News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Change Yourself to Change the World, Buku Kedua Imam Nawawi

Change Yourself to Change the World, Buku Kedua Imam Nawawi

SETELAH menulis buku pertama, Sabar: Membawa Nikmat, Mengangkat Derajat” yang cukup laris pasaran, kini Imam Nawawi kembali menulis buku kedua oleh penerbit yang sama.

Buku kedua pria yang biasa disapa Bang Imam ini berjudul, “Change Yourself, to Change the World” diterbitkan Metricsplus Publishing, Jakarta. Sebagaimana judulnya, buku yang kedua mengulas beberapa hal seputar jati diri sosok sukses.

Kerap kali banyak yang salah kaprah dalam memahami arti sukses. Sukses seringkali dipersepsi sebagai sebuah situasi di mana seseorang serba berkecukupan dari sisi materi. Namun, di buku ini, tak ditemukan penulis memberikan definisi serupa.

Secara garis besar, penulis ingin menunjukkan bahwa sukses bukanlah wujud fisik yang serba ada, materi berlimpah, relasi yang luas. Bukan itu. Meski memang di sisi lain itu tak bisa ditampik sebagai beberapa hal dari indikator kesuksesan.

Sukses adalah kemampuan untuk mengendalikan diri. Begitu setidaknya kesimpulan sang penulis. Penulis yang populer dengan jargon “Jurus” ini mengemukakan bahwa kemampuan untuk mengendalikan diri merupakan sukses terbesar. Mampu mengendalikan diri dari berbagai macam sifat-sifat tercela.

Lebih dari itu, penulis mengetengahkan ke hadapan pembaca dengan sangat apik sejumlah contoh manusia-manusia sukes yang layak menjadi teladan setiap orang, bukan hanya untuk kaum Muslimin tapi semua kalangan.

Jika kita cermati, tokoh-tokoh yang dihadirkan oleh penulis sedikit sekali yang dikorek dari sisi keduniaannya, atau dalam hal ini aspek materi. Alih-alih memaparkan gaya bisnis seperti apa yang telah dijalani tokoh-tokoh tersebut, pembaca akan mendapati sosok tokoh yang ternyata tidak pernah berfikir untuk kepentingan pribadi. Ini yang membuat buku ini agak berbeda dengan lainnya.

Di sini penulis juga menegaskan bahwa sukses dan kebaikan dunia hanya akan menghampiri orang-orang yang berfikir dan berbuat untuk banyak orang. Orang yang berfikirnya untuk kemaslahatan orang ramai, pasti akan dapat jalan. Orang yang berkerja untuk kepentingan dan kebaikan orang lain, pasti akan menemukan jalannya.

Berbeda dengan orang yang egois, individualistik, dan berfikir dan bekerja hanya untuk kepentingannya saja. Orang seperti ini akan sengsara, nampak sukses secara materi namun akan sirna juga. Terlihat bahagia tapi menderita. Terlihat kaya tapi hatinya miskin. Tak pernah puas, tidak pula bahagia.

Pada akhirnya, untuk merubah diri itu adalah pekerjaan yang sangat berat. Kita akan berhadapan dengan diri kita sendiri, kerabat, sejawat, dan lingkungan. Maka menjadi sangat penting untuk menuntaskan buku ini dari awal hingga akhir, karena disinilah inti buku ini. Memberikan step by step metode untuk keluar dari jeratan setan.

Terutama pada bab-bab awal, sayang sekali rasanya apabila harus melawatkan sejumlah perspektif berbeda soal perubahan diri yang ditawarkan oleh penulis. Di bab pertengahan ada skema-skema perubahan yang juga sayang untuk tidak diketahui. Di akhir pembahasan, pembaca akan tahu, bahwa ternyata ada yang belum mereka ketahui. Apa itu? Nampaknya Anda memang harus memiliki buku ini.

Pada cover buku kedua ini ada tagline “Panduan Generasi Muda”. Rasanya memang cukup sesuai, apalagi beberapa contoh kasus yang dipaparkan oleh penulis sebagaian besar memanga adalah fakta seputar fenomena anak muda saat ini.

Kendati begitu, buku ini bertutur dengan gaya bahasa populer yang bisa dengan mudah dipahami. Sehingga berbagai kalangan, yang tentu tidak saja anak muda, sangat cocok untuk menikmati sajian dalam buku ini. Toh, faktanya, kadang-kadang banyak juga dari kita yang sudah tua memiliki kepamrihan atas kerja-kerja yang sudah dilakukan.

Imam Nawawi “Jurus”, menjelaskan tentang jargon yang telah dia populerkan itu. Jurus, kata Imam, adalah spirit kebangkitan. Jurus berarti “Maju Terus dan Lurus”. Secara historis, “Maju Terus” bisa dilihat dari spirit yang dimiliki oleh sahabat tercinta Rasulullah, Abu Bakar Ash-Shiddiq.

“Maju Terus” adalah spirit Abu Bakar yang tidak mau kompromi dengan segala macam kebathilan. Sekalipun ia banyak mendapat tentangan dari berbagai pihak, termasuk sahabat-sahabat karibnya dalam soal penyerangan terhadap pembangkang wajib zakat, Abu Bakar tetap pada pendiriannya yang dilandasi iman.

“Siapa yang memisahkan antara sholat dan zakat, saya pasti akan memeranginya, meski seorang diri,” demikian ungkap Abu Bakar.
Begitu pula saat, para sahabat senior meminta Abu Bakar untuk mengubah keputusannya mengangkat Usamah bin Zaid sebagai Panglima Pasukan Muslim kala itu.
Abu Bakar tetap pada pendiriannya. Kepada mereka (termasuk Umar bin Khaththab) yang membujuknya untuk mengganti Usamah dengan sahabat yang lebih senior, Abu Bakar berkata, “Apa kalian menyuruhku mengubah keputusan yang telah ditetapkan oleh Rasulullah. Bukankah Usamah itu dipilih oleh Rasulullah?”

Secara normatif, lanjut Bang Imam, “Maju Terus” adalah pemaknaan secara implementatif terhadap kandungan surah Al-Qalam yang berbunyi “Qum Faandzir” yang artinya, “Bangun dan bangkitlah”. Bangun berarti harus maju dan terus maju, karena ummat demi Allah.

Adapun kata “Lurus” adalah pemaknaan aplikatif dari firman Allah dalam Surah Al-Fushshilat ayat 30 yang artinya, “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka”.

“Meneguhkan pendirian”, itulah yang dimaksud dengan “Lurus”. Selain itu, “Lurus” juga semakna dengan kalimat “Al-Mustaqim” dalam Surah Al-Fatihah”.
“Jadi dengan Spirit “Jurus” (Maju Terus dan Lurus) kita diajak untuk meneladani sikap Abu Bakar yang pantang mundur dalam kebenaran sebagai implementasi dari bangun dan bangkitnya iman dalam dada,” jelas Bang Imam.
Sementara Lurus, lanjut pria asal Jeber ini, adalah spirit untuk konsisten menuju keridhoan Allah, meskipun beribu tantangan dan berjuta rintangan datang menghadang. Dengan iman, semua pasti bisa dikalahkan.
SPESIFIKASI BUKU
Judul                 : Change Yourself, to Change the World
Penulis              : Imam Nawawi
Penerbit            : Metricsplus
Tahun               : 2013
Halaman          : 378 halaman
Ukuran             : 12×17,5 cm
Harga               : Rp. 50.000
===============================

PENTING: Kami atas nama Metricsplus Publishing tidak membuka layanan saluran komunikasi selain saluran resmi kami di bawah. Untuk pemesanan, pertanyaan, dan informasi penerbitan, dan lain lain, silahkan menghubungi saluran kami di di bawah ini. Atau buku juga dapat dibeli di agen mitra Metricsplus di kota Anda. Kami tidak bertanggungjawab apabila terjadi  hal hal yang tidak diinginkan karena kesalahan Anda dalam menggunakan saluran lain yang mengatasnamakan Penerbit Metricsplus.
ORDER                : Via SMS – Marsono 085781791501, Mas Adian (085714997338)
EMAIL                   : [email protected]
FACEBOOK         : www.fb.com/Metricsplus
TWITTER             : www.twitter.com/metricsplus

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.