspirasi orang yang membaca tulisannya (walau sedikit misalnya). Ada banyak jalan untuk mencapai Jakarta, ada banyak cara untuk mencapai kesuksesan, dan saya yakin menulis dapat juga membuat orang sukses.

Jadi, pesan saya pada istilah kali ini, banyak-banyaklah menulis, dan jangan berpikir kalau menulis itu membosankan. Jangan pernah bosan menulis, karena ada banyak orang sukses dengan menulis.

Aba Idris Shalatan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel