News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

PII Balikpapan Temu Kader di Lesehan Melawai Sore Ini

PII Balikpapan Temu Kader di Lesehan Melawai Sore Ini

Nasional News - Mengakhiri Ramadhan 1434 Hijriyah, Pelajar Islam Indonesia (PII) Balikpapan akan mengadakan kajian perubahan yang dirangkai dengan kegiatan konsolidasi organisasi dan buka bersama.

"Insya Allah sore ini PII Balikpapan akan meyelenggarakan temu kader dari berbagai tingkatan disertai kajian perubahan bersama alumni PII Balikpapan Imam Nawawi yang juga penulis buku Change Yourself to Change the World," demikan ungkap Ketua PII Balikpapan 2003, Yudha Kiki Prasetyo, dalam keterangannya diterima Nasional News, Selasa (06/08/2013).

Kata Yudha, acara tersebut dimaksudkan untuk menutup Ramadhan tahun ini dengan penguatan visi dan konsolidasi organisasi.

"PII Balikpapan ini pernah menjadi ikon PII Kaltim. Jadi dengan kegiatan ini kami berharap reputasi positif PII Balikpapan bisa lebih baik lagi," tambah Yudha yang juga alumni Teknik Sipil Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

"Untuk itu saya mengundang seluruh kader PII Balikpapan untuk hadir dalam acara ini yang bertempat di Warung Lesehan Melawai tepat pukul 16.00," imbuhnya.

Ia menambahkan, Info lebih lanjut terkait acara temu kader sekaligus buka puasa itu dapat menghubungi line contact panitia 085648048525.

Deklarasi Pelajar Antinarkoba

Seperti diketahui, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak menyatakan salut dan mengapresiasi keberanian Pelajar Islam Indonesia (PII) Kaltim yang mendeklrasikan pelajar antinarkoba, awal Juni lalu (11/06).

Pasalnya, kata Awang, peredaran dan penyalahgunaan Narkoba di Kaltim terbilang memprihatinkan, karena data BNN Kaltim sendiri menyebut, provinsi ini menduduki peringkat tiga nasional pengguna Narkoba yang didominasi pelajar dan mahasiswa.

"Deklarasi ini memiliki makna strategis untuk mendukung pemberantasan peredaran dan
penyalahgunaannya sekaligus sebagai upaya mewujudkan 'Kaltim Zero Narkoba 2015'. Peredaran dan penyalahgunaan Narkoba bukan hanya masalah Kaltim, tapi sudah menjadi masalah regional, nasional dan internasional," ungkap Gubernur Kaltim melalui sambutan tertulis yang dibacakan Karo Sosial Setprov, H Syafrian Hasani, saat menghadiri Hari Bangkit PII ke 66, di Aula Badan Kesbangpol Kaltim, Samarinda, Selasa (11/6) lalu.

Menurut Awang, letak geografis Kaltim yang berada di tengah gugusan pulau dan berbatasan langsung dengan negara tetangga menjadikannya rawan peredaran gelap Narkoba. Barang haram tersebut mudah masuk melalui pintu-pintu perbatasan, sehingga Kaltim semestinya terbebas dari dampak buruk Narkoba.

Fakta tingginya angka penyalahgunaan Narkoba di Kaltim, khususnya yang didominasi kalangan pemuda, merupakan masalah nyata dan perlu kesadaran semua pihak untuk sama-sama melakukan pencegahan. Salah satunya membentengi anak-agak agar tidak terjebak salah pergaulan, sehingga terjerumus menjadi pengguna Narkoba.

Karena itu, pesan Gubernur, para pemuda harus selektif memilih teman agar tidak terjebak. Sebab, sekali terjerumus susah untuk terbebas. Selain itu, upaya pengobatan jauh lebih sulit dan perlu biaya mahal ketimbang pencegahan.

"Upaya pemberantasan Narkoba ini tidak bisa dilakukan sendiri, tapi harus terpadu antarsemua
komponen masyarakat agar hasilnya efektif," harapnya. (inw/ktc)











Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.