News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Mahasiswa Santan Minta Indominco Peduli Kelestarian Alam

Mahasiswa Santan Minta Indominco Peduli Kelestarian Alam

KALTIM TODAY -- Menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni, Kesatuan Pelajar dan Mahasiswa Santan (KEPMAS) bersama warga masyarakat Santan menyatakan mendukung gerakan pelestaarian alam dan dalam pada itu mereka mendesak PT Indominco Mandiri, perusahaan tambang yang berkegiatan di desa tersebut, agar peduli terhadap masalah tersebut.

Ketua KEPMAS Saiful Ardi dalam keterangan resminya yang diterima media ini, menyatakan keberadaan perusahaan tambang di Santan diduga kuat telah menimbulkan banyak persoalan, mulai dari pencemaran udara atau debu batu bara, air sungai yang semakin keruh karena aktivitas pertambangan di hulu sungai.

Ia menyebutkan, berkurangnya kesuburan tanah dan seringnya banjir dengan siklus yang tidak beratur di wilayah Santan diduga sebagai dampak lainnya aktifitas pengelolaan batu bara.


"KEPMAS dan warga meminta kepada PT. Indominco Mandiri lebih memperhatikan lingkungan ketimbang mengejar target produksi," kata Saiful Ardi dalam keterangan resminya diterima media ini, Kamis (05/06/2014).

Pihaknya juga mendesak agar tidak membuang limbah tambang batu bara di hulu Sungai Santan karena akan merusak ekosistem sungai dan masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai santan.

"Kami berharap juga dilakukan penyiraman jalan dan batu bara di penampungan untuk menghindari pencemaran udara sehingga tidak menghasikan debu yang merusak kesehatan masyarakat," kata Saiful.

KEPMAS juga menyuarakan agar PT. Indominco Mandiri tidak tutup mata terhadap lumpuhnya pendapatan petani tambak di Desa Santan Ilir dan Ajjalang yang selalu gagal panen karena bibit udang mati sebelum dipanen. Hal tersebut diduga karena air tercemar akibat aktivitas pertambangan.

Saiful menjelaskan, perbaikan dan penghijauan di areal tambang harus melibatkan kontrol pemerintah bersama LSM lingkungan dan mahasiswa.

Ia juga berharap peningkatan kualitas hidup melalui peningkatan kesehatan dan pendidikan harus menjadi prioritas perusahaan kepada Masyarakat untuk menghadapi pasca Tambang.

"Perbaikan infrastruktur di daerah Santan Tengah dan Santan Ilir harus diutamakan karena wilayah tersebut berdampak langsung pada operasional produksi PT. Indominco Mandiri," harapnya.

Selain itu, KEPMAS juga menyampaikan bahwa penyaluran CSR yang transparan dan melibatkan masyarakat dengan tetap mengedepankan proporsi yang lebih besar pada zona 1 yang di dalamnya Santan Tengah dan Santan Ilir. Serta mengupayakan penyaluran air bersih kepada masyakat sebagai tanggung jawab perusahaan terhadap tercemarnya air sungai santan.

Mengutip dari Lauri Myllyvirta, aktivis Greenpeace International, Saiful menyebutkan bahwa penggunaan batubara menyebabkan 60 ribu orang Indonesia meninggal tiap tahun.

“Ini karena polusi batubara menyebabkan kanker paru, stroke, penyakit pernafasan dan persoalan lain terkait pencemaran udara dan air," imbuh dia.

Selain persoalan kesehatan, kerusakan lingkungan juga tidak bisa dihindari. Sebagaimana dirilis Donna Lisenby selaku Koordinator Kampanye Batubara Global Waterkeeper Alliance, bahwa pencemaran tambang batubara terjadi mulai kegiatan penambangan, pengangkutan, penampungan hingga pembangunan PLTU.
Pencemaran batubara berakibat langsung pada pencemaran air. Limbah yang ditahan tidak dibuang ke udara, akan terbuang ke tanah atau air.

"Ini mengakibatkan pencemaran di hulu dan hilir sungai. Pencemaran di tanah dan air akan berakibat buruk bagi pertanian. Lahan gambut yang berfungsi sebagai penjernih air bisa rusak, tak pelak, ketahanan pangan bisa hancur," tuturnya mengutip temuan Global Waterkeeper Alliance itu. (ktc/ybh)

FOTO-FOTO:

Aktifis lingkungan yang tergabung dalam KEPMAS saat berorasi

Aktifis KEPMAS melakukan aksi teatrikal memprotes bahaya pencemaran alam

Massa KEPMAS menyampaikan aspirasi damai langsung ke lokasi perusahaan tambang

Aksi ini diikuti oleh aktifis muda yang tergabung dalam KEPMAS

Berdiri berteriak demi ibu pertiwi yang hijau subur bersih

Aksi ini juga didukung oleh warga masyarakat setempat


Mereka mendesak agar pertambangan tak melakukan kegiatan merusak ekosostem alam yang bisa merugiakan siapa saja

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.