Awang Imbau Warganya tidak Golput pada Pemilu 2014

Nasional News -- Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak mendorong warga Kaltim untuk menggunakan hak politiknya pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 mendatang. Kata dia, optimalisasi peran tokoh masyarakat (Tomas), tokoh agama (Toga) dan organisasi masyarakat (Ormas) sangat penting untuk menurunkan angka golongan putih (Golput) sekaligus menentukan kesuksesan penyelenggaraan Pemilu 2014.

Lanjut Awang, bantuan dan kerjasama dari ormas, toga serta tomas dan seluruh element masyarakat untuk memberikan informasi kepada keluarga, massa, pendukung serta masyarakat tentang pentingnya pelaksanaan Pemilu 2014 ini.

"Sosialisasi yang dilakukan ormas dan toga merupakan salah satu cara untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam melakukan pendidikan politik, sehingga dapat memberikan pemahaman dan kesadaran masyarakat untuk menyalurkan hak pilihnya," kata Gubernur Kaltim dalam sambutan tertulis dibacakan Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltim Yudha Pranoto pada Sosialisasi Persiapan Pemilu 2014 di Ruang Bina Bangsa beberapa waktu lalu dari laman Pemprov Kaltim.

Harapannya melalui sosialisasi yang berisikan pendidikan itu maka masyarakat akan lebih cerdas dalam berdemokrasi serta dapat menciptakan penyelenggaraan pelaksanaan Pemilu 2014 ini dengan keadaan aman dan terkendali.

Sehingga, lanjut Awang, partisipasi politik masyarakat akan tinggi dalam Pemilu 2014, baik secara kuantitas maupun kualitas. Sebab, tingkat partisipasi masyarakat dalam menyalurkan hak pilihnya semakin rendah.

Terbukti, pada pemilihan kepala daerah atau Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim pada 10 September 2013 lalu yang hanya berkisar 55,81 persen atau sekitar 44 persen masyarakat Kaltim tidak menyalurkan aspirasinya untuk memilih kepala daerah.

Selain itu, terang Awang, Pemilu anggota legislatif tahun 1999  tingkat partisipasi politik masyarakat 92,74 persen dan Pemilu 2004 turun menjadi 84,07 persen serta Pemilu 2009 menjadi 71 persen. Termasuk Pemilu kepala daerah pada tahun 2013 ini berkisar antara 50-70 persen.

Potensi rendahnya partisipasi pemilih atau golput masih menghantui Pemilu 2014 dan bukan tidak mungkin trend penurunan partisipasi pemilih masih akan berlanjut pada Pileg pada 9 April serta Pilpres pada 9 Juni tahun ini.

“Sinergitas seluruh pemangku kepentingan Pemilu termasuk toga, tomas dan ormas sangat diharapkan. Sehingga, Pemilu 2014 akan menghasilkan wakil rakyat yang mempunyai legitimasi kuat serta amanah agar  bangsa ini akan lebih baik dan lebih maju di masa mendatang,” harap Awang Faroek Ishak.

Sosialisasi diikuti 100 peserta terdiri tokoh agama, tokoh masyarakat serta organisasi masyarakat. Tampak hadir Sekretaris KPU Kaltim H Syarifudin Rusli dan Ketua Bawaslu Kaltim Khairul Akbar.(yans/ybh)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel