Amarah dalam Mendidik Anak tak Menyelesaikan Masalah

Nasional News -- Praktisi parenting Hesty Fitriani menegaskan bahwa amarah tidak selalu menyelesaikan masalah. Marah hanya memuaskan emosi sesaat tapi setelah itu sama sekali tidak menyelesaikan apa-apa.

Hal itu disampaikan Hesty saat menjadi pembicara dalam acara seminar kepengasuhan anak di Balikpapan yang digelar oleh lembaga amil zakat nasional Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Cabang Balikpapan, Ahad (05/4/2015)

Karenanya, Hesty mendorong kepada setiap orangtua untuk lebih mengedepankan rasa sayang dan cinta dalam mendidik anak. Mengarahkan anak dengan cara kasar dan amarah hanya akan menyisakan perih di hati mereka yang dampaknya memang tidak terlihat seketika itu.

"Dampaknya panjang bahkan psikologi anak bisa saja hancur," kata Hesty.

selaku pemateri Hesty juga menyampaikan kekhawatirannya terhadap pergaulan generasi muda masa kini yang banyak bermasalah sampai pada terjebak penyalahgunaan narkoba.

“Oleh sebab itu melalui seminar ini, kami ingin mencoba menggugah para orangtua yang hadir untuk sama-sama bagaimana mendidik anak menurut ajaran Islam, sebagaimana yang diajarkan Rosulullah Saw,” ujar Hesty yang juga aktif sebagai sahabat BMH dalam memberikan pengarahan dan telibat langsung diberbagai kegiatan kemasyarakat BMH.

Sementara itu Kepala BMH cabang Balikpapan, Muhyidin Nur Rabbani mengatakan di tahun ini penyaluran pembinaan dan pemberdayaan difokuskan pada program berbasis wilayah.

Suasana pagi itu nanpak berbeda, ratusan anak-anak dan para orang tua berkumpul memadati gelaran seminar BMH yang bertajuk “Ngobrol Tentang Anak agar Jadi Sholeh dan Pintar,” yang kemudian dirangkai dengan penyaluran beasiswa Program Pendidikan Senyum Anak Indonesia bagi yatim dan dhuafa.

“Seperti kegiatan seminar parenting kali ini, akan banyak kegitan-kegiatan sosial kemasyarakatan pembinaan serta pemberdayaan yang akan digulirkan seperti penyaluran beasiswa, penyuluhan bahaya narkoba, pengobatan dan penyuluhan kesehatan, majlis taklim, peduli TK/TPA, dan pelatihan ekonomi kratif,” paparnya.

“Dari pembinaan berbasis wilayah ini diharapkan mampu memaksimalkan perkembangan potensi yang ada ditengah-tengah masyarakat, sehingga diharapkan tercipta masyarakat mandiri,” sambung Muhyidin.

Kegiatan tersebut dirangkai pula dengan garage sale berupa pakaian layak, launching Pustaka Ilmu dengan pemberian 300 buku beserta rak dan satu unit komputer, penyerahan beasiswa yatim duafa triwulan pertama 2015 kepada 246 anak dengan total anggaran Rp 114.635.000, dan penyerahan wakaf Alquran dan Iqra sebanyak 185 lembar. (ktc/hio)



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel